FEATURES

  1. Kembali beraksi! CR7 yang bersemangat kembali menorehkan sejarah baru di Piala Dunia

    Cristiano Ronaldo dan Portugal membungkam para pengkritik mereka dengan gemilang saat mengalahkan Uzbekistan 5-0 untuk mencatatkan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Ronaldo mencetak dua gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Portugal dalam sejarah putaran final, sementara tendangan bebas indah dari Nuno Mendes, gol bunuh diri Abdukodir Khusanov di babak kedua, dan gol di menit-menit akhir dari pemain pengganti Rafael Leao memastikan tim asuhan Roberto Martinez bangkit dari hasil imbang mengecewakan di laga pembuka melawan Republik Demokratik Kongo.

  2. Semua mata tertuju pada Neymar: Mantan bintang yang belum pulih sepenuhnya, atau penyelamat Selecao?!

    Dalam sebuah acara di Belo Horizonte pekan lalu, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva melontarkan lelucon yang menyinggung Neymar, yang ia gambarkan sebagai "pemain yang bekerja dari rumah". Tak heran, lelucon itu tidak diterima dengan baik. Keikutsertaan Neymar dalam skuad Selecao bukanlah hal yang bisa dianggap enteng di Brasil. Benar atau salahnya keputusan Carlo Ancelotti memanggil pemain yang sudah lewat masa jayanya dan belum pulih sepenuhnya telah menjadi bahan perdebatan sengit selama berbulan-bulan.

  1. Klasemen Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi yang memecahkan rekor memimpin

    Piala Dunia 2026 sedang berlangsung, begitu pula persaingan untuk meraih Sepatu Emas yang bergengsi—penghargaan yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak turnamen ini. Perjalanan masih panjang karena 48 negara bersaing memperebutkan gelar tertinggi, tetapi bintang mana yang akan membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut? Berikut adalah prediksi GOAL mengenai para kandidat peraih penghargaan tersebut, seiring kami terus memantau para bintang paling produktif di turnamen ini

  2. Dua gol Haaland mengantarkan Norwegia ke babak gugur

    Pertandingan yang dipenuhi bintang-bintang ternama — termasuk Erling Haaland, Sadio Mané, dan Martin Ødegaard — membutuhkan percikan yang tak terduga, dan bek kanan cadangan Norwegia, Marcus Pedersen, memberikan hal itu setelah 42 menit awal yang menegangkan. Kemudian Haaland mengambil alih permainan, dua kali menerobos pertahanan Senegal yang kebingungan untuk memastikan kemenangan 3-2 dan membawa Norwegia lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak 1998.

  3. Jangan terburu-buru, Leo! Mbappé sedang membidik rekor Messi

    Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk kedua kalinya berturut-turut saat Prancis meraih dua kemenangan dari dua pertandingan di Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Irak 3-0 pada Senin malam. Setelah menyaksikan Lionel Messi mencetak dua gol melawan Austria pada awal malam itu, Mbappe melakukan hal yang sama dalam pertandingan Grup I yang tertunda akibat badai di Philadelphia, sehingga ia kini tertinggal satu gol dari mantan rekan setimnya di Paris Saint-Germain dalam perebutan Sepatu Emas tahun ini, dan dua gol di belakang rekor total 18 gol yang dicetak pemain Argentina tersebut sepanjang turnamen.

  4. Messi adalah GOAT - tapi Lautaro dan Alvarez harus mulai mencetak gol

    Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia, lalu mencetak satu gol lagi sebagai pelengkap, saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 dalam pertandingan yang diwarnai ketegangan di Dallas untuk mempertahankan awal yang gemilang dalam upaya mempertahankan gelar juara mereka. Pemain terhebat sepanjang masa itu seharusnya sudah memecahkan rekor Miroslav Klose hanya delapan menit setelah pertandingan dimulai, ketika Albiceleste mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan Stefan Posch terhadap Lautaro Martinez, namun tendangan penalti Messi melebar.

  5. Portugal perlu agar Martinez tahu kapan harus mencoret Ronaldo yang sudah menua

    Turnamen besar lainnya, perdebatan sengit lainnya pun kembali berkecamuk seputar keputusan Portugal yang terus memanggil Cristiano Ronaldo. Penampilan yang kurang menonjol dari penyerang veteran tersebut dalam laga pembuka Piala Dunia negaranya melawan Republik Demokratik Kongo telah memicu kembali perdebatan yang kini muncul setiap dua tahun sekali mengenai apakah ia masih layak menjadi starter untuk Selecção di usia 41 tahun. Meskipun Anda tidak boleh berharap ada perubahan nyata selama Roberto Martinez masih memimpin, sang manajer harus tahu kapan harus mengambil tindakan.

  6. Tuchel perlu mencoret Stones yang sedang mengalami kesulitan dan memanggil kembali Guehi

    Inggris mengawali kampanye Piala Dunia mereka dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, namun penampilan mereka terbilang campur aduk, meskipun awal babak kedua yang dominan pasti telah menebarkan ketakutan di kalangan beberapa rival utama "Three Lions" dalam perburuan gelar dunia. Secara umum, Thomas Tuchel tampaknya membuat pilihan susunan pemain yang tepat. Jude Bellingham lebih dari sekadar membuktikan bahwa ia layak berada di tim, sementara keputusan untuk menurunkan Anthony Gordon sebagai starter agar Marcus Rashford bisa menjadi faktor X dari bangku cadangan terbukti berhasil.