FEATURES

  1. Apakah City mulai goyah? Gelar juara WSL yang tampaknya sudah di tangan kini terancam gagal

    Sudah berminggu-minggu ini, perebutan gelar Liga Super Wanita terasa seperti sekadar formalitas belaka. Manchester City unggul sembilan poin pada akhir Januari. Kemudian, seminggu kemudian, mereka menghancurkan juara bertahan Chelsea dengan skor 5-1 untuk memperlebar keunggulan menjadi 11 poin. Pasti sudah pasti, bukan? Namun, meskipun City hanya tinggal memainkan dua pertandingan lagi, perebutan gelar ini tampaknya akan berlanjut hingga hari terakhir.

  2. Penampilan gemilang Diaz semakin menambah tekanan pada Gakpo untuk tampil maksimal

    Kemenangan menegangkan Paris Saint-Germain 5-4 atas Bayern Munich pada hari Selasa sungguh memukau. Pertandingan itu menjadi pertunjukan 'Sepak Bola Indah' yang tepat waktu dan mendebarkan, sebuah laga yang memikat antara dua tim yang sepenuhnya berkomitmen untuk memainkan sepak bola yang berani dan mengalir bebas. Namun, bagi para pendukung Liverpool, hal itu juga menjadi pengingat yang menyakitkan akan apa yang seharusnya bisa terjadi.

  3. Alvarez bangkit kembali dan membawa Atletico meraih hasil imbang

    Atlético Madrid berhasil membalikkan keadaan dan menahan imbang Arsenal 1-1 pada leg pertama semifinal Liga Champions. Julian Álvarez mencetak gol dari titik penalti untuk menyamakan kedudukan setelah Viktor Gyökéres lebih dulu mencetak gol dari titik penalti, sementara perubahan taktik yang dilakukan Diego Simeone membantu Los Rojiblancos bangkit dan menghindari kekalahan di kandang sendiri di ibu kota Spanyol.

  4. Arsenal mencetak TUJUH gol! Para pemain Arsenal yang diganti-ganti tampil dominan dalam kemenangan telak di WSL

    Skuad Arsenal yang mengalami rotasi pemain berhasil meraih kemenangan telak atas Leicester pada Rabu lalu, menghancurkan tim juru kunci Liga Super Wanita dengan skor 7-0 untuk naik ke zona Liga Champions dan menambah tekanan pada pemuncak klasemen Manchester City. Dengan dua pertandingan tersisa yang belum dimainkan, The Gunners secara praktis menjadi satu-satunya tim yang masih bisa mengejar sang juara yang hampir pasti, dan gol-gol yang tercipta dari berbagai area lapangan memastikan hal itu tetap berlaku dalam kemenangan yang meyakinkan.

  5. Williamson adalah risiko yang layak diambil dalam upaya Arsenal di Liga Champions Wanita

    Saat Arsenal menjamu Lyon dalam leg pertama semifinal Liga Champions Wanita, kabar buruk seputar tim tak henti-hentinya berdatangan. Steph Catley belum pulih dari cedera betis dan tak bisa ikut bermain, sementara Beth Mead juga absen karena alasan pribadi. Kemudian, pada hari pertandingan, Chloe Kelly absen akibat masalah otot ringan. Untungnya, ada satu pemain kunci yang kembali untuk meredam berbagai pukulan tersebut: Leah Williamson.

  6. Arteta harus memprioritaskan perjuangan di Liga Premier-bahkan jika ia harus mengorbankan harapan di Liga Champions

    Arsenal akan segera menghadapi tekanan yang jauh lebih besar. Setelah berhasil mengembalikan perburuan gelar Liga Premier yang sempat goyah ke jalur yang benar berkat kemenangan yang sangat dibutuhkan atas Newcastle, The Gunners kini bersiap untuk bertanding di kandang Atletico Madrid, Estadio Metropolitano, dalam laga semifinal Liga Champions. Namun, meski prospek meraih gelar ganda di level domestik dan Eropa sangat menggoda, pelatih kepala Mikel Arteta harus melihat gambaran yang lebih besar.

  7. Itulah sepak bola! Kvaratskhelia & Dembele membuat Bayern kewalahan

    Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munich memang sejak awal terlihat berpotensi menjadi laga klasik, namun pada akhirnya pertandingan tersebut melampaui semua ekspektasi, tidak sedikit berkat kontribusi Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele, yang masing-masing mencetak dua gol dalam kemenangan 5-4 yang sangat menegangkan bagi pasukan Luis Enrique di Parc des Princes.

  8. WARISAN: Bagaimana Brasil akhirnya hanya mengandalkan Neymar

    Ini adalah Legacy, serial podcast dan liputan khusus GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengungkap kisah dan semangat di balik negara-negara yang mendefinisikan olahraga sepak bola dunia. Minggu ini, kami mengulas kebangkitan, perpecahan, pudarnya aura kejayaan, serta bintang-bintang baru yang belum berhasil mencuri sorotan untuk Brasil, serta pertanyaan yang menggantung di siklus Piala Dunia ini: apa yang tersisa bagi Neymar—dan bagi tim nasional yang selama 20 tahun bergantung padanya?

  9. Kane, yang terbaik di dunia, harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengukir namanya dalam sejarah

    Harry Kane mungkin sedang berada di ambang kejayaan, jika gelar tersebut belum pasti diraihnya. Bayern Munich akan mengandalkan kapten timnas Inggris ini untuk mencetak gol-gol yang akan memberi mereka keunggulan atas Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions, sementara gelar Bundesliga lainnya sudah di tangan, Piala Dunia semakin dekat, dan ia sudah berada di posisi terdepan untuk meraih Ballon d'Or. Musim ini tampaknya akan menjadi musim yang gemilang bagi pemain berusia 32 tahun tersebut.

  10. Diego Simeone: Dinosaurus taktik atau masihkah dia si penyihir Atleti?

    Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, pekan lalu menyebut Diego Simeone sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa — namun ia juga menyatakan bahwa pelatih asal Argentina itu tidak mendapatkan pengakuan yang pantas ia terima. Itu adalah argumen yang menarik, namun tentu saja akan memecah belah pendapat — sama seperti Simeone sendiri. Pria yang akrab disapa 'Cholo' ini sangat dihormati di dunia sepak bola. Prestasi yang ia raih bersama Atlético Madrid sungguh patut dihormati.

  11. Casemiro & Bruno kembali tampil gemilang dan nyaris memastikan kembalinya tim ke Liga Champions

    Manchester United seolah sudah bisa mendengar lagu kebangsaan Liga Champions setelah Casemiro dan Benjamin Sesko mengantarkan mereka meraih kemenangan 2-1 atas Brentford pada Senin lalu. Setan Merah tetap berada di posisi ketiga klasemen Liga Premier, namun kini unggul 11 poin atas Brighton yang berada di peringkat keenam, yang berarti mereka hampir pasti finis di lima besar dan memastikan tiket kembali ke kompetisi teratas Eropa untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

  12. Perhatikan, EPL: Para penyerang cepat PSG dan Bayern adalah masa depan

    Sama seperti kebanyakan orang di dunia ini, mantan bek Liverpool Stephen Warnock sangat menikmati pertandingan perempat final Liga Champions yang mendebarkan antara Bayern Munich dan Real Madrid. Pertandingan tersebut berlangsung seru selama 180 menit yang memukau sebelum tim asal Bavaria itu akhirnya menang dengan agregat 6-4, yang tidak sedikit dipengaruhi oleh kartu merah konyol yang diterima Eduardo Camavinga di menit-menit akhir leg kedua.