Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Belgium v Egypt: Group G - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Sepak bola membela keluarga... Bagaimana kasus Duko berubah menjadi pertarungan opini publik?

Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, di mana jutaan pasang mata tertuju pada lapangan hijau dan setiap pertandingan berubah menjadi peristiwa global, jarang sekali kisah kemanusiaan berhasil mencuri perhatian dari kompetisi itu sendiri. Namun, hal itulah yang terjadi pada Jeremy Doku, pemain sayap timnas Belgia dan Manchester City, yang mendapati dirinya berada di tengah badai kontroversi setelah mengumumkan keinginannya untuk meninggalkan pemusatan latihan timnas negaranya jika pertandingan Piala Dunia bertepatan dengan kelahiran anak pertamanya.

Apa yang awalnya merupakan keputusan pribadi terkait keluarga dengan cepat berubah menjadi perdebatan global mengenai batas-batas komitmen para pemain, serta prioritas kehidupan pribadi dalam dunia sepak bola modern. Meskipun sang pemain mendapat kritik tajam dari beberapa pihak di media, tanggapan dari dalam dan luar dunia olahraga justru sangat seragam, menegaskan bahwa ada momen-momen dalam hidup yang tak tergantikan, tak peduli seberapa pentingnya turnamen atau seberapa berharganya sebuah pertandingan.

Jeremy Doku diperkirakan akan menyambut kelahiran anak pertamanya pada minggu kedua bulan Juli mendatang, periode yang mungkin bertepatan dengan babak gugur yang menentukan di Piala Dunia 2026 jika tim nasional Belgia terus melaju dengan sukses. Pemain tersebut tidak berusaha menyembunyikan posisinya, melainkan berbicara secara terbuka tentang keinginannya untuk berada di sisi istrinya selama momen istimewa ini.

Duko menegaskan bahwa siapa pun yang menantikan menjadi ayah untuk pertama kalinya tentu tidak ingin melewatkan pengalaman unik ini, sambil juga menyatakan kesadarannya yang penuh terhadap komitmen yang terkait dengan mewakili tim nasional dan berpartisipasi dalam turnamen berskala global seperti Piala Dunia. Meskipun situasinya rumit, sang pemain menyatakan keyakinannya bahwa Federasi Sepak Bola Belgia akan memahami keadaan pribadi dan keluarganya, demikian dilaporkan oleh “BBC” .

  • USA WC26 SOCCER D1 BELGIUM RED DEVILS VS EGYPTAFP

    Pernyataan yang memicu kemarahan luas

    Kontroversi ini bermula ketika jurnalis Prancis France Pierron, pembawa acara di surat kabar dan saluran televisi L'Équipe, mengkritik sikap Doku dengan cara yang memicu kemarahan luas.

    Ia berpendapat bahwa kehadiran sang ayah saat persalinan tidak terlalu penting, dan menggambarkan hal tersebut dengan ungkapan-ungkapan yang memicu gelombang kritik tajam di media sosial serta di kalangan olahraga dan media.

    Tak butuh waktu lama hingga L'Équipe terpaksa mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai maupun orientasi mereka.

    Pieron juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah kontroversi besar yang dipicu oleh perkataannya, sementara laporan media Prancis menyebutkan bahwa ia tidak hadir dalam acara rutinnya pada hari berikutnya.

  • Iklan
  • England World Cup 2026 Media ActivityGetty Images Sport

    Solidaritas luas dari para bintang sepak bola

    Reaksi terkuat justru datang dari dalam dunia sepak bola itu sendiri, di mana sejumlah pemain, pelatih, dan tokoh olahraga menyatakan dukungan penuh mereka kepada Doku.

    Salah satu yang paling menonjol di antaranya adalah penyerang tim nasional Inggris, Ollie Watkins, yang berbicara berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai ayah dari dua anak.

    Watkins menjelaskan bahwa kelahiran anak pertama merupakan salah satu momen terpenting dalam hidup setiap orang, sambil menegaskan bahwa pengalaman ini tidak akan terulang, dan menyaksikan pasangannya menjalani fase istimewa ini memiliki nilai kemanusiaan yang tak dapat dibandingkan dengan acara olahraga apa pun.

    Ia menambahkan bahwa para pemain sepak bola menghabiskan sebagian besar hidup mereka jauh dari keluarga karena pertandingan, pemusatan latihan, dan perjalanan yang terus-menerus; oleh karena itu, kehilangan momen-momen keluarga yang penting seperti ini sangatlah menyakitkan.

  • USA WC26 SEATTLE SOCCER RED DEVILS FRIDAYAFP

    Para pemain bukanlah mesin

    Sementara itu, Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional menegaskan bahwa tekanan dan tuntutan yang dibebankan kepada para pemain tidak boleh mengorbankan momen-momen penting bersama keluarga dalam kehidupan mereka.

    Asosiasi tersebut menekankan bahwa memperlakukan para pemain sebagai individu yang memiliki kehidupan pribadi dan tanggung jawab keluarga sama pentingnya dengan memandang mereka sebagai atlet profesional.

    Asosiasi tersebut menjelaskan bahwa menyediakan lingkungan yang sehat dan seimbang bagi para pemain dimulai dari menghormati peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan mereka, terutama pernikahan, kelahiran anak, dan keadaan darurat keluarga.

    Salah satu komentar yang paling menarik perhatian datang dari Institut Keayahaan, sebuah lembaga yang mendukung peran ayah dalam kehidupan keluarga.

    Wakil Presiden Eksekutif lembaga tersebut, Jeremy Davies, mengibaratkan pandangan yang memaksa para pemain mengabaikan kehidupan pribadi mereka dengan para gladiator di Koloseum Romawi kuno.

    Ia menyoroti bahwa para penggemar menginginkan para bintang ini terus-menerus memberikan hiburan dan kemenangan, namun terkadang lupa bahwa mereka adalah manusia sebelum menjadi pemain sepak bola.

    Ia menambahkan bahwa uang, ketenaran, dan gelar juara tetap kurang berharga dibandingkan momen-momen kemanusiaan yang menciptakan kenangan sejati dalam keluarga.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • FBL-WC-2026-STADIUM-PHILADELPHIAAFP

    Tidak adanya peraturan yang jelas mengenai cuti ayah

    Salah satu aspek yang kembali diangkat oleh kasus Duko adalah tidak adanya peraturan yang jelas dalam dunia sepak bola terkait cuti ayah.

    Sementara peraturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menetapkan hak-hak yang jelas bagi para pemain wanita terkait cuti melahirkan, termasuk periode cuti berbayar dan batas waktu tertentu, tidak ada aturan serupa yang mengatur status para pemain pria.

    Kekosongan regulasi ini membuat banyak pemain pria dihadapkan pada dilema sulit, yaitu harus memilih antara kewajiban profesional dan tanggung jawab keluarga, terutama selama turnamen besar dan musim yang padat.

  • FBL-WC-2018-ENG-PRESSERAFP

    Kasus serupa di dunia sepak bola

    Doku bukanlah pemain pertama yang menghadapi situasi ini, dan kemungkinan besar juga bukan yang terakhir. Pada Piala Dunia 2018, Fabian Delph meninggalkan pemusatan latihan tim nasional Inggris di Rusia untuk menyaksikan kelahiran putrinya, sebelum kembali bergabung dengan tim.

    Pada tahun yang sama, pemain Spanyol David Silva absen dari pertandingan bersama Manchester City setelah putranya lahir lebih awal dari jadwal, karena ia memilih untuk berada di samping keluarganya selama masa-masa kritis tersebut.

    Kiper asal Spanyol, David de Gea, juga mendapat cuti yang relatif panjang pada tahun 2021 setelah kelahiran putrinya selama masa pandemi COVID-19.

    Di sisi lain, beberapa pemain terpaksa mengikuti momen-momen tersebut dari jarak jauh. Pemain asal Norwegia, Leo Ostigard, menyaksikan kelahiran putranya melalui panggilan video saat ia sedang berlaga di Piala Dunia, sementara pemain asal Portugal, Ruben Neves, mengalami hal serupa selama periode pembatasan perjalanan terkait pandemi COVID-19.

  • Tottenham Hotspur v Newcastle United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Sepak bola itu penting... tapi

    Sementara itu, pelatih asal Denmark Thomas Frank menyampaikan pandangan yang mungkin merangkum inti dari seluruh permasalahan ini. Ia menegaskan bahwa sepak bola tetap menjadi “hal terpenting yang tidak penting”, merujuk pada perannya yang besar dalam kehidupan masyarakat, namun tetap kurang penting dibandingkan peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang besar.

    Frank menekankan bahwa menyaksikan kelahiran seorang anak merupakan salah satu pengalaman terindah yang dapat dialami manusia, dan bahwa ia selalu menyarankan para pemainnya untuk memprioritaskan momen tersebut ketika mereka menghadapi situasi serupa.

    Ia mengakhiri pembicaraannya dengan menegaskan bahwa kepulangan Duko ke keluarganya untuk menyaksikan kelahiran anaknya akan menjadi keputusan yang tepat, sambil mencatat bahwa sang pemain akan kembali dengan perasaan yang lebih bahagia dan stabil secara psikologis.

  • USA WC26 SEATTLE SOCCER RED DEVILS FRIDAYAFP

    Kemenangan bagi manusia, bukan sekadar pemain

    Mungkin ada perbedaan pendapat mengenai banyak isu yang berkaitan dengan sepak bola, namun kontroversi seputar Jeremy Doku menunjukkan adanya konsensus yang langka, baik di dalam maupun di luar dunia olahraga.

    Di dunia di mana kesuksesan diukur dari gol, kemenangan, dan gelar, Douko mengingatkan semua orang akan sebuah kenyataan sederhana: ada momen-momen dalam hidup yang tak tergantikan.

    Oleh karena itu, kisahnya tidak sekadar menjadi perdebatan mengenai kemungkinan absennya dari pertandingan Piala Dunia, melainkan menjadi simbol perjuangan yang lebih luas terkait hak para atlet untuk menjadi ayah, suami, dan individu biasa, bukan sekadar bintang yang dituntut untuk terus memberikan yang terbaik di lapangan.

    Pada akhirnya, sepertinya seluruh dunia sepak bola sepakat pada satu pesan: beberapa kemenangan tidak diraih di atas rumput hijau, melainkan di dalam keluarga.