Bulgarian Ivan Kolev, head coach of theAFP

Ivan Kolev Sebut FIFA Series 2026 Tak Penting, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Disarankan Pakai Pemain Lokal

  • Kolev Memberikan Pendapat Terkait FIFA Series 2026

    Masih ingat dengan Ivan Venkov Kolev? Mantan pelatih timnas Indonesia asal Bulgaria ini sekarang menangani FC Chernomorets 1919 Burgas. Klub tersebut berkompetisi di Vtora Liga Bulgaria, atau setara dengan Liga 2 di Indonesia. Penyelenggaraan FIFA Series 2026 yang diikuti timnas Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis, membuat Kolev dimintai pendapatnya mengenai tim yang pernah ditanganinya dan skuad besutan Aleksandar Dimitrov. Kolev menyatakan dirinya sangat tertarik melihat perjalanan Bulgaria dan Indonesia di ajang tersebut.

  • Iklan
  • Selalu Memberikan Kemenangan Di Dua Piala Asia

    Kolev menorehkan hasil cukup manis ketika dia menangani timnas senior selama dua periode. Ketika ditunjuk melatih skuad Garuda, Kolev meloloskan Indonesia ke Piala Asia 2004 di Beijing dengan menduduki peringkat kedua Grup C kualifikasi di bawah Arab Saudi. Kemenangan 3-0 dan imbang 2-2 atas Yaman menjadi laga kunci. Saat tampil di Piala Asia 2004, Kolev membawa timnas senior mengalahkan Qatar 2-1 di laga perdana, tetapi mengakhiri turnamen di peringkat tiga Grup A di bawah China dan Bahrain.


    Sedangkan di Piala Asia 2007 ketika Indonesia menjadi tuan rumah, Kolev juga memberikan kemenangan buat timnas senior. Saat itu, tim Merah Putih meraih kemenangan 2-1 atas Bahrain di partai pembuka. Sayangnya, seperti di edisi sebelumnya, timnas senior harus puas menduduki peringkat tiga di bawah Arab Saudi dan Korea Selatan.

  • Belum Mengetahui Skuad Dimitrov Yang Dibawa Ke Jakarta

    Ketika menangani timnas Indonesia pada 2007, Aleksandar Dimitrov merupakan asistennya. Menurutnya, Dimitrov merupakan pelatih bagus, dan mempunyai ambisi besar dalam karirnya.


    “Kami bekerja selama enam bulan. Dia melakukan pekerjaannya. Kami tidak membicarakan ambisi, tetapi itu normal. Saya hampir tidak mengenal pelatih muda yang tidak ingin mencapai level tinggi,” ungkap Kolev kepada Darik Radio dan Dsport.


    “Sejujurnya, saya belum melihat skuad lengkapnya. Saya belum menunjukkan minat pada tahap ini, karena kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan Chernomorets. Saya mungkin akan mengenalnya, tetapi saya tidak dapat berkomentar. Ini adalah pandangan staf pelatih, yang tahu apa yang mereka inginkan dari perjalanan ke Indonesia ini.”

  • Timnas Senior Disarankan Banyak Menurunkan Pemain Lokal

    Pria berusia 64 tahun ini juga mengaku tidak mengetahui perkembangan terbaru seputar timnas Indonesia. Namun ketika dia melatih timnas senior, Kolev cukup menentang penggunaan pemain asing yang menjadi warga negara Indonesia maupun keturunan. Namun mengingat FIFA Series 2026 hanyalah sekadar laga uji coba, Kolev menyarankan Herdman lebih banyak menurunkan pemain lokal.


    “Saya tidak tahu tim mana yang akan diturunkan tim kita (Bulgaria). Tentu saja tujuannya selalu penampilan yang bagus dan kemenangan. Hal yang sama juga dipikirkan tentang tim Indonesia,” ujar Kolev.


    “Ini adalah pertandingan di mana pelatih dapat mengandalkan lebih banyak pemain [lokal] Indonesia, karena pertandingan seperti ini tidak terlalu penting. Saya mengerti komunitas sepakbola, terutama fans, tidak senang karena sebagian besar pemainnya adalah pemain asing.”


    “Ada seorang pelatih Korea yang hanya memiliki satu atau dua pemain Indonesia, tidak seperti pelatih baru ini (Herdman). Pelatih baru ini mencetak lebih banyak tujuan. Saya akan sangat tertarik untuk melihat bagaimana kedua tim akan dibentuk.”

  • Skuad Bulgaria Akan Diterima Dengan Baik

    Kolev meyakini tim besutan Dimitrov akan disambut dengan baik di Jakarta, karena dia telah memahami karakter masyarakat Indonesia. Eks arsitek Persija Jakarta ini pun menyatakan atmosfer pertandingan bakal luar biasa.


    “Saya yakin tim nasional akan disambut dengan baik, dengan hormat, karena mereka adalah orang-orang seperti itu. Tim akan merasa nyaman. Saya mengikuti event ini karena saya terhubung dengan banyak tim di sana, dan saya tertarik,” kata Kolev.


    “Selama saya menjadi pelatih tim nasional, tidak ada pertandingan yang saya mainkan di hadapan kurang dari 60-70 ribu orang. Saya berharap minatnya tetap terjaga, dan para pemain nasional kita (Bulgaria) akan merasakan suasana yang berbeda. Di masa saya, satu setengah atau dua jam sebelum pertandingan, stadion hampir penuh. Nyanyian, tarian, sorakan, suasana yang luar biasa.”