Goal 50 2020: Inilah 50 Pemain Terbaik Dunia Tahun Ini!

Komentar()
Lewandowski Messi Harder Goal 50 HP
Goal
Setelah melakukan voting global melibatkan 38 edisi, Goal dengan bangga mempersembahkan daftar 25 pemain terbaik pria dan 25 wanita musim 2019/20.

Daftar lengkap
  1. 25. Paulo Dybala @man

    25. Paulo Dybala

    Pada musim panas 2019, Paulo Dybala nyaris hengkang dari Juventus dan bahkan telah merekam video perpisahan untuk fans Bianconeri yang sangat mencintainya.

    Sekarang, dia diyakini akan menandatangani kontrak baru dengan klub, mengingatkan semua di Turin tentang betapa penting perannya dalam keberhasilan Si Nyonya Tua meraih sembilan Scudetto secara beruntun.

    Dybala, yang mencetak 17 gol di semua ajang, dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A, meski sayangnya tak bisa membantu Juventus melewati adangan Lyon di Liga Champions karena baru pulih dari cedera sehingga tidak mampu bermain penuh di leg kedua.

  2. 25. Cristiana Girelli @woman

    25. Cristiana Girelli

    Setelah menjadi terkenal di seluruh Italia karena mencetak hat-trick di Piala Dunia musim panas lalu, Critiana Girelli mempertahankan reputasinya sebagai pencetak gol ulung pada 2019/20.

    Mencetak 16 gol dalam 16 pertandingan Serie A, pemain berusia 30 tahun tersebut membantu Juventus memenangkan gelar juara dan ia sendiri memuncaki daftar top skor.

    Girelli juga mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Juve atas Fiorentina di Piala Super Italia dan tampil konsisten bersama timnas sepanjang tahun, ia hanya gagal mencetak gol pada satu laga dalam tujuh pertandingan bersama Italia.

  3. 24. Jadon Sancho @man

    24. Jadon Sancho

    Bintang Borussia Dortmund dan Portugal Raphael Guerreiro mengatakan Jadon Sancho memiliki kemampuan untuk “menjadi sebagus Cristiano Ronaldo, bahkan lebih baik suatu hari nanti.”

    Mudah memahami mengapa Sancho mendapat pujian yang begitu tinggi.

    Pada usia 20 tahun, sang winger sudah menjadi pemain reguler di timnas Inggris, menampilkan permainan brilian di Bundesliga Jerman sejak bergabung ke Dortmund dari Manchester City pada 2017.

    Musim lalu, Sancho mencetak 20 gol, dan memberi 19 assist, menahbiskan statusnya sebagai salah satu pemain muda terbaik di dunia.

  4. 24. Asisat Oshoala @woman

    24. Asisat Oshoala 

    Ketika berbicara mengenai pergerakan tanpa bola dan kemampuan berada di tempat yang tepat, Asisat Oshoala adalah sosok yang sempurna.

    Salah satu hal yang paling menarik adalah pemain berusia 26 tahun itu masih bisa meningkatkan level penyelesaian dan menjadi lebih buas di depan gawang.

    “Dia memiliki kecepatan dan kekuatan yang sulit ditemukan dalam pemain manapun di negeri ini,” ujar pelatih Barcelona Lluis Cortes setelah mempermanenkan status pemain asal Nigeria tersebut.

    Dengan 20 gol dalam 19 pertandingan, perekrutan tersebut terbukti memberi dampak besar, membantu Barca meraih gelar juara perdana sejak 2015.

  5. 23. Jordan Henderson @man

    23. Jordan Henderson

    Pada Januari lalu, Jurgen Klopp mengatakan, “Jika seseorang tidak melihat kualitas Jordan Henderson, saya tidak bisa membantu mereka.” Syukurlah, kapten Liverpool tersebut kini mendapatkan apresiasi global yang layak ia dapatkan sejak lama.

    Setelah menginspirasi The Reds memenangkan Piala Dunia Antarklub perdana pada Desember lalu, Jorge Jesus melabeli Henderson sebagai “pemain terbaik dunia dalam posisinya.”

    Sang gelandang kemudian dipilih sebagai pemain terbaik versi FWA atas perannya mengantar Liverpool meraih gelar juara Liga Primer Inggris.

    Dengan rendah hati, dia memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setimnya, tetapi sudah tiada lagi keraguan bahwa Henderson memiliki kualitas yang sangat besar sebagai pemain dan juga sebagai pemimpin.

  6. 23. Marie-Antoinette Katoto @woman

    23. Marie-Antoinette Katoto

    Keputusan Corinne Diacre untuk tidak memasukkan Marie-Antoinette Katoto dalam skuad Prancis untuk Piala Dunia Wanita musim panas lalu membuat banyak pihak heran, karena bintang PSG tersebut menjadi top skor di Prancis dengan 22 gol dalam 20 pertandingan.

    Musim lalu, dia membuktikan bahwa dia bukanlah bintang musiman, dengan kembali menjadi top skor usai encetak 16 gol dalam jumlah pertandingan yang sama.

    Pemain berusia 22 tahun itu terbukti menjadi salah satu penyerang muda paling menjanjikan di sepakbola, dengan golnya ke gawang Arsenal pada perempat-final Liga Champions semakin membesarkan namanya.

    PSG kalah dari Lyon dalam semua perebutan trofi pada 2019/20, tetapi musim Katoto dilihat dari sisi individu tidak bisa diabaikan.

  7. 22. Bruno Fernandes @man

    22. Bruno Fernandes

    Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, secara terbuka mengaku bahwa ia tidak menyangka Bruno Fernandes bisa beradaptasi begitu cepat di Liga Primer Inggris.

    Pemain timnas Portugal itu tiba di Old Trafford dari Sporting Lisbon senilai €55 juta (£49 juta/$65 juta). Angka yang sebetulnya bisa menjadi tekanan tersendiri bagi sang gelandang serang dalam menemukan performa ideal. Aman dikatakan, ketakutan itu tidak pernah terlihat.

    Fernandes memberikan dampak instan untuk Man United. Ia menambahkan dimensi baru untuk tim arahan Ole Gunnar Solskjaer. Walhasil, Setan Merah pun sukses mengamankan kembali tiket ke Liga Champions berkat sumbangan 12 gol dan delapan assist Bruno hanya dalam 22 pertandingan.

  8. 22. Jennifer Hermoso @woman

    22. Jennifer Hermoso

    Hermoso mencetak 24 gol dalam 28 laga untuk Atletico Madrid di Divisi Primera musim 2018/19 sekaligus membantu timnya meraih gelar liga. Pencapaian spesial bagi Hermoso yang kembali memuncaki daftar topskor musim lalu bersama Barcelona. Hermoso terlalu keren.

    Pindah ke Barcelona pada musim panas 2019/20, Hermoso mencetak 23 gol hanya dalam 19 pertandingan! Ia lagi-lagi finis sebagai pencetak gol terbanyak di liga untuk tahun kedua secara beruntun dan membantu Barca memenangkan gelar pertama mereka dalam lima tahun terakhir.

    Menyabet empat Sepatu Emas dalam rentang lima tahun, rasanya tidak ada pencetak gol yang lebih alami di Spanyol ketimbang penyerang berusia 30 tahun itu.

  9. 21. Manuel Neuer @man

    21. Manuel Neuer

    Manuel Neuer membantu mendefinisikan kembali peran seorang penjaga gawang, tetapi dia agak meragukan dalam beberapa tahun terakhir.

    Statusnya sebagai kiper utama timnas Jerman berada di bawah tekanan kuat dari Marc-Andre ter Stegen. Sementara Bayern Munich telah mengamankan jasa Alexander Nubel dari Schalke sejak Januari lalu untuk menantang pemilik jersey No.1 di Allianz Arena itu.

    Akan tetapi, Neuer meresponsnya dengan menakjubkan. Ia membantu Bayern meraih treble! Pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, memuji kiper berusia 34 tahun itu sebagai individu yang “membawa gaya bermain penjaga gawang ke level baru” dengan aksi heroiknya di final Liga Champions.

  10. 21. Eugenie Le Sommer @woman

    21. Eugenie Le Sommer

    Eugenie Le Sommer tidak dalam kondisi terbaiknya tahun lalu karena sejumlah cedera minor. Tapi terlepas dari itu, angka yang dia hasilkan menunjukkan kapasitas kelas dunianya.

    Penyerang Lyon itu mencetak lima gol dan dua assist di Divisi Utama Feminine Prancis, meskipun hanya menjadi starter dalam sembilan pertandingan.

    Di Liga Champions, dia mencetak lima gol dan tiga assist hanya dalam enam penampilan, bahkan mencetak gol di final saat Lyon mengalahkan Wolfsburg 3-1.

    Meski bukan dalam tahun terbaiknya, tambahan empat trofi sekaligus yang ia menangkan bersama Lyon pada musim 2019/20 tetap masih cukup bagus untuk Le Sommer.

  11. 20. Alphonso Davies @man

    20. Alphonso Davies

    Joshua Kimmich mengaku “nyaris malu" untuk merayakan gol dari assist luar biasa Alphonso Davies dalam kemenangan Bayern Munich atas Barcelona dengan skor 8-2 pada perempat-final Liga Champions.

    Itu sebetulnya gol milik Davies. Pemain asal Kanada itu membuat warganet terpesona dengan keterampilan, cara dia memamerkan gerak kaki yang indah, dan kecepatan intens yang benar-benar memperdaya Nelson Semedo.

    Ini bukan kali terakhir winger yang diplot sebagai bek kiri itu bakal mempermalukan lawan. Davies baru berusia 20 tahun dan berada di trek yang benar untuk membuktikan dirinya sebagai bek kiri terbaik yang siap mengguncang di dunia sejak era Roberto Carlos.

  12. 20. Abby Dahlkemper @woman

    20. Abby Dahlkemper

    Tidak banyak bek tengah yang lebih andal dibanding Abby Dahlkemper di Liga Sepakbola Wanita Amerika Serikat (NWSL).

    Pemain berusia 27 tahun itu adalah pilar penting North Carolina Courage, klub terbaik di liga yang mengamankan satu lagi gelar NWSL musim lalu. Ia membungkam Sam Kerr dkk pada partai final kompetisi saat timnya menang dengan skor 4-0.

    Sejak kemenangan itu, yang menjadi gelar juara beruntun North Carolina Courage, pandemi Covid-19 telah membatasi menit bermain Dahlkemper untuk klub dan negaranya.

    Tapi, bek yang digambarkan sebagai 'playmaker alami dari belakang' oleh mantan pelatih kepala Amerika Serikat, Jill Ellis, itu terus menegaskan kelasnya tiap kali menginjakkan kaki di lapangan.

  13. 19. Ciro Immobile @man

    19. Ciro Immobile

    Cristiano Ronaldo mencetak gol dalam 11 laga beruntun Serie A yang menyamai rekor legenda Fiorentina, Gabriel Batistura, dalam perjalanan mencetak 31 gol musim lalu. Namun, dia tetap belum mampu finis sebagai Capocannoniere.

    Mengapa? Karena Ciro Immobile menyamai rekor yang lebih signifikan. Striker Lazio itu menjadi orang kedua sepanjang sejarah yang mengoleksi 36 gol dalam satu musim Serie A.

    Pencapaian pemain asal Italia itu memang tidak cukup untuk menopang Lazio mengejutkan Juventus meraih Scudetto, tapi setidaknya dia bisa menempatkan dirinya di buku rekor dan Sepatu Emas Eropa!

  14. 19. Ewa Pajor @woman

    19. Ewa Pajor

    Hanya ada dua pemain yang mencetak dua digit gol dan assist di Bundesliga Wanita musim lalu, salah satunya adalah Ewa Pajor.

    Pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan sisi lain dari permainannya, memberikan sepuluh assist dibanding dua dari musim sebelumnya, sembari tetap mencetak 16 gol, hanya dalam 17 pertandingan!

    Kontribusi sang pemain menjadi kunci Wolfsburg mengklaim gelar Frauen-Bundesliga. Striker asal Polandia itu pun mencetak dua gol dalam kemenangan penting atas Bayern Munich dalam perjalanan menuju juara DFB-Pokal.

    Pajon berada di antara sejumlah talenta muda pesepakbola wanita yang menarik perhatian dunia saat ini.

  15. 18. Mohamed Salah @man

    18. Mohamed Salah

    Beberapa orang berargumen bahwa ketajaman Mohamed Salah di musim lalu sedikit berkurang. Namun, pada Juli lalu, dia menjadi pemain tercepat kedua dalam sejarah Liga Primer Inggris yang mampu menembus 100 gol.

    Saat ini, kontribusi sang penyerang Mesir memang sudah sewajarnya terjadi dan bukan hanya rekan setimnya di Liverpool yang menganggapnya seperti itu.

    “Orang-orang boleh bersikap kritis kepada Mo, tapi lihat performa dan gol-golnya,” kata kapten Jordan Henderson kepada Liverpool Echo. "Dia luar biasa."

    Benar saja, di musim lalu, Salah mencetak 19 gol dan 10 assist untuk membawa Liverpool meraih titel pertama Liga Primer Inggris. 

  16. 18. Amel Majri @woman

    18. Amel Majri

    Berapa banyak pemain yang bisa bilang bahwa mereka telah memenangkan tujuh gelar Liga Champions di usia 27 tahun? Hanya satu nama – Amel Majri.

    Bintang Lyon ini kembali jadi sosok yang menentukan di musim ini di mana mereka mampu menjuarai semuanya, memenangi liga, Piala Prancis, Liga Champions, dan Piala Super Prancis.

    Kontribusi Majri di musim ini juga oke, dengan torehan lima gold an enam assist di 14 partai liga, dan juga tambahan tujuh gol di kompetisi lain.

    Dengan Sakina Karchaoui bermain sebagai bek kiri, masa depan Majri di Lyon bakal lebih lama lagi, yang juga berarti merupakan kabar buruk bagi lawan-lawannya.

  17. 17. Erling Haaland @man

    17. Erling Haaland

    Sebuah sensasi yang benar-benar nyata! Erling Haaland, seperti yang dikatakan Paul Scholes, memang merupakan "the real deal".

    Striker fenomenal ini baru berumur 20 tahun pada musim panas kemarin, tapi dia sudah menunjukkan diri kepada dunia bahwa dia adalah calon megabintang. Sepuluh gol mampu dicetaknya dalam musim debutnya di Liga Champions, yang tercipta hanya dari delapan penampilan, untuk Red Bull Salzburg and Borussia Dortmund.

    Kita mungkin masih berandai-andai siapa yang akan mengisi kekosongan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selepas mereka pensiun. Haaland, yang mencetak 44 gol dari 40 laga di semua kompetisi musim 2019-20, seharusnya berada di antrean terdepan untuk meraih status itu.

  18. 17. Ji So-yun @woman

    17. Ji So-yun

    Performa Ji So-yun begitu konsisten sehingga membuatnya justru kurang diapresiasi. Sama seperti Women’s Super League yang sudah terbiasa dengannya sejak dia kembali pada 2014.

    Kemampuan teknik pemain Korea Selatan ini begitu spektakuler. Umpan-umpan akurat adalah keahilannya.

    Dia juga memiliki mata yang tajam di depan gawang, dengan mencetak enam gol dari 13 pertandingan untuk membantu The Blues meraih gelar WSL title. 

    Salah satu pemain yang menyenangkan untuk ditonton, Ji kini juga telah memenangkan segalanya di Inggris, dengan sanggup memenangi Continental Cup untuk pertama kalinya.

  19. 16. Serge Gnabry @man

    16. Serge Gnabry

    Segalanya terjadi kurang dari lima tahun sejak Tony Pulis mengklaim bahwa Serge Gnabry “tak memiliki level yang pantas untuk bermain bagi West Bromwich Albion”.

    Kini, pemain Jerman itu dijuluki sebagai “Arjen Robben baru” setelah menyamai catatan terbaik sang legenda Belanda dengan sukses mencetak 23 gol dari 46 penampilan dalam kampanye treble impresif Bayern.

    Eks Arsenal ini terbukti sangat menentukan di Liga Champions. Lima dari sembilan golnya di ajang ini tercipta di fase gugur, termasuk sepasang gol di semi-final melawan Lyon.

  20. 16.  Alexia Putellas @woman

    16.  Alexia Putellas

    Alexia Putellas adalah seorang gelandang yang membentuk visi sepakbola Spanyol, dan khususnya, bagaimana cara Barcelona bermain.

    Pemain 26 tahun ini bukan cuma punya teknik hebat dan kemampuan bermain rapi, tapi juga kreatif dan menentukan, yang sangat cocok untuk klub dan negaranya.

    Putellas adalah bagian integral dari keberhasilan Barcelona dalam memenangkan gelar liga pertama dalam lima tahun terakhir, dan juga mampu menunjukkan ketajamannya di depan gawang dengan torehan 10 gol dari 20 laga.

    Dia juga mencetak tiga gol di Eropa yang membantu Barca menembus semi-final.

  21. 15. Romelu Lukaku @man

    15. Romelu Lukaku

    Bisa dimaklumi kalau Romelu Lukaku dibuat terheran-heran dengan penurunan rating-nya di FIFA 21.

    Bagaimana tidak, 2020 adalah tahun yang menandai kembalinya si bomber Belgia ke performa terbaiknya pascaperiode mengecewakan di Manchester United, di mana ia dituding tidak profesional dan kelebihan berat badan.

    Setelah hijrah menuju Inter musim panas tahun lalu, Lukaku menjadi pemain pertama yang mengumpulkan 34 gol dalam musim debut untuk Nerazzurri sejak Ronaldo Nazario.

    Striker 27 tahun itu mesti menelan pil pahit kontra Sevilla di final Liga Europa, tetapi Inter tak akan bisa melangkah sejauh itu tanpa kontribusi Lukaku, yang kini telah menorehkan rekor mencetak gol dalam sepuluh partai beruntun di turnamen tersebut.

  22. 15. Beth England @woman

    15. Beth England

    Beth England adalah satu dari cuma segelintir pemain yang bisa membuat orang-orang terperanjat di Women's Super League musim lalu.

    Setelah bertahun-tahun kesulitan unjuk gigi, England mengawali musim dengan brilian — melesakkan gol spektakuler dari jarak 30 yard di Stamford Bridge untuk membawa Chelsea menundukkan Tottenham Hotspur 1-0.

    Sejak itu, ia mampu menunjukkan kemampuannya untuk mencetak berbagai macam gol. Satu lagi gol jarak jauh dalam laga penentu titel yang berakhir 3-3 di kandang Manchester City menjadi highlight-nya, sementara dua gol England di final Continental Cup melahirkan trofi lainnya untuk Chelsea.

    Tak syak lagi, label sebagai big-game player amat layak disandangnya.

  23. 14. Trent Alexander-Arnold @man

    14. Trent Alexander-Arnold

    Fakta istimewa tentang Trent Alexander-Arnold adalah usianya baru 22, yang berarti bintang Liverpool ini hanya akan menjadi lebih baik seiring waktu.

    Musim lalu bek kanan dengan skill ala pemain sayap dan distribusi umpan seperti seorang gelandang ini memecahkan rekor assist Liga Primer terbanyak bagi pemain belakang dengan mengkreasi 13 gol dalam kampanye juara The Reds.

    Langit benar-benar menjadi batas untuk Alexander-Arnold, yang dipuji eks penggawa Liverpool Jamie Carragher sebagai "pemain paling kreatif dalam tim terbaik di Eropa!"

  24. 14. Guro Reiten @woman

    14. Guro Reiten

    Tatkala Guro Reiten bergabung ke Chelsea musim panas tahun lalu, dia bukanlah nama populer, tetapi manajer Emma Hayes berani menyatakan rekrutan barunya itu sebagai "salah satu pemain kreatif paling berbakat di dunia".

    Ketika Women’s Super League bergulir, alasannya menjadi jelas. Reiten bisa dikatakan sebagai pemain terbaik liga saat Chelsea mengklaim titel juara WSL, membukukan delapan assist (terbanyak) dan lima gol dalam 15 penampilan.

    Pemain Norwegia ini juga membantu The Blues memenangi trofi Continental Cup pertama mereka. Umpan akurat, kaki-kaki lincah plus kemampuan untuk menampilkan aksi-aksi spektakuler menjadikannya pemain kunci dalam tim tangguh besutan Hayes.

  25. 13. Sergio Ramos @man

    13. Sergio Ramos

    Jika berbicara soal Sergio Ramos, mau tidak mau kita harus menyorot tidak cuma kegemilangan, tapi juga sisi buruknya. Faktanya, ini adalah pemain yang pernah mematahkan hidung saudaranya sendiri dalam sebuah laga level junior.

    Meski aspek negatif tersebut tak bisa dilepaskan darinya, tak bisa dimungkiri bahwa Ramos kerap menginspirasi laju timnya menuju kejayaan.

    Musim lalu ia sekali lagi terkena suspensi saat Real Madrid tereliminasi di babak 16 besar Liga Champions untuk tahun kedua berturut-turut, tapi Ramos merespons dengan cara sensasional. Sang kapten mencetak enam gol saat Real Madrid membukukan sepuluh kemenangan konsekutif pasca-lockdown dan merebut tahkta juara LaLiga.

  26. 13. Julie Ertz @woman

    13. Julie Ertz

    Amerika Serikat adalah tim nasional wanita terbaik di dunia – dan Julie Ertz adalah pemain terpenting mereka.

    Berposisi gelandang jangkar untuk negaranya, Ertz adalah pilar kunci yang melindungi lini pertahanan USWNT, sekaligus menjadi inisiator saat tim melakukan serangan.

    Sementara di tingkat klub, peran penting pemain 28 tahun ini tidak berkurang kendati ia bermain sebagai bek tengah.

    Merupakan bek yang kuat dengan distribusi bola mumpuni dan cakap membaca permainan, Ertz membantu Chicago Red Stars mencapai final NWSL Championship akhir tahun lalu dan namanya masuk ke dalam Challenge Cup Best XI musim panas ini.

  27. 12. Thiago Alcantara @man

    12. Thiago Alcantara

    Wayne Rooney ingin sekali melihat Thiago Alcantara bermain di Liga Primer Inggris. Tapi, mantan striker Manchester United dan Everton itu khawatir dengan prospek pemain asuhan Bayern Munich bergabung ke Liverpool.

    Mudah untuk memahami alasannya. Seperti yang dibuktikan dalam musim treble Bayern, Thiago merupakan salah satu talenta langka yang mengombinasikan kreativitas dengan kerja keras.

    Perpaduan tersebut membuat permainannya indah untuk dinikmati, tapi menjadi mimpi buruk untuk dihadapi. Seperti yang diakui Mason Mount setelah Thiago membawa Bayern mendominasi Chelsea di Liga Champions: "Saya tidak bisa mendekatinya!"

  28. 12. Griedge Mbock Bathy @woman

    12. Griedge Mbock Bathy

    Bahwa Griedge Mbock Bathy bisa lebih bersinar dari Wendie Renard saat mereka tampil bersama untuk Lyon dan timnas Prancis menjadi bukti sahih keajaiban bakatnya.

    Tenang dalam possession, kuat tanpa bola, berteknik tinggi dan merupakan ancaman di udara, pemain 25 tahun ini sudah lima kali mengangkat trofi Liga Champions – dan ia masih memiliki waktu panjang berkarier di level top.

    Ia memang melewatkan momen juara Lyon di Liga Champions dan Piala Prancis akibat cedera ACL yang menimpanya pada Juni, tetapi itu tidak mengurangi arti penting Mbock Bathy untuk tim.

  29. 11. Joshua Kimmich @man

    11. Joshua Kimmich

    Adakah yang tidak bisa dilakukan Joshua Kimmich?

    Tidak hanya bermain sebagai gelandang bertahan dalam kampanye treble winners Bayern Munich, bintang internasional Jerman ini juga kadang-kadang dipasang di bek tengah dan bek kanan.

    Variasi posisi tersebut tidak menghambatnya untuk memberikan kontribusi besar dengan membukukan tujuh gol plus 15 assist untuk The Bavarians. Selain itu, Kimmich tercatat sebagai pemain yang paling banyak menciptakan kans di Liga Champions 2019/20.

    Tidak mengherankan kalau Jose Mourinho baru-baru ini menyampaikan kepada DAZN: “Saya melihat Kimmich sebagai bek kanan top, bek kiri, bek tengah, No 6, No 8, No 10… Dia memiliki kualitas untuk menjadi apa pun yang diinginkannya!”

  30. 11. Sam Kerr @woman

    11. Sam Kerr

    Lama malang-melintang di Amerika Serikat, publik Eropa akhirnya bisa melihat langsung aksi Sam Kerr meneror pertahanan lawan menyusul transfernya ke Chelsea awal tahun ini.

    Setelah mengantar Chicago Red Stars mencapai final NWSL Championship dan merebut Sepatu Emas ketiga beruntun di Negeri Paman Sam, Kerr menyemarakkan Women’s Super League – kompetisi yang langsung dimenanginya pada musim perdana, bersama trofi Continental Cup.

    Striker Australia 27 tahun itu mengadopsi peran berbeda di Inggris dan lebih sering berkombinasi dengan rekan-rekan setim ketimbang sebelumnya. Kesohor sebagai finisher ulung, Kerr juga memiliki pergerakan mumpuni untuk menciptakan ruang dan kans bagi pemain lain.

  31. 10. Sadio Mane @man

    10. Sadio Mane

    Setelah Liverpool merengkuh trofi liga pertama mereka dalam 30 tahun, Premier League menyeleksi lima kemenangan krusial The Reds sepanjang musim lalu.

    Sadio Mane mencetak gol dalam empat laga (tandang ke Leicester City, Aston Villa, Crystal Palace, dan saat menjamu Manchester City) dan menyumbang assist dalam satu partai lainnya (vs The Foxes di kandang). Performa tersebut menegaskan reputasinya sebagai salah satu penyerang terganas saat ini.

    Bintang internasional Senegal yang disebut Fabinho sebagai “pemain komplet” ini tidak hanya dipuja di Anfield. Popularitasnya secara universal diakui lewat anugerah Pemain Terbaik PFA 2019/20 pilihan fans.

  32. 10. Crystal Dunn @woman

    10. Crystal Dunn

    Saat daftar pemain-pemain wanita dengan rating tertinggi di FIFA 21 dirilis, secara mengejutkan tidak ada nama Crystal Dunn.

    Megan Rapinoe, pemain terbaik dalam video game edisi terbaru tersebut, sampai berkicau di Twitter untuk menegaskan bahwa ia siap menentang siapa pun yang tidak percaya bahwa Dunn, rekan setimnya di USWNT, adalah bek kiri terbaik dunia.

    Menariknya, itu bahkan bukan posisi terbaik Dunn.

    Secara natural ia pemain kreatif yang suka menyerang dan piawai berperan sebagai No 10. Pesepakbola 28 tahun ini tampil memikat kala membantu North Carolina Courage menjuarai NWSL Championship 2019.

    Tak banyak pemain yang masuk kategori kelas dunia di lebih dari satu posisi. Dunn adalah salah satu pemain langka tersebut.

  33. 9. Thomas Muller @man

    9. Thomas Muller

    Joachim Low menyimpulkan karier Thomas Muller di level tertinggi sudah habis dua tahun silam saat ia membuang si pemain dari skuad nasional Jerman menyusul bencana di Piala Dunia 2018.

    Beruntung bagi Bayern Munich, Hansi Flick, mantan tangan kanan Low, tidak memiliki pandangan yang sama. Muller terlahir kembali di bawah kepemimpinan Flick yang menaruh keyakinan pada Raumdeuter alias Sang Penerjemah Ruang usai menggantikan Nico Kovac sebagai pelatih The Bavarians tahun lalu.

    Muller membalas kepercayaan Flick dengan mencetak 12 gol dan mengkreasi jumlah assist istimewa, 25, untuk membawa Bayern meraih treble kedua mereka, dan ia dipuji Jupp Heynckes sebagai “pemain paling luar biasa dalam sejarah sepakbola Jerman”.

  34. 9. Debinha @woman

    9. Debinha

    Pemain besar tampil menentukan di laga besar – dan itulah yang dilakukan Debinha.

    Saat North Carolina Courage mengklaim gelar juara NWSL Championship kedua beruntun November lalu, pemain 29 tahun ini dinobatkan sebagai MVP pertandingan tersebut setelah ia mencetak gol pembuka ke gawang Chicago Red Stars.

    Sejak itu, perhelatan kompetisi NWSL tersendat-sendat akibat pandemic COVID-19, tetapi Debinha selalu bersinar setiap mendapat kesempatan beraksi, dan terpilih masuk Best XI untuk Challenge Cup musim panas.

    Dibekali talenta istimewa khas Brasil dan kemampuan untuk mencetak gol -gol spektakuler, dia adalah pemain terbaik di Amerika Serikat saat ini – dan itu bukan perkara sepele.

  35. 8. Karim Benzema @man

    8. Karim Benzema

    Selama periodenya memperkuat Real Madrid, ucapan Jose Mourinho paling terkenal adalah ketika dia ingin pergi berburu dengan seekor anjing, tapi yang dia miliki hanyalah seekor kucing - Karim Benzema.

    Nah, saat halaman depan AS meraung lewat judulnya musim lalu, mereka menuliskan “Si Kucing Adalah Singa!"

    Dengan rekrutan bintang musim panas Eden Hazard dan Luka Jovic hampir tidak berkontribusi untuk Madrid, justru Benzema yang melakukan serangan - dan dia melakukannya dengan sangat spektakuler, membawa tim Zinedine Zidane meraih gelar liga mengejutkan lewat lesakan 21 gol.

    Setelah lebih dari satu dekade mengabdi tanpa pamrih, Benzema akhirnya menjadi pemain utama Madrid - dan kini mendapat pengakuan setelah masuk ke dalam peringkat Goal 50 terbaik.

  36. 8. Amandine Henry @woman

    8. Amandine Henry

    Absennya Amandine Henry di final Liga Champions karena cedera adalah hal yang sangat disayangkan karena, setelah mayoritas sepakbola wanita dihentikan akibat pandemi Covid-19, hal itu merampas kesempatan suporter untuk melihat gelandang paling lengkap di panggung terbesar sekali lagi.

    Kemampuan box-to-box pemain berusia 31 tahun ini benar-benar kelas dunia; kehadirannya sangat terasa baik ketika menyerang maupun ketika Lyon diserang - bukan karena itu sangat sering.

    Raksasa Prancis itu memenangkan empat trofi musim ini dan, meskipun statistik tidak selalu menjelaskan semua, pengaruh Henry di musim sukses lainnya tidaklah dilebih-lebihkan.

  37. 7. Virgil van Dijk @man

    7. Virgil van Dijk

    Seberapa penting Virgil van Dijk bagi Liverpool?

    Sulit untuk menjelaskan sepenuhnya dalam beberapa kata, tetapi fakta bahwa ia bermain setiap menit dari kampanye perebutan gelar Liga Primer musim lalu cukup jelas.

    The Reds yang memecahkan rekor bukanlah tim yang sama tanpa raksasa Belanda itu di jantung pertahanan mereka.

    Kegagalan Liverpool mencapai delapan besar Liga Champions musim lalu merusak harapan Van Dijk untuk mempertahankan mahkota Goal 50-nya, tetapi, setelah kampanye yang nyaris tanpa cela, bek tengah itu adalah pemain belakang dengan peringkat tertinggi dalam daftar tahun ini.

  38. 7. Saki Kumagai @woman

    7. Saki Kumagai

    Saki Kumagai adalah salah satu pemain yang tidak akan pernah diremehkan oleh rekan satu timnya, tetapi di tim bertabur bintang seperti Lyon, dia sering diabaikan.

    Tahun ini, pemain berusia 30 tahun itu menjadi pusat perhatian setelah mencetak gol kedua dalam kemenangan 3-1 Lyon atas Wolfsburg di final Liga Champions, untuk kemudian meraih medali juara kelimanya.

    Namun, mencetak gol bukanlah hal yang membuat dia dikenal. Sang gelandang bertahan, yang juga bisa bermain sebagai bek tengah, adalah pengumpan yang rapi dan ratu tekel yang fantastis, sebagaimana ia bermain dalam tim yang sarat dengan bakat menyerang, berperan penting untuk dominasi Lyon di Eropa selama lima tahun terakhir.

  39. 6. Kylian Mbappe @man

    6. Kylian Mbappe

    “Kalian tidak perlu berbicara dengan saya tentang rasa sakit," kicau Kylian Mbappe di Twitter setelah perempat-final Liga Champions melawan Atalanta.

    Peluang penyerang Prancis itu untuk bermain di Lisbon menipis karena cedera pergelangan kaki, tetapi ia menunjukkan semangat juang dan kekuatan pemulihan yang luar biasa dengan masuk dari bangku cadangan untuk menginspirasi timnya meraih kemenangan yang dramatis.

    Mbappe, tentu saja, telah membuktikan kemampuannya yang luar biasa untuk PSG dengan membantu mereka mengklaim empat trofi domestik lewat lesakan 25 gol hanya dalam 27 penampilan, sementara 18 gol di Ligue 1 membuatnya mendapatkan penghargaan pencetak gol terbanyak.

  40. 6. Caroline Graham Hansen @woman

    6. Caroline Graham Hansen

    Caroline Graham Hansen adalah pemain yang mengesankan karena berbagai alasan. Dia adalah mesin assist, memuncaki tangga statistik tersebut di Liga Champions musim lalu. Dia juga sangat mengesankan di depan gawang, mencetak 18 gol dalam 32 pertandingan untuk Barcelona saat mereka memenangkan liga, Piala Super Spanyol, dan mencapai empat besar di Eropa.

    Pemain berusia 25 tahun itu sangat menarik untuk ditonton karena punya visi dalam memberi umpan, lari yang membingungkan lawan dan keahlian yang luar biasa, tetapi yang paling mengesankan dari semuanya adalah keinginannya yang konstan untuk meningkat.

    Dengan pindah ke Spanyol dari Jerman, sosok asal Norwegia itu menambahkan dimensi lain ke dalam permainannya dan itu terlihat jelas dari 12 bulannya yang luar biasa.

  41. 5. Cristiano Ronaldo @man

    5. Cristiano Ronaldo

    Maurizio Sarri dengan nada bercanda memberi tahu para pemainnya di Juventus tak lama setelah meraih gelar Serie A, "Kalian pasti pemain bagus karena bisa memenangkan gelar bersama saya!"

    Tentu saja, tidak pernah ada keraguan atas kualitas Cristiano Ronaldo, tetapi ini tetap mengesankan bahwa pemain Portugal itu terus mencetak gol dengan kecepatan yang luar biasa selama musim yang bergejolak di Turin.

    Pada satu titik, pemain berusia 35 tahun itu mencetak gol dalam 11 pertandingan Serie A berturut-turut untuk sekaligus menyamai rekor.

    Tentunya, kampanye Juve berakhir dengan kekecewaan pahit, dan Sarri dipecat, setelah secara mengejutkan disingkirkan Lyon di babak 16 besar Liga Champions.

    Ronaldo, bagaimanapun, melakukan apa yang dia bisa untuk mencoba membantu Bianconeri ke delapan besar, mencetak brace dalam kekalahan gol tandang yang menyiksa, yang berarti dia punya peran atas semua gol di babak sistem gugur sejak tiba di Italia dua tahun lalu.

    Di tengah gempuran perubahan zaman, Ronaldo yang mencetak gol secara konsisten adalah salah satu dari sedikit konstanta kehidupan.

  42. 5. Wendie Renard @woman

    5. Wendie Renard

    Ketika Wendie Renard memutuskan untuk gantung sepatu, warisan yang ia tinggalkan di Lyon akan sangat besar - bahkan berpotensi tidak terkalahkan.

    Mentalitas pemain berusia 30 tahun itu terangkum sempurna sebelum final Liga Champions. Menghadapi pers menjelang kesempatan untuk memenangkan rekor gelar ketujuh Eropa, dia berkata: "Saya hanya ingin menang, menang, menang, itu satu-satunya hal yang saya pikirkan di kepala saya."

    Ketika Lyon kesulitan untuk membongkar PSG yang tampil ngotot di semi-final, kehadiran Renard yang menjulang tinggi membuat mereka unggul, mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.

    Dialah yang kemudian memimpin tim untuk meraih rekor kemenangan, dan trofi keempat musim ini.

    Dengan pembawaan kalem di belakang, dia adalah bek yang bisa membaca permainan dengan sempurna, tetapi juga ancaman dari udara setelah mencetak 12 gol di semua kompetisi musim lalu, pokoknya Renard punya segalanya - dan dia belum selesai.

  43. 4. Neymar @man

    4. Neymar

    Kritikus paling keras suaranya pun tak akan menyangkal bahwa Neymar adalah sosok vital yang membawa Paris Saint-Germain untuk pertama kalinya dalam sejarah mencapai final Liga Champions.

    Setelah penampilannya terbatasi yakni hanya bermain 15 kali di Ligue 1 karena cedera - meski mampu mengemas 13 gol saat tim menjalani kampanye juara liga, sang penyerang kembali menemukan kebugarannya dan tampil maksimal di fase gugur Liga Champions.

    Neymar mencetak gol di dua leg saat PSG mengejar ketertinggalan untuk mengalahkan Borussia Dortmund di babak 16 besar, kemudian "menerangi" Lisbon dengan serangkaian trik dan skill, menginspirasi skuad Thomas Tuchel untuk memenangkan laga kontra Atalanta dan RB Leipzig sebelum menghadapi Bayern Munich di babak puncak.

    PSG mungkin gagal di Eropa, tapi 2020 adalah tahun di mana Neymar memulihkan kembali reputasinya sebagai salah satu striker terbaik di jagat raya.

  44. 4. Dzsenifer Marozsan @woman

    4. Dzsenifer Marozsan

    Tidak ada pesepakbola di planet ini lebih berbakat dibanding Dzsenifer Marozsan. Playmaker Lyon ini mampu melakukan segalanya, membuat umpan terobosan berkelas, tembakan bebas sempurna, dentumannya aduhai atau sentuhan pertama yang indah.

    Sekali lagi, dia adalah bagian integral dari mesin juara Lyon di musim ini, di mana mereka mengamankan empat trofi dengan memenangkan liga, piala liga, Liga Champions dan Piala Super Prancis.

    Di liga, pemain berusia 28 tahun itu jadi satu-satunya pemain yang menyentuh dua digit gol dan assist, mengemas 10 gol dan memproduksi 12 assist untuk rekan-rekannya - torehan terakhir merupakan yang tertinggi di liga.

    Setelah menjalani mimpi buruk bersama Jerman di Piala Dunia tahun lalu, dengan patah jari kaki mencegah dia untuk membantu negaranya mencapai kemampuan terbaik, ini adalah cara sempurna bagi salah satu pesepakbola paling menghibur di dunia untuk bangkit.

  45. 3. Lionel Messi @man

    3. Lionel Messi

    Ini jadi tahun traumatis bagi Lionel Messi, yang buka suara kepada dunia secara eksklusif dalam wawancaranya dengan Goal bagaimana perasaan terdalam dia dan keluarganya yang terpengaruh oleh deretan isu dengan presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu.

    Namun, meski sudah lama menyimpan kemarahan melihat bagaimana klub Catalans dijalankan, Messi masih mampu tampil ajaib setiap pekannya di musim lalu.

    Jika bukan karena sang kapten, Barca mungkin bahkan tidak bisa bersaing untuk gelar juara La Liga atau menembus babak delapan besar Liga Champions.

    Tidak ada satu pemain pun di lima liga top Eropa yang membuat assist musim lalu lebih banyak dibandingkan Messi (25), yang juga mengemas 31 gol.

    Dia mencetak 25 gol di La Liga, yang membuatnya memecahkan rekor meraih tujuh penghargaan Pichichi - top skor empat musim berturut-turut. Bayangkan, apa yang bisa dilakukannya musim ini ketika segala sesuatu di internal Camp Nou telah pulih.

  46. 3. Lucy Bronze @woman

    3. Lucy Bronze

    Pada final Liga Champions tahun ini, sebuah klip dari Lucy Bronze menjadi viral, yang merangkum tentang dirinya.

    Dalam satu pertandingan terbesar, dia memutar bola dengan jarinya, menunggu untuk melakukan lemparan ke dalam.

    Tekanan tidak berlaku bagi Bronze, tak ada pula pikiran-pikran negatif. Sang full-back Inggris mencintai laga-laga besar, terlebih lagi dia selalu memenangkannya.

    Bronze mengangkat empat trofi di musim terakhirnya bersama Lyon, kembali meraih trbele dan juga merebut titel ajang tahunan yakni Piala Super Prancis.

    Paru-parunya bak berlari dari lini belakang ke depan, lalu balik ke belakang untuk bertahan, menjadi elemen krusial bagi raksasa Prancis ini dalam beberapa tahun terakhir. Tapi kini, tantangan di depan mata dia untuk membantu Manchester City melakukan pencapaian serupa.

    Jika ada pemain bisa membantu The Citizens untuk melejit dan sukses, dialah Bronze, seorang pemenang.

  47. 2. Kevin De Bruyne @man

    2. Kevin De Bruyne

    Kevin De Bruyne sangat kecewa dengan tersingkirnya Manchester City setiap tahun di perempat-final Liga Champions.

    "Tahun yang beda, hasil yang sama," tutur pemain Belgia ini setelah kekalahan 3-1 dari Lyon.

    Rasa Frustrasi De Bruyne bisa dipahami, sebab tak ada pemain yang bisa melakukan lebih dari sang gelandang serang berbakat ini, baik di Lisbon atau sepanjang musim 2019/20, untuk membawa City ke tempat yang mereka idam-idamkan.

    Liverpool memang keluar sebagai juara di Inggris, tapi De Bruyne adalah pemain terbaik Liga Primer musim lalu, dengan pemain berusia 29 tahun itu tidak hanya mencetak 13 gol, tapi juga mengamankan rekor 20 assist.

    City boleh gagal memboyong Lionel Messi di bursa transfer musim panas lalu, namun selama De Bruyne fit, skuad Pep Guardiola bisa terus bermimpi untuk mengakhiri penantian panjang akan takhta Eropa.

  48. 2. Vivianne Miedema @woman

    2. Vivianne Miedema

    Tidak selamanya hal-hal bagus dan sesuai harapan menyertai pemain terbaik. Beberapa rintangan menghampiri Vivianne Miedema yang tak bisa berbuat banyak bagi Arsenal. Prahara cedera yang menimpa skuad Joe Montemurro membuat segalanya jadi pelik. Tim finis di posisi ketiga di liga, menjadi runner-up di Continental Cup dan tersisih di perempat-final Liga Champions.

    Terlepas dari jatuh bangunnya Arsenal, Miedema tetap bersinar sendirian. Pemain 24 tahun itu, yang memiliki gaya bermain unik antara berperan sebagai No.10 dan No.9, menjadi top skor di WSL dengan catatan 16 gol, menjadi pemberi assist terbanyak dengan delapan torehan dan juga mengamankan Sepatu Emas di kancah Eropa dengan 10 gol.

    Dia tak berhenti membuat rekor gila dalam perjalanannya, mengemas enam gol dan memberi empat assist dalam satu pertandingan Desember silam. Kemampuan luar biasa dalam mencetak aneka gol membuatnya jadi pesepakbola yang komplet.

  49. 1. Robert Lewandowski @man

    1. Robert Lewandowski

    Robert Lewandowski menyatakan, dia bisa terus bermain hingga usia 40 tahun. Siapa yang bisa membantahnya?

    Di usia 32 tahun, striker berbahaya Polandia ini telah mencapai level optimalnya. Sang bomber sukses mencaplok 55 gol dalam 47 pertandingan dalam kampanye treble Bayern Munich, menuntaskan tiga kompetisi sebagai top skor di Bundesliga, DFB Pokal dan Liga Champions.

    Tak satu pun pemain bahkan bisa mendekati catatan itu di 2020 - tidak juga Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi - membuat Lewandowski paling layak menyabet penghargaan Goal 50 perdana baginya.

    Mengingat ini adalah tahun yang sulit bagi seluruh dunia, era keemasan "terlambat" Lewandowski jadi terasa sangat tepat sekarang.

    "Jangan pernah berhenti bermimpi," kata sang striker setelah menjadi pemenang di ajang Eropa pertama kalinya. "Dan jangan pernah menyerah."

  50. 1. Pernille Harder @woman

    1. Pernille Harder

    Musim lalu, segala yang disentuh Pernille Harder berubah menjadi emas. Pemain Denmark ini mengemas 27 gol dalam 21 pertandingan bagi Wolfsburg, sembilan gol di tujuh penampilan Liga Champions dan menambah dua torehan lainnya untuk koleksi dia di ajang Piala Jerman.

    Di akhir musim, dia berhasil mengamankan dua medali juara di dua kompetisi itu, mengklaim gelar ganda yakni liga dan piala liga untuk musim keempat berturut-turut, sementara di kancah Eropa finis sebagai runner-up.

    Meski begitu, Harder tidak hanya piawai dalam mencetak gol. Delapan assist di liga menempatkan pemain 27 tahun itu berada di urutan keempat dalam daftar kategori ini. Peran dia dalam menciptakan peluang dan melakukan build-up di tim sama pentingnya sepertinya halnya ketika dia mencetak gol.

    Setelah final Liga Champions, Harder bergabung dengan Chelsea dengan biaya transfer yang membuatnya jadi pesepakbola perempuan termahal sepanjang masa. Sebagai striker terbaik dunia saat ini, itu adalah rekor yang pantas didapatkannya.