Kazakhstan mungkin bukan negara yang dikenal gila sepakbola. Namun, munculnya sensasi remaja baru sebagai salah satu pemain terbaik negara itu bisa menjadi tanda bahwa negara yang terjepit di antara Eropa dan Asia ini sedang berada di ambang generasi emas.
Bukan hal aneh bila Rennes menghasilkan beberapa pemain terbaik, dan Mohamed Kader Meite tampaknya siap menjadi talenta elit berikutnya yang mengorbit setelah pemain-pemain seperti pemenang Ballon d'Or Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Eduardo Camavinga. Meski masih 'bocil' yang berusia 18 tahun, penyerang yang berpostur raksasa ini dikabarkan sudah menarik perhatian di seluruh Eropa.
Dari Ibrahima Konate yang juara Liga Inggris bersama Liverpool, William Saliba yang menjadi fondasi kebangkitan Arsenal sampai puncak klasemen, hingga Leny Yoro yang hijrah dengan banderol mahal ke Manchester United—bek tengah Prancis sedang perkasa-perkasanya di EPL. Kini, perburuan bek ajaib Les Bleus berikutnya pun dimulai, dengan klub-klub elite Inggris dan Eropa memusatkan perhatian pada satu nama: Tylel Tati.
Dengan semua data dan rekaman video yang Anda harapkan, seharusnya tidak banyak rahasia lagi di dunia sepakbola usia muda, tetapi bagi sebagian besar tim, memilih dan menemukan talenta muda terbaik masih terasa seperti lotere.
Akademi La Masia Barcelona yang terkenal telah lama menjadi incaran setiap klub top lainnya di Eropa, dan itu bukan tanpa alasan. Akademi ini telah melahirkan puluhan legenda selama 46 tahun terakhir, dari Pep Guardiola dan Albert Ferrer, hingga Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Setiap generasi menghasilkan banyak superstar, dengan Lamine Yamal memimpin generasi saat ini setelah muncul di panggung profesional pada usia 15 tahun.
Swedia memiliki sejarah modern yang membanggakan dalam menghasilkan penyerang elit, dari Henrik Larsson dan Zlatan Ibrahimovic, hingga Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Jika hype terkini dipercaya, maka Kevin Filling yang berusia 16 tahun adalah sensasi terbaru dari barisan bakat tersebut, dan prospek AIK ini sudah dikaitkan dengan transfer ke salah satu klub besar di Liga Premier.
Sesaat sebelum pandemi virus corona memaksa dunia melakukan karantina wilayah pada Desember 2019, Tottenham merekam dan merilis video para pemain tim utama mereka mengantar anak-anak akademi ke tempat latihan. Lucas Moura mengejutkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan kehadirannya saat mereka mengendarai mobil. Di sepanjang perjalanan, pemain internasional Brasil itu menyampaikan beberapa kata bijak untuk anak itu.
Akademi Manchester City adalah salah satu pabrik bakat paling produktif di dunia, meskipun kenyataannya sebagian besar lulusan akhirnya harus mengadu nasib di luar Etihad Stadium. Phil Foden adalah kebanggaan sistem akademi City, tetapi selama bertahun-tahun hanya dia yang mematahkan 'pandangan' tersebut.
Sensasi muda Vasco da Gama, Rayan Vitor, sudah memasuki musim ketiganya di level senior—padahal ia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-19 pada 3 Agustus lalu. Sebuah pencapaian yang jarang terjadi, bahkan di kompetisi seketat Serie A Brasil, juga di liga papan atas dunia lainnya. Perjalanan Rayan kian mencolok di tengah periode penuh gejolak dalam sejarah Vasco. Klub legendaris asal Rio de Janeiro itu masih diliputi ketidakpastian finansial sejak para petinggi dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat, 777 Partners, didepak dari jajaran direksi pada Mei 2024.
Tujuh laga memasuki musim baru Liga Primer Inggris, sudah cukup untuk disebut sebagai musim terobosan bagi Josh King, pemain lulusan akademi Fulham. Gelandang 18 tahun itu sudah melebihi total menit bermain seniornya di sepanjang musim lalu, dan dalam beberapa pekan pembuka, ia menjelma menjadi salah satu pemain muda paling mencuri perhatian di EPL—berkat dinamikanya, keberaniannya, dan ketenangannya.
Setiap bulan, GOAL menyajikan berita-berita utama seputar wonderkid remaja dan pesepakbola muda terbaik dunia. Selama bulan September, banyak yang dibicarakan tentang pemain seperti Lamine Yamal dari Barcelona dan Franco Mastantuono dari Real Madrid, tetapi juga banyak berita utama lainnya yang diangkat oleh bintang-bintang baru dunia, baik di sepakbola pria maupun wanita.
Palmeiras nampaknya kembali melahirkan remaja super berbakat. Dalam tiga tahun terakhir saja, raksasa Brasil itu sudah menjual empat lulusan akademi ke Eropa: Endrick, Luis Guilherme, Vitor Reis, dan Estevao Willian. Luiz Benedetti hampir pasti akan menjadi yang kelima.
Tottenham tidak merahasiakan keinginan mereka untuk menjadi destinasi papan atas bagi talenta muda terbaik dunia. "Anda bisa mencoba menjual visi kepada seseorang, tetapi jika ada bukti fisik yang nyata... Siapa pun yang telah mengamati kami sejak saya bergabung pasti sudah melihat aspirasi yang kami miliki untuk menjadi tim yang kami inginkan. Itu bukan hanya saya yang mengatakannya, kami benar-benar melakukannya," kata mantan manajer Spurs Ange Postecoglou saat ia memimpin di N17.
Remaja berbakat tersebut dikonfirmasi City telah menyelesaikan transfer senilai £12,5 juta ke Stadion Etihad setelah memulai kariernya di Norwegia dengan memecahkan rekor.