FEATURES

  1. Mengapa Wiegman memanggil Teen Parkinson sebagai pemain termuda yang pernah dipanggilnya

    Ketika tim U-23 Inggris berhadapan dengan Norwegia pada bulan November lalu, tak sedikit talenta-talenta terbaik yang tampil. Baik itu Ruby Mace maupun Maisie Symonds, yang keduanya telah memperkuat tim senior asuhan Sarina Wiegman; Gracie Prior, yang menjadi starter dalam tujuh dari sembilan pertandingan pertama musim ini bersama Manchester City, pemuncak klasemen Women's Super League; maupun Martine Fenger di kubu lawan, penyerang remaja yang baru saja melakukan debutnya bersama Barcelona pada awal bulan itu. Namun, justru Erica Parkinson yang berusia 17 tahun, seorang pemain yang usianya sekitar lima tahun lebih muda dari beberapa pemain lainnya, yang paling menonjol.

  2. Kenapa sih Romelu Lukaku tiba-tiba menghilang dari Napoli?!

    Pada malam hari tanggal 28 Februari di Verona, Romelu Lukaku masuk sebagai pemain pengganti di Stadio Marcantonio Bentegodi dan mencetak gol penentu kemenangan bagi Napoli atas Verona pada menit ke-96 melalui tendangan kaki kiri dari jarak dekat. Gol itu sama sekali bukan gol yang indah—kiper Lorenzo Montipo sempat menyentuh bola dengan tangannya—tetapi gol tersebut jelas merupakan salah satu gol paling penting dalam seluruh karier Lukaku.

  3. Crystal Palace vs Fiorentina: Papan Taktik

    Crystal Palace menghancurkan Fiorentina dengan kemenangan telak 3-0 di Selhurst Park, memanfaatkan formasi 3-4-2-1 yang intens untuk mengeksploitasi kelemahan pertahanan tim tamu. Meskipun Fiorentina sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola, tim asuhan Oliver Glasner justru mendominasi dalam hal kualitas peluang, dengan mengumpulkan angka xG yang mengesankan sebesar 3,45 untuk memastikan hasil yang meyakinkan di Liga Konferensi.

  4. Desperate Slot seharusnya malu melihat kekalahan telak dari Liverpool

    Arne Slot mengakui pada malam menjelang leg pertama perempat final Liga Champions Liverpool melawan Paris Saint-Germain bahwa timnya telah mengalami begitu banyak kemunduran musim ini sehingga ia tidak akan punya waktu untuk membahas semuanya dalam satu konferensi pers. Dalam hal itu, kekalahan 2-0 pada Rabu di Parc des Princes bisa dianggap sekadar kekalahan mengecewakan lainnya yang menambah daftar yang sudah panjang.

  5. Peringkat Kekuatan BDO: Yamal Tergelincir, Sementara Kane Tetap Berperforma Gemilang

    Dengan duopoli Lionel Messi-Cristiano Ronaldo yang tampaknya mulai memudar, persaingan untuk meraih Ballon d'Or belum pernah terasa seketat ini selama hampir 20 tahun terakhir; kini, banyak pemain yang memulai setiap musim dengan keyakinan bahwa mereka memiliki peluang untuk merebut penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Ousmane Dembele berhasil bangkit dari karier yang diwarnai ketidakstabilan untuk memenangkan Golden Ball pada tahun 2025, dan ia menjadi salah satu dari sekian banyak pesaing saat perebutan gelar tahun 2026 dimulai.

  6. Penurunan performa Chelsea membuktikan bahwa Maresca adalah pilihan yang tepat untuk menggantikan Pep

    Saat Enzo Maresca memandangi laut dari kolam renang infinity-nya, ia pasti merasa bersyukur karena tidak lagi menjadi manajer Chelsea. Mulai dari kekalahan di tangan Newcastle, Everton, dan Paris Saint-Germain hingga berbagai kontroversi—mulai dari insiden 'menghormati bola' hingga Marc Cucurella dan Enzo Fernandez yang secara terang-terangan mengisyaratkan bahwa mereka terbuka untuk hengkang—Stamford Bridge tampak seperti medan perang jika dibandingkan dengan liburan indah Maresca baru-baru ini di Maladewa.

  7. Turunkan Dowman! Arsenal sebaiknya menurunkan bintang remaja itu di laga-laga penutup Liga Premier

    Selama beberapa pekan terakhir, banyak yang membicarakan tentang bagaimana ambisi Arsenal untuk meraih empat gelar pupus dan berubah menjadi impian meraih dua gelar saja, namun hal itu tetap bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. The Gunners masih memiliki peluang besar untuk merebut dua gelar utama yang bisa mereka raih, meskipun mereka berisiko harus merangkak melewati garis finis alih-alih melangkah melewatinya dengan penuh wibawa layaknya juara.

  8. Perombakan skuad Liverpool gagal membuahkan hasil saat tim yang tampil lesu itu kembali dipermalukan

    Harapan Liverpool untuk menyelamatkan musim mereka kembali mendapat pukulan telak pada Rabu, saat tim asuhan Arne Slot yang sedang terpuruk itu menelan kekalahan telak 2-0 pada leg pertama babak perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Pelatih yang sedang dalam tekanan itu telah menantang para pemainnya untuk memberikan respons yang "kuat dan tegas" atas kekalahan telak di Piala FA akhir pekan lalu di kandang Manchester City, namun meski mereka tidak pernah menyerah di Parc des Princes, mereka tetap takluk dengan mudah di hadapan lawan yang jauh lebih unggul.

  9. Kekalahan telak dari Cubarsi membuat Barcelona harus menghadapi tantangan berat

    Barcelona kini harus menghadapi tantangan berat jika ingin lolos ke semifinal Liga Champions, setelah mereka kalah 2-0 dari Atlético Madrid pada leg pertama babak perempat final yang digelar Rabu lalu. Tim Blaugrana harus menyesali kartu merah yang diterima Pau Cubarsi pada babak pertama, sementara gol-gol dari Julian Álvarez dan Alexander Sorloth memastikan kemenangan bagi tim tamu di Catalunya.

  10. Skuad Lionesses untuk Piala Dunia: Siapa saja yang akan lolos seleksi pada tahun 2027?

    Kampanye kualifikasi Inggris untuk Piala Dunia Wanita 2027 telah resmi dimulai. The Lionesses mengawali kampanye ini dengan kemenangan 6-1 atas Ukraina pada Selasa dan akan melanjutkan perjuangan mereka untuk memastikan tempat di Brasil saat menjamu Islandia pada Sabtu. Sebagai runner-up pada 2023, sedikit yang meragukan tim asuhan Sarina Wiegman untuk meraih prestasi serupa, namun siapa yang akan dipilih manajer untuk mewakili juara Eropa di Amerika Selatan masih belum pasti.