GOALRekrutan terbaik musim ini
Ketika Roefs menuju ruang ganti tim tamu di City Ground, markas Nottingham Forest, staf dan pemain Sunderland menghentikan obrolan mereka untuk bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah kepada kiper baru mereka, yang dengan cepat menjadi bagian penting dari kesuksesan awal tim promosi Liga Primer ini. Dia baru saja menyelamatkan timnya dari kebobolan dengan cara yang luar biasa untuk membantu mengamankan kemenangan. Itu bukanlah yang pertama, dan juga bukan yang terakhir, dia menunjukkan performa gemilang musim ini.
Setelah tiba di sepakbola Inggris, Roefs dengan cepat menonjol, karena kepercayaan diri, ketenangan, kemampuannya mengontrol bola, dan yang terpenting, penyelamatannya. Dalam pertandingan Sunderland baru-baru ini melawan Manchester City yang berakhir imbang, Roefs sekali lagi membuktikan mengapa dia sudah menjadi favorit fans Black Cats, karena pertandingan berubah menjadi duel antara Roefs dan Gianluigi Donnarumma, dua kiper terbaik di Inggris, jika bukan di Eropa, musim ini.
Setelah pertandingan, mantan striker Watford, Troy Deeney, menyatakan Roefs sebagai 'rekrutan terbaik musim ini' selama analisisnya untuk BBC. Sementara Jamie Carragher memasukkan pemain Belanda itu dalam susunan pemain terbaik Liga Primer untuk paruh pertama musim ini.
“Saya sangat terkesan dengannya. Dia telah memulai karier Liga Primernya dengan cemerlang di Sunderland, yang memiliki salah satu pertahanan terbaik di liga. Dia memainkan peran besar dalam hal itu,” kata mantan bek Liverpool itu kepada Sky Sports. Atau, seperti yang dikatakan seorang fan Sunderland di X: “Saya akan melemparkan anjing saya dari jembatan jika saya tahu Roefs berdiri di bawah untuk menangkapnya.”
Bagaimanapun Anda mengatakannya, Roefs memberikan kesan yang besar di Wearside.
Getty Images SportStatistik luar biasa
Dengan tinggi 1,93 meter, roefs pantas mengklaim memiliki persentase penyelamatan terbaik di liga primer musim ini, yaitu sebesar 79 persen, sementara dia juga menangkap bola terbanyak (30), melakukan 67 penyelamatan, rata-rata 3,5 per pertandingan, dan mencatatkan tujuh clean sheet.
Dia rata-rata telah mencegah kemungkinan terjadinya gol dengan total 3,71, dan juga menyelamatkan satu-satunya penalti yang diarahkan kepadanya. Bila berpikir ini baru musim penuh kedua Roefs sebagai kiper utama reguler, sungguh mencengangkan.
Getty ImagesMenunggu waktu yang tepat
Selama musim 2023/24, roefs dianggap sebagai talenta di NEC Nijmegen, tetapi dia terpaksa menjadi kiper cadangan bagi kiper utama dan pemain internasional Belanda yang berpengalaman, jasper cillessen.
“Saya dapat menguji diri saya melawan Jasper setiap hari,” kenangnya kepada Voetbal International. “Dia tahu persis apa yang dibutuhkan di level tertinggi. Jasper, tentu saja, adalah contoh bagi saya. Jika karir saya seperti karirnya, saya akan menerimanya.”
“Jasper terkadang membuatnya terlihat mudah, sementara bagi kiper lain hal itu bisa sangat sulit. Jasper telah banyak membantu saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya selalu bisa bertanya apa pun kepadanya, dan dia sangat terbuka kepada saya. Saat saya berada di belakang Jasper, saya merasa semakin dekat [dengan posisi starter].”
Ketika Cillessen pindah ke Las Palmas satu musim kemudian, Roefs menunjukkan kemampuannya. Di musim debutnya, pemain berusia 21 tahun itu membuat kesan yang besar, meski kiper yang kritis terhadap dirinya sendiri itu melihat hal-hal secara berbeda.
“Apakah saya puas dengan musim ini? Jawaban singkatnya: tidak,” ungkapnya. “Saya mengalami terlalu banyak momen di mana saya tidak terlihat bagus. Itu seharusnya tidak terjadi pada saya. Paling banyak sekali dalam satu musim, tetapi tidak tiga kali.”
Getty ImagesProses transfer berlangsung cepat
“Jika ada tawaran bagus, saya bersedia mempertimbangkannya,” kata Roefs pada Februari 2025 ketika ditanya Voetbal International tentang prospek transfer. “Tapi saya tidak berasumsi itu akan terjadi musim panas ini.”
Tetapi perkiraannya itu salah. Sunderland mendekati NEC, membuat manajer umum, Wilco van Schaik, tercengang.
“Itu transfer tercepat yang pernah saya lihat,” ungkapnya di podcast De Grote Bestuurskamer. “Itu benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Pada suatu saat, Carlos Aalbers (direktur teknik NEC) datang dengan selembar kertas. Dia berkata: 'Lihat ini, kawan, €9,5 juta dari Sunderland'. Saya langsung menjawab: 'Ambil! Di mana saya harus menandatangani kontrak?”
“Aalbers ingin melanjutkan negosiasi, tetapi saya tidak tertarik. 'Apakah Anda benar-benar gila?', saya bertanya kepadanya. Namun, negosiasi akhirnya terjadi. Dalam waktu 20 menit, €10,5 juta sudah ada di meja, ditambah tiga bonus sebesar €1 juta. Pada akhirnya, negosiasi transfer tidak memakan waktu lebih dari 20 menit.”
Getty ImagesPenerus Van der Sar?
Transfer tersebut tentu saja membuat Roefs berutang pada penampilannya di Piala Eropa U-21 selama musim panas 2025. Di turnamen itulah dia benar-benar menonjol dari rekan-rekan kipernya, tampil mengesankan melawan Portugal saat Belanda yang bermain dengan sepuluh pemain berjuang untuk tetap bertahan, dan dia kembali tampil luar biasa dalam kekalahan di semi-final melawan tim yag akhirnya menjadi juara, Inggris.
“Apakah saya terlalu berlebihan jika saya menyebut Anda sebagai penerus Edwin van der Sar?,” tanya seorang reporter Ziggo Sport kepada Roefs selama kompetisi. “Ya, saya pikir itu terlalu sangat antusias,” jawabnya. Namun, tidak mengherankan bila dia akhirnya menarik perhatian pemandu bakat Sunderland selama musim panas.
Ironisnya, Roefs sebetulnya diperkiraakan tidak menjadi pilihan utama untuk turnamen tersebut. Tetapi karena cedera yang dialami Rome-Jayden Owusu-Oduro, dia akhirnya bermain di setiap pertandingan dalam sebuah takdir yang bisa menentukan karirnya.
Getty ImagesMenuju Piala Dunia?
Bagi Sunderland, transfer ini terbukti sebagai langkah emas. Roefs berjuang keras untuk masuk ke dalam starting line-up selama pramusim, dan manajer Regis Le Bris tidak berniat untuk mencoretnya dari starting XI saat Black Cats berupaya lolos ke kompetisi Eropa.
Namun, penghargaan tertinggi bagi Roefs datang pada akhir Agustus ketika manajer timnas Belanda, Ronald Koeman, memanggilnya untuk kualifikasi Piala Dunia Oranje melawan Polandia dan Lithuania. Roefs masih belum melakukan debutnya untuk tim nasional, tetapi tempat di starting line-up di Piala Dunia musim panas mendatang bukanlah hal yang mustahil, meski dia sendiri memiliki pandangan yang berbeda.
“Bart Verbruggen bermain sangat baik,” kata Roefs kepada Voetbalzone pada November. “Jadi tidak ada alasan untuk mengubah apa pun. Selain itu, Mark Flekken juga kiper yang sangat bagus. Saya hanya perlu terus maju, dan siap ketika kesempatan itu datang.”
Empat tahun lalu, sebagai kiper pilihan ketiga NEC, Roefs menyaksikan Piala Dunia di Qatar dari kenyamanan sofa teman-temannya. Sekarang, dia memiliki kesempatan untuk tidak hanya berangkat ke Amerika Utara sebagai bagian dari skuad, tetapi berpotensi juga memainkan perannya.
“Saat itu, tidak ada yang pernah mendengar tentang saya. Sekarang saya di sini. Begitulah cepatnya sepakbola dapat berubah... Berada di sana saja sudah luar biasa di usia saya. Tentu saja Anda bermimpi untuk bermain, tetapi itu tidak harus terjadi sekarang. Selangkah demi selangkah.”
Iklan

