Analysis

  1. Inggris hanya akan memenangkan Piala Dunia jika tim-tim lain mengikuti jejak Jude

    Di East Rutherford, New Jersey, lagu 'Hey Jude' lah yang terdengar paling nyaring setelah peluit akhir dibunyikan. Para pemain Inggris berjalan lesu meninggalkan lapangan setelah meraih kemenangan 2-0 yang tidak terlalu spektakuler atas Panama, yang memastikan posisi teratas di Grup L pada Piala Dunia. Namun, Jude Bellingham masih berada di lapangan, berlari kecil menuju ujung lapangan untuk memenuhi kewajiban wawancara dengan media, dan para penggemar menyanyikan lagu untuk pria yang telah menjadi penentu kemenangan pada hari Sabtu itu.

  2. Sudah waktunya Tuchel menurunkan Saka dan Rashford sebagai starter!

    Thomas Tuchel jelas tidak ingin berada dalam situasi ini. Setelah laga pembuka turnamen Inggris, di mana The Three Lions cukup mudah mengalahkan Kroasia, diduga sang pelatih asal Jerman itu kini sudah mulai memikirkan rotasi pemain. Lawan terberatnya sudah terlewati, yang berarti kemenangan lain—atas Ghana—akan memastikan posisi puncak klasemen dengan satu pertandingan tersisa. Namun, ia justru harus tetap mengandalkan para pemain andalannya setelah hasil imbang yang sangat mengecewakan melawan The Black Stars.

  3. Mengapa persaingan Mbappé vs Haaland belum mencapai level Messi-Ronaldo

    Pertarungan antara Kylian Mbappé dan Erling Haaland sempat digadang-gadang sebagai rivalitas sepak bola besar berikutnya yang akan menggantikan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama dua dekade, namun saat kedua bintang asal Prancis dan Norwegia ini bersiap untuk saling berhadapan di Piala Dunia 2026, bisa dikatakan bahwa persaingan pribadi di antara mereka belum benar-benar memanas seperti yang diharapkan banyak orang.

  1. Bagaimana Undav, yang gagal bersinar di Brighton, menjadi pencetak gol andalan Jerman

    Masih tersisa lebih dari setengah jam pertandingan di Toronto, tetapi para pendukung Jerman merasa sudah cukup. Dengan tim mereka tertinggal 1-0 dari Pantai Gading, dan sangat kesulitan menembus pertahanan The Elephants, mereka mulai meneriakkan nama Deniz Undav. Di mata mereka, sudah jelas saatnya bagi pemain pengganti andalan Jerman itu turun ke lapangan — dan Julian Nagelsmann pun setuju. Pada menit ke-60 dalam pertandingan Grup E Piala Dunia yang menegangkan itu, sang pelatih memasukkan Undav, Nadiem Amiri, dan Jamie Leweling. Kurang dari delapan menit kemudian, Amiri melepaskan umpan silang indah dari sayap kanan yang disambar Undav dengan tendangan voli yang tegas ke gawang.

  2. Semua mata tertuju pada Neymar: Mantan bintang yang belum pulih sepenuhnya, atau penyelamat Selecao?!

    Dalam sebuah acara di Belo Horizonte pekan lalu, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva melontarkan lelucon yang menyinggung Neymar, yang ia gambarkan sebagai "pemain yang bekerja dari rumah". Tak heran, lelucon itu tidak diterima dengan baik. Keikutsertaan Neymar dalam skuad Selecao bukanlah hal yang bisa dianggap enteng di Brasil. Benar atau salahnya keputusan Carlo Ancelotti memanggil pemain yang sudah lewat masa jayanya dan belum pulih sepenuhnya telah menjadi bahan perdebatan sengit selama berbulan-bulan.

  3. Sikap defensif Jude menjadi kabar buruk bagi para pesaing Inggris

    Jude Bellingham menikmati setiap momennya setelah peluit akhir dibunyikan. Ia menatap ke arah tribun, di mana terdapat lautan penggemar Inggris yang mengesankan yang telah menyeberangi Samudra Atlantik menuju kota metropolitan Dallas yang semarak, dan para pendukung itu sedang bernyanyi. Lagu 'Wonderwall' dari Oasis memenuhi udara — dibantu oleh akustik di Stadion Dallas yang tertutup — dan Bellingham membiarkan senyuman singkat melintas di bibirnya. Ia telah menjadi penentu kemenangan melawan Kroasia, dan ia menyadarinya.

  4. Kenapa Raya, yang merupakan pemain terbaik di EPL dan Eropa, tidak diturunkan sebagai starter untuk timnas Spanyol?!

    Spanyol mungkin memiliki salah satu skuad terkuat di Piala Dunia 2026, namun hal itu tak menghentikan perdebatan sengit seputar satu posisi tertentu. Meskipun memiliki kiper kelas dunia seperti David Raya dan Joan Garcia, pelatih kepala Luis de la Fuente tetap teguh mendukung Unai Simon. Data statistik yang tidak menguntungkan bagi kiper asal Athletic Club ini memang tak bisa diabaikan, namun jangan berharap ada perubahan dalam waktu dekat.