FEATURES

  1. Rosenior terancam membawa Chelsea kembali ke Liga Konferensi

    Chelsea dan Paris Saint-Germain memiliki rivalitas lintas negara yang cukup unik. Akarnya sudah ada sejak tahun 2010-an, jauh sebelum pertemuan mereka di final Piala Dunia Antarklub musim panas 2025, namun hal itu justru semakin memperkuat ketidaksukaan di antara para pemain kedua tim saat ini. Di Amerika Serikat, The Blues menobatkan diri mereka sebagai 'juara dunia', namun gelar tersebut tampak semakin hampa seiring berjalannya waktu sejak turnamen tersebut.

  2. Kesalahan fatal Bernardo menghancurkan harapan City dan Pep untuk bangkit

    Bernardo Silva diusir dari lapangan untuk pertama kalinya dalam kariernya dalam apa yang mungkin menjadi perpisahan yang mengerikan dari Liga Champions bersama Manchester City, setelah tim asuhan Pep Guardiola kalah 2-1 di kandang dari Real Madrid dan tersingkir dari kompetisi dengan agregat 5-1 di babak 16 besar. Bernardo mendapat hukuman ganda karena menyentuh bola dengan tangan saat menahan tendangan Vinicius Jr di garis gawang, yang kemudian berujung pada gol penalti sang pemain Brasil tersebut, sehingga City harus menghadapi tugas yang nyaris mustahil.

  3. Vini tampil gemilang saat Madrid memastikan kemenangan

    Vinicius Jr kembali tampil gemilang pada saat yang tepat bagi Real Madrid, mencetak dua gol saat Los Blancos berhasil mengalahkan Manchester City untuk memastikan tempat di perempat final Liga Champions. Madrid tiba di Inggris dengan keunggulan 3-0 dari leg pertama, dan memastikan tak ada 'remontada' di Etihad Stadium, dengan meraih kemenangan 2-1 pada laga tersebut setelah pertandingan yang berlangsung cukup sengit.

  4. Eberechi Eze Declan Rice Arsenal Leverkusen 2025-26

    Gol spektakuler Eze dan penampilan gemilang Rice mengantarkan Arsenal ke perempat final Liga Champions

    Eberechi Eze dan Declan Rice mengantarkan Arsenal ke perempat final Liga Champions dengan cara yang sensasional berkat gol-gol menakjubkan, saat The Gunners mengalahkan Bayer Leverkusen yang gigih dengan skor 2-0 di Emirates Stadium untuk memastikan kemenangan agregat 3-1 atas tim Bundesliga tersebut. Tendangan keras Eze di babak pertama membuka jalan bagi tim asuhan Mikel Arteta, dan Rice memastikan kemenangan dengan gol kedua yang luar biasa setelah jeda, sehingga Arsenal akan berhadapan dengan Sporting CP di babak delapan besar.

  5. Kesalahan Sarr dan Caicedo memupus impian Chelsea saat PSG semakin memperparah penderitaan mereka

    Perjalanan Chelsea di Liga Champions berakhir dengan mengecewakan setelah kalah 3-0 dari Paris Saint-Germain pada leg kedua babak 16 besar, sehingga menelan kekalahan agregat 8-2 dalam 180 menit pertandingan. Kekalahan agregat ini merupakan yang terberat dalam sejarah The Blues di babak gugur Liga Champions, menyamai kekalahan telak 7-1 yang mereka derita dari Bayern Munich pada tahun 2020.

  6. Mengapa Newcastle mungkin akan menjual Woltemade setelah hanya satu musim

    Ketika Newcastle berhasil mengalahkan Bayern Munich dalam perburuan penyerang jangkung Stuttgart, Nick Woltemade, pada bulan Agustus, hal itu dianggap sebagai langkah gemilang berkat keberhasilan mereka lolos ke Liga Champions 2025-26. Memang, Eddie Howe sangat gembira melihat kesepakatan senilai £65 juta ($88 juta)—yang memecahkan rekor transfer klub—terwujud menjelang penutupan jendela transfer musim panas, dengan pemain asal Jerman itu didatangkan sebagai pengganti Alexander Isak yang hengkang ke Liverpool.

  7. City di ambang kehancuran: Apakah Pep sudah kehilangan sentuhan ajaibnya?

    Dengan Manchester City tertinggal 3-0 dari Real Madrid menjelang leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Anda mungkin mengira Pep Guardiola akan menghabiskan hari sebelum pertandingan di Stadion Etihad untuk membahas instruksi taktis bersama skuadnya atau memberikan pesan motivasi guna membantu mereka membalikkan defisit yang sangat berat ini melawan raja-raja sepak bola Eropa. Anda tentu tidak akan membayangkan sang pelatih justru memberi para pemainnya hari libur.

  8. LEGACY: Kebangkitan Kanada di Piala Dunia

    Inilah Legacy, seri artikel dan podcast dari GOAL yang menghitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengulas kisah-kisah dan semangat di balik negara-negara yang membentuk dunia sepak bola. Hari ini, kami mengulas bagaimana Kanada berhenti menunggu izin, belajar untuk percaya kembali, dan mengubah impian Piala Dunia menjadi momen bersejarah—dengan panggung yang jauh lebih besar kini menanti mereka di tanah air sendiri.

  9. Dowman & Ngumoha terlalu istimewa untuk diabaikan oleh Tuchel

    Thomas Tuchel akan mengumumkan skuad Inggris untuk laga-laga internasional bulan Maret pada hari Jumat, saat The Three Lions kembali berkumpul untuk terakhir kalinya sebelum musim klub 2025-26 berakhir. Hal ini, pada dasarnya, akan menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain yang berada di pinggiran skuad untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa harus khawatir kehilangan tempat di skuad Piala Dunia. Namun, ini juga akan menjadi kesempatan terakhir bagi Tuchel untuk bereksperimen dengan formasi dan pemain yang menurutnya dapat membantu merebut trofi tersebut.

  10. Kemenangan di Piala Liga membuktikan bahwa Chelsea yang sedang terpuruk tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan

    Pemenang meraih trofi. Itulah pesan sederhana yang disampaikan manajer Chelsea, Sonia Bompastor, kepada para pemainnya menjelang final Piala Liga pada Minggu lalu. Pesan itu jelas tersampaikan, karena tim The Blues tampil layaknya juara untuk mengalahkan Manchester United dan meraih trofi pertama musim ini, sekaligus mengirimkan pesan kepada seluruh Inggris—dan Eropa—bahwa, meski musim ini berjalan mengecewakan sejauh ini, mereka tetap menjadi ancaman besar.

  11. Pahlawan hat-trick Raphinha memimpin performa gemilang Barcelona

    Barcelona kembali memperlebar keunggulan mereka di puncak klasemen La Liga pada Minggu sore, setelah mengalahkan Sevilla 5-2 dan kini unggul empat poin atas Real Madrid. Ini menjadi penampilan gemilang lainnya bagi Raphinha, yang mencetak hat-trick dalam kemenangan tersebut. Dua golnya tercipta dari titik penalti, sedangkan gol ketiganya merupakan tendangan yang membelok dan melambung tinggi, yang memastikan kemenangan timnya di awal babak kedua.

  12. Pasti LJ! Bintang Inggris itu menjadi pahlawan Chelsea di Piala Liga

    Penampilan gemilang Lauren James menjadi sorotan utama saat Chelsea mempertahankan gelar Piala Liga Wanita pada Minggu lalu; pemain internasional Inggris itu sekali lagi menjadi momok bagi Manchester United, di mana golnya diperkuat oleh penyelesaian cerdik Aggie Beever-Jones untuk membawa The Blues meraih kemenangan 2-0 dan trofi pertama musim ini. Dalam pertandingan yang ketat dengan sedikit peluang, sentuhan klinis James tampaknya akan menjadi penentu sebelum Beever-Jones memastikan kemenangan di menit-menit akhir, mengakhiri upaya luar biasa dari tim Chelsea yang dilanda cedera.

  13. Kesalahan fatal Janssen merugikan Man Utd di final Piala Liga

    Manchester United harus mengakui kekalahan dalam final Piala Liga Wanita pada Minggu lalu, kalah 2-0 dari Chelsea setelah kesalahan fatal yang dilakukan Dominique Janssen memberikan gol pembuka kepada Lauren James. Tim asuhan Marc Skinner memang mendominasi jalannya pertandingan di Bristol selama 90 menit, namun harapan mereka untuk membalikkan keadaan pupus setelah pemain pengganti Aggie Beever-Jones mencetak gol di babak kedua.

  14. Bruno, sang raja assist, memimpin tim dalam kemenangan krusial Man Utd

    Bruno Fernandes mencatatkan sejarah dengan mengantarkan Manchester United meraih kemenangan 3-1 atas Aston Villa, sekaligus membawa timnya semakin dekat dengan tiket kembali ke Liga Champions. Kapten Setan Merah itu mencatatkan assist ke-15 dan ke-16 musim ini saat United mengalahkan Villa, pesaing lain dalam perebutan empat besar, dan memperkuat posisi mereka di peringkat ketiga, sekaligus memperlebar jarak menjadi tiga poin dari tim asuhan Unai Emery.

  15. Smith & Blackstenius membawa Arsenal meraih kemenangan di WSL

    Olivia Smith dan Stina Blackstenius mencetak gol saat Arsenal mengalahkan London City Lionesses 2-0 pada Minggu, hasil yang membuat The Gunners kini hanya terpaut satu poin dari zona kualifikasi Eropa di Liga Super Wanita. Dengan Chelsea yang bertanding di final Piala Liga pada hari Minggu, Arsenal menyadari bahwa perjalanan singkat melintasi ibu kota ini merupakan peluang untuk memperkecil selisih poin dan memberikan tekanan kepada The Blues yang berada di posisi ketiga, dan mereka berhasil memanfaatkannya dengan meraih kemenangan ketujuh berturut-turut secara meyakinkan.

  16. Shaw terdiam saat City, pemuncak klasemen WSL, harus puas dengan hasil imbang yang membosankan

    Langkah Manchester City menuju gelar juara Women's Super League sedikit terhambat pada hari Minggu, saat sang pemuncak klasemen harus puas bermain imbang 0-0 melawan Aston Villa. Tim asuhan Andree Jeglertz kesulitan menciptakan peluang melawan pertahanan yang paling rapuh di liga ini, dan andai bukan karena beberapa penyelamatan gemilang dari Khiara Keating, mereka mungkin saja menelan kekalahan ketiga mereka musim ini.