NXGN

  1. Mengapa Madrid memecahkan rekor dunia untuk pemain wanita demi merekrut remaja asal Swedia

    Khadija Shaw adalah salah satu penyerang tengah terbaik di dunia sepak bola wanita, jika bukan yang terbaik. Sebagai pemenang Sepatu Emas Liga Super Wanita tiga kali berturut-turut, serta pencetak gol terbanyak dibandingkan pemain lain di lima liga teratas Eropa sejak kepindahannya ke Manchester City pada 2021, tak heran jika Chelsea berusaha memboyongnya ke London Barat saat kontraknya mendekati masa berakhir pada musim panas ini. Namun, ketika semakin jelas bahwa The Blues akan kehilangan Shaw, hal ini menunjukkan betapa hebatnya Felicia Schroder sehingga remaja asal Swedia itu menjadi pilihan berikutnya dalam daftar incaran mereka.

  2. Lamine Yamal & Lionel Messi: Dari bak mandi bayi hingga pertarungan untuk gelar GOAT?

    Dia benar-benar melakukannya lagi! Setahun setelah menjadi pemain pertama yang memenangkan NXGN dua kali, Lamine Yamal kembali menduduki peringkat teratas dalam daftar tahunan GOAL untuk pemain remaja terbaik di dunia sepak bola, untuk ketiga kalinya berturut-turut. Hasil pemungutan suara tahun 2026 ini pun memang sudah tak diragukan lagi. Yamal bukan lagi sekadar pemain muda paling berbakat di dunia sepak bola saat ini. Dia juga pemain paling berbakat di dunia sepak bola, titik.

  1. Mengapa Pitarch bisa menjadi solusi jangka panjang bagi Madrid di posisi gelandang bertahan

    Ketika Alvaro Arbeloa mengambil alih Real Madrid setelah pemecatan Xabi Alonso, ia menegaskan bahwa para pemain muda akan memainkan peran penting dalam masa kepelatihannya. Memang, ia memiliki banyak pemain berbakat kelas dunia yang mahal untuk dipilih, tetapi Arbeloa, yang pernah melatih di akademi, meyakini bahwa banyak pemain remaja yang mampu memberikan kontribusi signifikan di tim utama.

  2. Pemain muda Roma seharga €25 juta yang sering disamakan dengan Osimhen

    Perekrutan Robinio Vaz dari Marseille oleh Roma pada 14 Januari dianggap sebagai langkah jitu bagi klub Serie A tersebut. Pemain asal Prancis itu baru berusia 18 tahun saat transfer senilai €25 juta (£21,5 juta/$29 juta) dari Stade Velodrome ke Stadio Olimpico, dengan Lamine Yamal sebagai satu-satunya pemain yang lebih muda dari Vaz yang telah mencetak setidaknya empat gol di liga-liga 'Lima Besar' Eropa musim ini hingga saat itu.

  3. Mengapa Bayern dan klub lain memantau remaja bertubuh jangkung Anderlecht

    Nathan De Cat adalah bintang baru yang muncul dari Belgia - baik secara harfiah maupun kiasan. Di usia 17 tahun, gelandang ini sudah memiliki tinggi badan yang menjulang, yaitu enam kaki tiga inci - dan dia masih memiliki banyak ruang untuk tumbuh. Sebagai permata terbaru yang muncul dari sistem pemuda Anderlecht yang terkenal, tinggi badannya bukanlah satu-satunya alasan dia menarik perhatian klub-klub elit Eropa.

  4. Kapten masa depan Spurs yang dapat membantu mengatasi krisis saat ini.

    Untuk klub sebesar Tottenham, akademi mereka belum menghasilkan banyak lulusan sukses sejak awal abad ke-21. Tentu saja, Harry Kane adalah nama yang menonjol dan akan menjadi contoh terbaik dari sistem pemuda mana pun, tetapi di luar dia, pilihan yang tersedia sangat terbatas. Daftar lengkap alumni aktif dari akademi Spurs yang kemudian bermain untuk tim utama adalah sebagai berikut: Kane, Harry Winks, Oliver Skipp, Kyle Walker-Peters, Andros Townsend, Troy Parrott, Nabil Bentaleb, Massimo Luongo, Maksim Paskotsi, Milos Veljkovic, Anthony Georgiou, dan Cameron Carter-Vickers.

  5. 'Haaland Brasil' yang bermimpi bermain untuk City

    Mereka bilang jangan pernah bertemu dengan idola kamu, tapi Dell, remaja jenius Brasil, mungkin tidak setuju. Penyerang tim Bahia dan Brasil U-17 ini telah mengidolakan Erling Haaland sejak kecil, jadi bayangkan betapa senangnya dia ketika, suatu hari dalam latihan, dia menerima pesan video dari penyerang Manchester City tersebut.

  6. Tylel Tati: The Next Leny Yoro? Kenapa MU & PSG Melirik MONSTER Nantes Ini

    Dari Ibrahima Konate yang juara Liga Inggris bersama Liverpool, William Saliba yang menjadi fondasi kebangkitan Arsenal sampai puncak klasemen, hingga Leny Yoro yang hijrah dengan banderol mahal ke Manchester United—bek tengah Prancis sedang perkasa-perkasanya di EPL. Kini, perburuan bek ajaib Les Bleus berikutnya pun dimulai, dengan klub-klub elite Inggris dan Eropa memusatkan perhatian pada satu nama: Tylel Tati.

  7. Permata Terbaru La Masia Barca Yang Siap Ikuti Jejak Iniesta

    Akademi La Masia Barcelona yang terkenal telah lama menjadi incaran setiap klub top lainnya di Eropa, dan itu bukan tanpa alasan. Akademi ini telah melahirkan puluhan legenda selama 46 tahun terakhir, dari Pep Guardiola dan Albert Ferrer, hingga Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Setiap generasi menghasilkan banyak superstar, dengan Lamine Yamal memimpin generasi saat ini setelah muncul di panggung profesional pada usia 15 tahun.

  8. Mengapa MU Ngebet Angkut 'Isak Mini'?

    Swedia memiliki sejarah modern yang membanggakan dalam menghasilkan penyerang elit, dari Henrik Larsson dan Zlatan Ibrahimovic, hingga Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Jika hype terkini dipercaya, maka Kevin Filling yang berusia 16 tahun adalah sensasi terbaru dari barisan bakat tersebut, dan prospek AIK ini sudah dikaitkan dengan transfer ke salah satu klub besar di Liga Premier.

  9. 'Gascoigne Baru' Milik Spurs Yang Hobi Cetak Gol Dari Jarak 40 Meter

    Sesaat sebelum pandemi virus corona memaksa dunia melakukan karantina wilayah pada Desember 2019, Tottenham merekam dan merilis video para pemain tim utama mereka mengantar anak-anak akademi ke tempat latihan. Lucas Moura mengejutkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan kehadirannya saat mereka mengendarai mobil. Di sepanjang perjalanan, pemain internasional Brasil itu menyampaikan beberapa kata bijak untuk anak itu.

  10. Rayan Vitor: Sensasi Remaja Brasil Masuk Radar Barca, Arsenal, & Liverpool

    Sensasi muda Vasco da Gama, Rayan Vitor, sudah memasuki musim ketiganya di level senior—padahal ia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-19 pada 3 Agustus lalu. Sebuah pencapaian yang jarang terjadi, bahkan di kompetisi seketat Serie A Brasil, juga di liga papan atas dunia lainnya. Perjalanan Rayan kian mencolok di tengah periode penuh gejolak dalam sejarah Vasco. Klub legendaris asal Rio de Janeiro itu masih diliputi ketidakpastian finansial sejak para petinggi dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat, 777 Partners, didepak dari jajaran direksi pada Mei 2024.