Pertandingan

Semua kompetisi

  1. Enam Alasan Mengapa Man Utd AKAN Finis Empat Besar

    Meski harus menunggu tiga tahun untuk kembali mengalahkan Manchester City di Old Trafford, dan jauh lebih lama lagi untuk melakukannya dengan dominasi seperti itu, kemenangan telak Manchester United di derbi akhir pekan lalu sejatinya adalah bagian yang paling mudah. Tim mana pun, apalagi yang baru ditangani pelatih anyar yang sangat memahami sejarah gemilang klub, bisa terpacu saat menghadapi rival terbesar dan keluar sebagai pemenang.

  2. KISRUH Di Napoli! Conte Dituding MENYANDERA Pemain

    Agen yang mewakili pemain muda Napoli, Luca Marianucci dan Giuseppe Ambrosino, melontarkan serangan keras kepada Antonio Conte. Sang pelatih dituding “tidak punya keberanian memainkan pemain muda dan justru menyandera mereka”. Kritik ini mencuat usai hasil mengecewakan Napoli di Liga Champions, menyusul hasil imbang 1-1 di markas Copenhagen yang membuat Il Partenopei terancam tersingkir.

  3. Szoboszlai Bangkit Dengan Gaya Untuk Bawa Liverpool Menang

    Salah mungkin telah melakukan comeback yang dinanti untuk Liverpool pada Kamis dini hari, namun Szoboszlai yang mencuri panggung saat pasukan Arne Slot mengambil langkah besar menuju kelolosan otomatis ke 16 besar Liga Champions lewat kemenangan telak 3-0 di Marseille. Selagi semua mata tertuju pada Salah di penampilan starter perdananya bagi The Reds sejak kembali dari Piala Afrika, pemain Mesir itu justru tampil cukup buruk.

  4. Hall of Fame: Bagaimana Platini menjadi 'Sang Raja'?

    Michel Platini tak diragukan lagi adalah salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Pengatur serangan, pemberi assist, pencetak gol: Platini adalah pemain komplet, mampu meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dunia sepakbola antara akhir tahun 1970-an dan pertengahan 1980-an. Ia adalah pemain nomor 10 yang sempurna, mewujudkan esensi sejati dari nomor punggung tersebut baik dulu maupun sekarang.

  5. Lopez Cetak Brace, Tapi Cedera Pedri Membayangi Kemenangan Barca

    Barcelona bangkit dari awal yang buruk untuk mengalahkan Slavia Praha 4-2 di Liga Champions pada Kamis dini hari. Fermin Lopez mencetak dua gol di babak pertama, sementara Dani Olmo dan Robert Lewandowski juga mencatatkan nama di papan skor bagi pasukan Hansi Flick untuk menjaga asa finis delapan besar—dan kelolosan otomatis ke babak gugur—tetap hidup jelang putaran terakhir fase liga.

  6. LEGACY: Spanyol Rindu Akan Iniesta, Tapi Ini Eranya Lamine Yamal

    Ini Legacy, seri feature dan podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami menyelami kisah-kisah dan warisan yang membentuk negara-negara sepakbola terbesar. Hari ini, sorotan tertuju pada pencarian Spanyol akan simbol baru—16 tahun setelah kejayaan di 2010. Dari magis Andres Iniesta di Johannesburg hingga kemunculan remaja pemberani yang kini menerangi Barcelona, inilah kisah Lamine Yamal, dan bagaimana satu talenta muda bisa membawa La Roja kembali ke puncak dunia.

Iklan

Video

  1. Cunha membahas pengalaman 'sangat menyakitkan' bersama Brasil

    Penyerang Manchester United Matheus Cunha telah membahas bagaimana dia tumbuh sebagai pemain dan pribadi sejak diabaikan dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022. Pemain seperti Antony, Gabriel Jesus, dan Pedro dipilih lebih dulu oleh manajer Selecao saat itu, Tite. Namun, Cunha kembali disukai di bawah Carlo Ancelotti dan memiliki peluang kuat untuk terpilih kali ini. Dengarkan apa yang dikatakan mantan penyerang Wolves tersebut tentang menghadapi pengalaman "sangat menyakitkan" saat tidak terpilih tiga tahun lalu. ⬆️

  2. Transformasi Besar Persib: Dari Produk Lifestyle Hingga Rencana Museum di GBLA

    Persib Bandung benar-benar jor-joran dalam beberapa tahun terakhir, tak hanya di dalam lapangan tapi juga di luar lapangan. Mereka ingin menghadirkan pengalaman baru bagi Bobotoh melalui peluncuran jersey modern, ekspansi produk lifestyle, kolaborasi dengan brand ternama, hingga renovasi ruang ganti berstandar tinggi di GBLA yang disiapkan menuju museum dan tour stadion pertama dalam sejarah klub.

Spesial hanya untukmu 😍

  1. Tujuh Laga Tanpa Gol Dari Permainan Terbuka: Apa Yang Terjadi Pada Haaland?!

    Erling Haaland telah menaklukkan sebagian besar rekor Liga Champions, tetapi perjalanan Manchester City ke Bodo/Glimt mendatang memberinya kesempatan untuk memecahkan rekor baru dengan menjadi pemain Norwegia pertama yang mencetak gol melawan tim Norwegia dalam sejarah kompetisi ini. Meskipun Bodo berjarak 24 jam perjalanan dari kota kelahiran Haaland di Bryn dan jauh di Lingkar Arktik, ini tetap merupakan kepulangan bagi atlet paling terkenal di negara itu.

  2. Profil Jeremy Jacquet: Kok Mau Chelsea Bayar £60 Juta Untuknya?

    Chelsea berburu sosok bek tengah baru untuk menjadi poros utama lini belakang. Kebutuhan ini memang sudah coba dipenuhi sejak Antonio Rudiger hengkang gratis ke Real Madrid pada 2022, juga ketika Thiago Silva kembali ke Fluminense dua tahun kemudian. Namun, para penggantinya tak pernah benar-benar sepadan untuk menutup celah yang mereka tinggalkan. Kini, nama yang diproyeksikan mengisinya adalah Jeremy Jacquet.

Bursa Transfer - Siapa Datang? Siapa Pergi?

  1. Cari Penerus Amorim, Man United Dekati Pelatih Bundesliga Ini

    Manchester United dilaporkan telah menghubungi bos Borussia Dortmund Niko Kovac saat mereka menjajaki calon pengganti jangka panjang di kursi pelatih. Pria berusia 54 tahun itu, yang terkenal menolak Tottenham Hotspur beberapa tahun lalu, diyakini berada di urutan teratas daftar incaran Setan Merah. Dengan hubungan dekat dengan eksekutif United Christopher Vivell, manajer Bundesliga itu dikabarkan terbuka untuk pindah ke Liga Primer di masa depan.

GARUDA DI DADAKU!

NXGN

  1. Tylel Tati: The Next Leny Yoro? Kenapa MU & PSG Melirik MONSTER Nantes Ini

    Dari Ibrahima Konate yang juara Liga Inggris bersama Liverpool, William Saliba yang menjadi fondasi kebangkitan Arsenal sampai puncak klasemen, hingga Leny Yoro yang hijrah dengan banderol mahal ke Manchester United—bek tengah Prancis sedang perkasa-perkasanya di EPL. Kini, perburuan bek ajaib Les Bleus berikutnya pun dimulai, dengan klub-klub elite Inggris dan Eropa memusatkan perhatian pada satu nama: Tylel Tati.

  2. Permata Terbaru La Masia Barca Yang Siap Ikuti Jejak Iniesta

    Akademi La Masia Barcelona yang terkenal telah lama menjadi incaran setiap klub top lainnya di Eropa, dan itu bukan tanpa alasan. Akademi ini telah melahirkan puluhan legenda selama 46 tahun terakhir, dari Pep Guardiola dan Albert Ferrer, hingga Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Setiap generasi menghasilkan banyak superstar, dengan Lamine Yamal memimpin generasi saat ini setelah muncul di panggung profesional pada usia 15 tahun.

Yang Biasanya Kamu Cari 🧐

Sepakbola Wanita

REBEL UNITED (Jangan macam-macam dengan mereka!)

  1. George Best

    Rebel United: Sosok Jenius Yang Alkoholik

    George Best (1946-2005) memenangkan Ballon d'Or 1968 bersama Manchester United pada usia 22 tahun setelah mengangkat Piala Eropa. Dijuluki "The Fifth Beatle", sosok jenius Irlandia Utara ini hancur karena kecanduan alkohol. Ditangguhkan pada tahun 1972, ia meninggalkan United pada usia 27 tahun pada tahun 1974. Setelah menjalani transplantasi hati pada tahun 2002, ia meninggal dunia pada usia 57 tahun pada tahun 2005. 100 ribu orang menghadiri pemakamannya.

HIDDEN GEMS (Talenta BESAR yang sempat terpendam)

  1. Hidden Gems FC: Bagaimana N'Golo Kante Hampir Tidak Menjadi Apa-Apa

    Pada 15 September 2018, N’Golo Kante meninggalkan lapangan Stamford Bridge dengan perasaan puas. Seperti yang sudah-sudah, gelandang asal Prancis itu kembali menyapu setiap jengkal rumput selama 90 menit penuh. Dan, seperti yang juga kerap terjadi, namanya tidak menjadi topik utama ketika peluit panjang dibunyikan—tidak langsung, lebih tepatnya.

  2. Hidden Gems FC: Drogba, Toni & Dan 10 Pemain Yang Terlambat Bersinar

    Siapa pun yang berhasil meniti karier di sepakbola profesional pastilah sangat berbakat. Standar di level elote begitu tinggi sehingga mustahil untuk sekadar "berpura-pura hebat sampai benar-benar hebat". Namun, tidak semua orang dianugerahi bakat luar biasa sejak dini seperti Lionel Messi atau Lamine Yamal. Pemain rata-rata biasanya membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan kerasnya permainan di level ini.

HALL OF FAME (Mereka Yang Lebih Dari Bintang)

Tahukah Anda