NxGn 2018: 50 Bintang Remaja Terbaik Dunia

Komentar()
Getty/Goal Composite
Gianluigi Donnarumma terbaik pada 2017 tapi siapa bertakhta tahun ini? Berikut Goal sajikan 50 talenta terbaik kelahiran minimal 1 Januari 1999.

  1. Getty/Goal Composite

    Yacine Adli

    Sebagai salah satu bintang di Piala Dunia U-17 tahun lalu, tak heran apabila Yacine Adli dipandang sebagai permata paling berharga di akademi Paris Saint-Germain. Meski secara fisik menyerupai Adrien Rabiot, pemain 17 tahun ini lebih suka bermain ofensif. Adli juga sudah membuat banyak klub luar negeri kepincut.
  2. Getty/Goal Composite

    Alan

    Dengan tinggi cuma 163 cm, Alan mengompensasi perawakan mininya itu dengan skill aduhai. Ia seperti mampu melawan gravitasi dengan kaki-kakinya yang cepat dan visi bermainnya yang cerdas. Alan sudah menunjukkan sinarnya di Piala Dunia U-17 dan kini sedang berupaya menjadi pemain reguler di Palmeiras. Real Madrid dikabarkan terus memonitori perkembangannya.
  3. Getty/Goal Composite

    Ethan Ampadu

    Masih berusia 17 tahun, Ethan Ampadu ternyata mampu menunjukkan kedewasaan dan ketenangan bermain. Itulah mengapa di musim ini Ampadu menjalani debutnya bagi Chelsea dan Wales. Diboyong dari Exeter City pada musim panas lalu, Ampadu tidak membuang waktu untuk membuat publik Stamford Bridge terkesan. Ia telah beberapa kali tampil starter di ajang piala, bisa diposisikan sebagai bek hingga gelandang, dan disebut-sebut sebagai calon penerus David Luiz.
  4. Getty/Goal Composite

    Mirko Antonucci

    Berkat kerja keras Bruno Conti, AS Roma akhirnya bisa mengalahkan rivalnya Inter Milan untuk mendatangkan Mirko Antonucci. Seorang pemain sayap klasik yang nyaris tak bisa dihentikan ketika berada dalam situasi satu-lawan-satu, Antonucci sudah menjadi pujaan fans Giallorossi. Sebuah assist dalam debut seniornya kontra Sampdoria menjadi awal yang baik.

  5. Getty/Goal Composite

    Jann-Fiete Arp

    Kisah paceklik striker murni di timnas Jerman bakal segera berakhir karena mereka kini siap menyambut sang No.9 klasik. Lupakan sejenak Timo Werner, mari sambut Jann-Fiete Arp, sang pencetak gol ulung. Pemuda Hamburg ini bukan cuma predator oportunis di kotak penalti, namun juga memiliki teknik dan skill yang oke untuk beradaptasi dengan sepakbola masa kini.
  6. Getty/Goal Composite

    Ezequiel Barco

    Gelandang serang Ezequiel Barco adalah seorang pemain kecil namun punya potensi besar dengan fakta bahwa Atalanta United memboyongnya dari Independient senilai €13 juta. Terdengar seperti harga yang mahal untuk remaja 18 tahun, akan tetapi dia merupakan pemain kunci di skuat Argentina saat memenangkan Copa Sudamericana pada 2017. Seorang trequartista tetapi juga efektif di sisi lapangan, Barco merupakan seorang dirbbler brilian dengan kecepatan yang mengagumkan. Tak pelak, dia merupakan kompetitor nyata untuk menjadi salah satu bintang di MLS tahun ini.

  7. Getty/Goal Composite

    Brenner

    Terasa hanya seperti soal waktu saja sebelum sebuah klub top Eropa mengaktifkan klausul pelepasan pada kontrak Brenner bersama Sao Paulo. Meski pun baru berusia 18 tahun pada Januari lalu, striker pendukung yang tangkas, gesit dan elegan ini sudah mencetak gol di Brasileirao, Paulistao dan Copa do Brasil, juga mengepak tiga gol bagi Brasil di Piala dunia U-17 tahun lalu.
  8. Goal/Getty Composite

    Rhian Brewster

    Rhian Brewster menghadapi periode absen yang panjang setelah ditimpa keseleo pergelangan kaki dan cedera ligamen lutut Januari, namun remaja 17 tahun itu memiliki waktu untuk meningkatkan reputasinya sebagai salah satu youngster paling menggairahkan di sepakbola Inggris. Setelah mengikuti mantan pelatih Chelsea Michael Beale ke Liverpool pada usia 14 tahun, Brewster sudah mewakili The Reds di laga-laga persahabatan, juga tampil berapi-api saat mengantarkan negeranya uara Piala Dunia U-17 di India tahun lalu dengan mengepak delapan gol!
  9. Getty/Goal Composite

    Tahith Chong

    Winger Tahith Chong bukanlah seorang winger sejati. Memang produk akademi Feyenoord ini tampak mirip dengan seniornya d Belanda, Arjen Robben, dalam hal kecepatan, kecekatan dan spesialisasi melakukan cut-in dari sisi kanan untuk kemudian menembak bola dengan kaki kiri. Namun, Chong adalah sosok bertinggi badan 1,85 meter dan juga tipe pemain yang rajin. Oleh karenanya, mudah untuk memahami kenapa pemuda 18 tahun ini memikat hati Jose Mourinho atas performanya bersama Manchester United U-23 sepanjang musim ini dan hampir mendekati debut di tim utama.
  10. Getty/Goal Composite

    Facundo Colidio

    Inter harus mengeluarkan €7 juta untuk mengalahkan kompetisi dari Juventus dan Manchester City demi Facundo Colidio, namun Nerazzurri percaya ini merupakan investasi yang cerdik, dengan bomber Argentina itu telah membuat start yang bagus untuk membayar lunas harga transfernya: memenangkan Supercoppa Primavera atas Roma Januari lalu. Digadang-gadang penerus kapten Nerazzurri Mauro Icardi, nyatanya gaya bermain Colido bisa dibilang lebih mirip Gonzalo Higuain bila melihat dari segi pergerakan dan keterlibatannya saat sedang menyerang.
  11. Getty/Goal Composite

    Diogo Dalot

    Miguel Layun, bek porto yang saat ini sedang dalam peminjaman di Sevilla, tak sedikit pun meragukan seorang Diogo Dalot di dalam sebuah pertandingan. "Dia bisa menjadi fullback terbaik dunia," demikian kata anak Meksiko itu. Meski masih harus ditinjau lebih jauh lagi, potensi pemain berusia 19 tahun itu mulai mencuat dengan bintang Portugal saat juara Euro U-17 2016 itu telah menembus tim utama Porto musim ini, bahkan mampu menebar dua assist dalam dua penampilan pertamanya menghadapi Portimonense bulan lalu.
  12. Getty/Goal Composite

    Brahim Diaz

    Penunjukan Pep Guardiola sebagai bos Manchester City seolah menjadi angin segar bagi Brahim Diaz, mengingat orang Catalan itu berusaha mendatangkan attacker Malaga ini ketika si pelatih menjabat di di Barcelona. Satu-satunya perhatian Guardiola sekarang adalah melindungi pemain Spanyol U-21 itu dari para bek brutal Liga Primer. Tak hanya itu, tugas berat Pep lainnya adalah menjaganya dari kejaran Real Madrid, yang amat menginginkan jasa sang youngster.
  13. Getty/Goal Composite

    Umaro Embalo

    Masih berusia 16 tahun, Umaro Embalo adalah salah satu pemain yang didambakan di Eropa. Tak heran jika RB Leipzig berani membayar €20 juta kepada Benfica untuk sang winger ketika bursa transfer Januari lalu. Sangat mudah dipahami kenapa Embalo begitu mencuri perhatian karena dia adalah attacker gesit dengan kaki kiri yang luar biasa, yang bisa disandingkan dengan figur Angel di Maria.
  14. Getty/Goal Composite

    Willem Geubbels

    Keputusan Willem Geubbels menolak kontrak baru di Lyon memantik perang penawaran di musim panas nanti. Presiden klub Jean-Michel Aulas menuntut €70 juta untuk winger kiri elegan dengan kecepatan yang aduhai. Namun sang presiden sepertinya sulit mendapatkan besaran seperti itu lantaran kontrak Geubbels kadaluarsa pada 2019. Akan tetapi Lyon didukung oleh fakta bahwa AS Monaco jadi satu-satunya tim yang telah mengonfirmasikan ketertarikan mereka, disusul sejumlah klub lainnya meski belum terhitung sebagai pendekatan resmi.
  15. Goal/Getty Composite

    Angel Gomes

    Nani sudah lama memuji Angel Gomes sebagai "bintang selanjutnya" Manchester United dan perlu dicatat ketika pemai bernomor 10 itu membuat debut di tim utama pada usia 16 tahun Mei lalu, dia menjadi pemain termuda di klub sejak sosok legendaris Duncan Edwards. Gomes menandatangani kontrak profesional bersama The Red Devils Desember lalu, sebulan setelah mencetak sepasang gol saat Inggris menjuarai Piala Dunai U-17.
  16. Getty/Goal Composite

    Sergio Gomez

    Barcelona terpukul dengan keputusan Sergio Gomez untuk hengkang dan bergabung ke Borussia Dortmund pada Januari, mengingat performanya dengan memenangi Bola Perak untuk Spanyol di Piala Dunia U-17 hanya dua bulan sebelumnya. Pemain nomor 10 serbabisa yang juga mampu bermain di sayap, pemain berusia 17 tahun itu nyaris terlihat cepat dengan bola ketika ia tanpa itu, sedangkan teknik indahnya membuat dirinya dianggap sebagai pengganti yang ideal untuk Andres Iniesta di Camp Nou hingga BVB bersedia membayar klausul buy-out senilai €3 juta.
  17. Getty/Goal Composite

    Amine Gouiri

    Setelah mendapat bayaran yang besar dengan penjualan Karim Benzema dan Alexandre Lacazette, Lyon yakin tidak akan terlalu lama adanya tawaran yang massif untuk pemain sensasional, Amine Gouiri. Sang topskor di Kejuaraan Eropa U-17 pada tahun lalu di Kroasia, pemain berusia 18 tahun itu sudah melakoni penampilan yang pertama di Ligue 1 dan Liga Europa, yang membuat terkesan para pencari bakat dari seluruh benua dengan mobilitas, pergerakan, dan tekniknya.
  18. Getty/Goal Composite

    Kai Havertz

    Kai Havertz baru berusia 18 tahun, namun ia bermain secara reguler bersama Bayer Leverkusen dengan lebih dari 50 penampilan senior. Dengan teknik, visi, fleksibilitas, dan tinggi badan (1,88 meter), gelandang serang asal Jerman U-19 itu disebut sebagai penghubung antara Mesut Ozil dan Mchael Ballack, dan Liverpool memantau dirinya berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir.
  19. Getty/Goal Composite

    Juan Camilo Hernandez

    Juan Camilo Hernandez belum tampil satu kali pun untuk klub induknya, Watford, tapi ia sudah memberi pengaruh yang besar di klub Divisi Segunda Spanyol, Huesca, di mana ia sudah dalam jumlah yang ganda untuk musim 2017/18. Pemain dengan tipe nomor 9 yang juga nyaman dengan posisi sayap, ‘Cucho’ sudah dibandingkan dengan Alexis Sanchez karena kecepatan, kesukaran, kekuatan, dan kedinamisannya.
  20. Getty/Goal Composite

    Alexander Isak

    Alexander Isak belum mengalami tuntutan terkait kepindahannya senilai €9 juta ke Borussia Dortmund pada Januari tahun lalu, tapi ia masih berusia 18 tahun dan potensi besarnya tidak diragukan lagi. Ditambah, sang striker asal Swedia, yang sudah memiliki caps di level senior, menghabiskan tahun pertamanya di Signal Iduna Park untuk mempelajari pergerakan mantan bintang BVB,  Pierre-Emerick Aubameyang. Ini hanya masalah waktu sebelum kerja keras terbayar. 
  21. Getty/Goal Composite

    Moise Kean

    Meski sempat harus berjuang di Verona, Moise Kean kini dianggap sebagai harapan terbaik klub untuk berjuang dari degradasi, seperti ditandai dengan dua golnya baru-baru ini dalam kemenangan 4-1 di Fiorentina. Juventus tentunya tidak lebih senang dengan kondisi striker—yang baru berusia 19 tahun pada Februari—telah bermain untuk klub yang berjuang dari degradasi dan kini lebih percaya diri ketimbang sebelumnya kalau Kean bisa menjadi pemain reguler bersama Bianconeri.
  22. Getty/Goal Composite

    Takefusa Kubo

    Takefusa Kubo punya wajah dan fisik anak kecil, yang sangat mengejutkan, dengan baru 16 tahun, tapi ia bermain dan membaca permainan seperti seorang veteran. Bakat hebatnya sudah terlihat bertahun-tahun, dengan Barcelona telah merekrut dia pada 2011, namun dipaksa oleh FIFA untuk melepaskannya pada 2015 setelah ditemukan kalau mereka telah melanggar peraturan transfer terkait kepindahan pemain U-18 itu. Hanya persoalan waktu sebelum sang gelandang serang kembali ke Eropa, meski sudah menjadi pemain paling muda yang pernah tampil dan mencetak gol di J.League.
  23. Getty/Goal Composite

    Alban Lafont

    Hal yang paling luar biasa tentang Alban Lafont, ‘Donnarumma-nya Prancis’, adalah bahwa kiper nomor satu Toulouse itu sesungguhnya sudah menghadapi semua tuntutan terhadap dirinya sejak ia menjadi kiper paling muda yang pernah bermain di Ligue 1, pada 2015, di usia 16 tahun dan 310 hari. Kini, hanya persoalan waktu sebelum pemain timnas Prancis U-20 kelahiran Burkina Faso itu dipantau salah satu klub top Eropa, dengan Arsenal berharap pada fakta kalau Lafont pernah menjadi anak kecil fans The Gunners akan menentukan peluang dalam perburuan tanda tangan sang pemain.
  24. Getty/Goal Composite

    Diego Lainez

    Sebagai pemain nomor 10 dengan ada tongkat sihir di kaki kirinya, tidak dipungkiri kalau Diego Lainez akan dijuluki sebagai ‘Messi-nya Meksiko’ dengan momen debut dia bersama Club America di usia 16 tahun. Dengan senang, pelatih Miguel Herrera memasang sang gelandang serang untuk mengurangi tekanan di pundaknya, namun Lainez sudah menarik perhatian para pencari bakat Eropa dengan gerak kakinya yang lincah sehingga ia bisa mengatasi penjagaan pemain lawan dengan mudah.
  25. Getty/Goal Composite

    Rafael Leao

    Permata terbaru yang ditemukan oleh akademi muda Sporting, Rafael Leao adalah penyerang yang kuat, cerdas, dan terampil dengan kecepatan yang luar biasa. Dengan pemain berusia 18 tahun itu baru saja mencetak gol pertamanya untuk klub, di pertandingan ketiganya di Primera Liga, Sporting kini berjuang untuk meningkatkan klausul buy-out dari €45 juta menjadi €100 juta demi menangkis ketertarikan dari klub lain.
  26. Getty/Goal Composite

    Lincoln

    Lincoln dan Vinicius Junior tidak dapat dipisiahkan sejak mereka diduetkan pertama kali di tim junior Flamengo dan pemain kelahiran Serra itu mengikuti jejak rekannya dengan pindah ke Eropa dalam waktu dekat. Penyelesai ulung dengan pergerakan mengesankan, Lincoln mencetak gol di tiga laga Brasil di babak grup pada Piala Dunia U-17, namun dia juga dikenal sebagai pemain yang tidak serakah dan memiliki kesadaran tinggi akan orang-orang di sekitarnya.
  27. Goal/Getty Composite

    Myziane Maolida

    Alexandre Lacazette pernah berkata tentang Myziane Maolida, “Dia sedikit mirip saya namun punya lebih banyak kualitas ketimbang saya di usia yang sama!” Pemuda 19 tahun itu jelas merupakan bakat luar biasa. Dia itu cepat, secara teknik kuat dan bisa bermain di posisi striker maupun sayap, dan telah tampil reguler bersama Lyon musim ini, baik itu di ajang domestik dan Eropa, yang sekaligus menggarisbawahi bahwa ia dipandang tinggi oleh pelatih Bruno Genesio.
  28. Getty/Goal Composite

    Gonzalo Maroni

    Gonzalo Maroni punya setiap peluang untuk mengikuti jejak idolanya dan mantan produk akademi Instituto de Cordoba yakni Paulo Dybala dengan pindah ke Eropa. Didatangkan Boca Juniors pada 2016, gelandang serang berkelas ini masih belum menahbiskan namanya sebagai reguler di Bombonera – itu karena pelatih Barros Schelotto memakai sistem 4-3-3 – namun dia sudah sering dibandingkan dengan Pablo Aimar berkat gaya elegannya dan visinya yang cemerlang.
  29. Getty/Goal Composite

    Jordi Mboula

    Sektor akademi Barcelona mendapat pukulan lain ketika Jordi Mboula hengkang di musim panas lalu ke Monte Carlo, setelah Monaco menebus klausul kontraknya senilai €3 juta. Mboula sampai saat ini belum berhasil menembus tim utama arahan Leonardo Jardim, namun dia pantas dianggap sebagai rekrutan yang sangat berharga, mengingat ia bisa bermain di sektor sayap lewat kecepatan dan peragaan triknya, serta sama efektifnya ketika tampil di depan dan itu terbukti dengan statusnya sebagai topskor di ajang UEFA Youth League pada 2016/17.
  30. Getty/Goal Composite

    Mason Mount

    Salah satu kisah terbesar akademi Chelsea, Mason Mount kini bersinar di Vitesse yang merupakan klub satelit, dengan ia mencetak assist yang sama banyaknya dengan jumlah gol. Meski kerap dipakai sebagai gelandang melebar di Belanda, Mount adalah pemain No. 10 dan di posisi favoritnya itu dia menginspirasi Inggris U-19 menjuarai kejuaraan Eropa musim panas lalu dengan meraih gelar Pemain Terbaik turnamen.
  31. Goal/Getty Composite

    Reiss Nelson

    Arsenal begitu ngotot untuk membujuk Reiss Nelson meneken kontrak baru, dengan kontraknya saat ini berlaku hingga 2019. Memiliki skill dribel mumpuni, winger lincah berusia 19 tahun ini sudah menembus tim utama arahan Arsene Wenger, dengan tampil mengesankan dalam kemenangan atas Chelsea di Community Shield di awal musim sebelum mencatatkan debut di Liga Europa, Piala Liga, Piala FA dan kemudian, pada Januari, di Liga Primer Inggris.
  32. Getty/Goal Composite

    Edward Nketiah

    Dilepas Chelsea pada 2015, kerugian The Blues terbukti menjadi keuntungan buat Arsenal. Eddie Nketiah sudah membuktikan diri dengan mencetak brace dalam kemenangan atas Norwich City di Piala Liga pada November, dengan gol pertamanya untuk klub datang di detik ke-15 setelah dimasukkan sebagai pemain pengganti. Pemuda berusia 18 tahun itu digadang-gadang bakal meraih hal yang lebih besar oleh idolanya, yang tak lain merupakan legenda Arsenal Thierry Henry.
  33. Getty/Goal Composite

    Paulinho

    Pemain paling menarik yang muncul dari akademi Vasco da Gama setelah Philippe Coutinho, Paulinho sudah menjadi bagian dari tim utama, sebagaimana dia adalah debutan termuda dalam sejarah klub, setelah mencatatkan penampilan profesional pertamanya dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17. Paulinho lebih sering bermain di sektor sayap kanan namun sama efektifnya ketika dimainkan sebagai trequartista atau penyerang lubang. Dia juga sering mencetak gol penting, dengan pernah mengemas gol kemenangan untuk Brasil saat melawan Spanyol dan Jerman di Piala Dunia U-17 pada tahun lalu.
  34. Getty/Goal Composite

    Pietro Pellegri

    Monaco membuat banyak dahi berkernyit pada Januari kemarin ketika mereka mengeluarkan uang sebesar €25 juta untuk Pietro Pellegri, yang baru memasuki usia 17 tahun di awal bulan ini. Meski begitu, setelah menahbiskan namanya sebagai salah satu debutan termuda dalam sejarah Serie A, sang penyerang kemudian melewati rekor Silvio Piola sebagai pemain termuda yang mencetak dua gol dalam satu laga di kompetisi teratas Italia ketika melawan Lazio pada September lalu. Hal-hal besar kini diharapkan dari penyerang Italia itu, yang kerap dibanding-bandingkan dengan idolanya, Zlatan Ibrahimovic.
  35. Getty/Goal Composite

    Maximiliano Romero

    Cedera lutut serius pada 2015 silam mungkin membuat kepindahannya ke Arsenal batal namun Maximiliano Romero kini lebih baik dari sebelumnya, dengan performa gemilangnya bersama Velez Sarsfield membuat PSV menebusnya di angka €8 juta pada Januari kemarin. Penyerang kuat nan bertenaga dalam duel udara ini punya segala hal yang dibutuhkan untuk membuat impak besar di Eredivisie, ketika nanti akan resmi hijrah ke Eindhoven pada musim panas mendatang.
  36. Goal/Getty Composite

    Abel Ruiz

    Tak berlebihan Abel Ruiz digadang-gadang sebagai calon striker andalan Spanyol di masa depan. Pasalnya, penyerang Barcelona B ini telah menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya di level U-17. Ia memang belum begitu produktif di Divisi Segunda, tetapi Blaugrana menaruh keyakinan pada talentanya dan tengah berupaya memperbaharui kontrak produk akademi Valencia ini.
  37. Getty/Goal Composite

    Jadon Sancho

    Wajar bos Manchester City Pep Guardiola kesal lantaran kalah bersaing dengan Borussia Dortmund untuk mendapatkan Jadon Sancho – yang disebutnya “talenta besar”. Dana €8 juta yang dikeluarkan BVB terasa murah mengingat status winger 18 tahun ini sebagai salah satu bakat terbaik yang pernah diproduksi Inggris. Sancho dinobatkan pemain terbaik turnamen di Piala Eropa U-17 tahun lalu dan telah menunjukkan performa impresif di tim utama Dortmund.
  38. Getty/Goal Composite

    Malang Sarr

    Malang Sarr mengalami momen naik dan turun sejak menembus skuat senior Nice dua tahun silam, tapi pasang surut performa wajar terjadi buat remaja yang baru berulang tahun ke-19 Januari lalu. Kerap dibanding-bandingkan dengan Samuel Umtiti karena kekuatan tubuh, keunggulan di udara, dan kemampuannya menguasai bola, bek Prancis U-21 ini juga serbabisa dan cukup cepat untuk bermain sebagai bek kiri. Tidak mengejutkan jika seluruh klub top Eropa memendam minat dan memonitor perkembangannya.
  39. Getty/Goal Composite

    Ryan Sessegnon

    Hanya masalah waktu bagi Ryan Sessegnon untuk meninggalkan Fulham dan bergabung dengan salah satu klub besar Inggris. Namun, akan dibutuhkan bujet tidak sedikit untuk mengangkutnya dari Craven Cottage menilik performa eksplosifnya di Divisi Championship musim ini, baik itu saat diplot sebagai bek sayap maupun winger. Dengan kecepatan, teknik, versatilitas, dan kaki kiri yang kuat, tak heran pemain belia 17 tahun ini disebut-sebut sebagai ‘The new Gareth Bale’.
  40. Getty/Goal Composite

    Mile Svilar

    Debut Mile Svilar di Liga Champions, menghadapi Manchester United, berakhir dengan kesalahan fatal tapi pada titik tersebut remaja 18 tahun ini telah cukup membuktikan mengapa Benfica memberinya kesempatan turun untuk menjadi kiper termuda sepanjang masa yang berlaga di turnamen termasyhur Eropa. Lebih lanjut, ia menyelamatkan penalti pada leg kedua di Old Trafford, mengundang pujian dari Jose Mourinho yang mengklaim pemain internasional Belgia U-19 ini ditakdirkan menjadi “salah satu kiper terbaik di Eropa”.
  41. Getty/Goal Composite

    Timothy Tillman

    Timothy Tillman adalah salah satu talenta belia paling diminati di jagat sepakbola. Barcelona berusaha menggaetnya tahun lalu tapi Bayern Munich menolak melego gelandang serang berbakat yang mereka akusisi dari Greuther Furth pada 2015 seharga €500 ribu ini. Di level internasional, meski sebelumnya telah membela skuat junior Jerman di berbagai kategori usia, pemuda 19 tahun ini siap berpaling ke timnas Amerika Serikat, negara ayahnya.
  42. Getty/Goal Composite

    Ferran Torres

    Bergabung dengan akademi Valencia sejak usia enam tahun, Ferran Torres kini menjadi langganan starter untuk skuat senior, dengan pelatih Marcelino melabeli mencuatnya sayap kanan elegan ini sebagai sebuah “berkah”. Los Che menyadari mereka memiliki bintang potensial dalam tim sehingga memagarinya dengan meningkatkan klausul pelepasan youngster 18 tahun ini menjadi €25 juta seturut merebaknya spekulasi ketertarikan dari Real Madrid dan Barcelona.
  43. Getty/Goal Composite

    Timothy Weah

    Timothy Weah mesti memikul beban menyandang nama belakang legendaris, tapi dari yang kita lihat sejauh ini, penyerang 18 tahun ini mempunyai talenta maupun temperamen yang memadai untuk menangani perbandingan konstan dengan sang ayah, George. Kendati secara fisik tidak sekuat eks bintang AC Milan itu, Timothy memiliki naluri mencetak gol dan kecepatan tinggi seperti bapaknya. Memilih untuk memperkuat timnas Amerika Serikat, tempatnya lahir dan tumbuh, Weah mencetak hat-trick di Piala Dunia U-17 pada Desember lalu sebelum melakoni debut untuk PSG pada awal Maret.
  44. Getty/Goal Composite

    Ben Woodburn

    Setelah menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Liverpool pada 2016, musim ini Ben Woodburn lebih sulit meraih kesempatan tampil, tapi itu lebih dikarenakan kemapanan trio utama di lini depan tim Jurgen Klopp hampir mustahil digoyang. Nyatanya, kemampuan Woodburn dinilai tinggi di Melwood, terbukti dengan keputusan Steven Gerrard menunjuknya mengapteni skuat U-19. Selain itu, penyerang multifungsi yang juga dapat berperan sebagai winger, No. 10, maupun striker ortodoks ini sudah berstatus penggawa reguler di timnas Wales, setelah menandai debut internasionalnya dengan gol krusial ke gawang Austria pada September.
  45. Getty/Goal Composite

    Dan-Axel Zagadou

    Borussia Dortmund ibarat ketiban durian runtuh saat berhasil mengalahkan sederet klub elite Eropa untuk memboyong Dan-Axel Zagadou secara cuma-cuma dari Paris Saint-Germain musim panas tahun lalu. Seorang bek tengah yang jangkung dan berperawakan kuat dengan jiwa kepemimpinan hebat – saat ini ia menyandang ban kapten Prancis U-19 – pemuda 18 tahun ini juga merupakan pemain serbabisa, telah beberapa kali mengkover posisi bek kiri untuk skuat senior BVB musim ini.
  46. Getty/Goal Composite

    5. Phil Foden

    Hanya sedikit orang yang punya kemampuan menilai bakat pemain seperti halnya Pep Guardiola. Dan manajer Manchester City itu sudah mendeskripsikan Phil Foden sebagai “sebuah karunia” dari hasil binaan akademi klub. Foden telah membuat Guardiola terkesan sejak pramusim lalu dan pemain tengah serbabisa ini terus memamerkan kemampuannya di Liga Primer dan Liga Champions. Pada November lalu di India, ia sanggup menginspirasi keberhasilan Inggris U-17 menjadi kampiun Piala Dunia.

  47. Getty/Goal Composite

    4. Matthijs De Ligt

    Debut Matthijs De Ligt bersama Belanda saat menghadapi Bulgaria barangkali tidak berjalan sesuai rencana, namun bintang muda Ajax ini dijamin bakal tetap menjadi andalan Oranje selama satu dekade ke depan. Sosok pemimpin sejati dan jago mengumpan, De Ligt banyak dipandang sebagai bek tengah dengan prospek paling menarik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak heran, bek 18 tahun dengan fisik dan teknik mumpuni ini sudah lekat dipantau oleh Barcelona. 
  48. Getty/Goal Composite

    3. Vinicius Junior

    Setelah bersinar bersama Brasil di Kejuaraan Amerika Selatan U-17, Vinicius Junior langsung berstatus sebagai pemain 16 tahun termahal sepanjang masa ketika Real Madrid sepakat membayar €45 juta kepada Flamengo pada Mei lalu. Kendati baru melakoni debut profesional bersama Flamengo 10 hari sebelum transfer itu, Vinicius sudah terlihat sebagai rekrutan top. Ia memiliki statistik yang lebih baik ketimbang Neymar di usia yang sama. Madrid dipastikan tidak sabar untuk menyambut kedatangannya di Santiago Bernabeu pada musim panas 2019 nanti.

  49. Getty/Goal Composite

    2. Gianluigi Donnarumma

    Inilah sang pemenang NxGn 2017. Gianluigi Donnarumma baru saja menjalani momen sulit di luar lapangan, namun ia tetap kalem seperti biasa, terbukti dengan keberhasilannya masuk daftar centurion AC Milan dan juga menembus skuat Italia. Sejak melakoni debut senior di usia 16 tahun, Donnarumma terus tampil memukau dengan ketenangan dan kedewasaannya. Kisruh isu transfer yang dihembuskan Mino Raiola memang mengganggu, tapi itu justru memperkuat statusnya sebagai “the new Gigi Buffon”.

  50. Getty/Goal composite

    1. Justin Kluivert

    “Justin Kluivert seperti Neymar!” Ronald de Boer tidak sendirian dalam menyuarakan antusiasmenya terhadap potensi anak kandung dari Patrick Kluivert ini. Winger Ajax ini memang sedang meniti karier menjadi seorang megabintang. Mino Raiola dipastikan berjingkrak kegirangan karena berhasil mewakili sosok bertalenta yang baru saja dipanggil timnas Belanda ini. Kluivert boleh saja terikat kontrak dengan Ajax hingga 2019. Namun dengan bekal skill menawan dan kecepatan supersonik, Kluivert tampaknya akan mengikuti jejak sang ayah untuk bergabung dengan setidaknya satu klub elite Eropa.