Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Analysis

  1. Liverpool berhasil lolos! Pemain baru tampil gemilang di WSL

    Hanya empat tim dalam sejarah Liga Super Wanita yang pernah mengalami penantian lebih lama untuk meraih kemenangan pertama musim ini daripada Liverpool pada musim ini. Tanpa kemenangan dalam 12 pertandingan, hanya Yeovil Town, Doncaster Rovers Belles, Everton, dan Reading yang pernah mengalami rentetan tanpa kemenangan lebih panjang dalam kompetisi ini daripada The Reds. Status mereka sebagai mantan juara dua kali Liga Super Wanita membuat kasus mereka menonjol sebagai yang paling mengejutkan dan tak terduga di antara kelima tim tersebut.

  2. Frank sudah pergi - tetapi Spurs membutuhkan perubahan lebih lanjut untuk menghindari degradasi.

    Tottenham Hotspur berada di peringkat ke-16 di klasemen Premier League. Mereka hanya unggul lima poin dari zona degradasi. Tanpa kemenangan dari sembilan pertandingan domestik pada tahun 2026. Pertandingan berikutnya mereka adalah melawan tetangga London Utara, Arsenal, juara Premier League yang akan datang, yang hanya pernah dikalahkan Spurs sekali dalam 10 pertemuan terakhir mereka. Namun, hingga Rabu pagi, tampaknya tidak ada kekhawatiran yang signifikan di klub bahwa musim ini berpotensi berakhir dengan bencana.

  3. Transfer Januari telah menjadikan Manchester United sebagai ancaman di Liga Champions Wanita.

    Manchester United harus bertindak di jendela transfer Januari. The Red Devils telah memulai musim 2025-26 dengan gemilang, terutama dengan lolos ke babak utama Liga Champions Wanita untuk pertama kalinya dan kemudian melangkah lebih jauh dengan masuk ke babak gugur bulan ini. Namun, jika mereka ingin bersaing dengan tim-tim terbaik Eropa dan berada di puncak kompetisi domestik, mereka membutuhkan lebih banyak pemain di skuad - dan itulah pendekatan yang diambil United.

  4. LEGACY: Meksiko - tuan rumah paling produktif dalam sejarah Piala Dunia

    Ini adalah Legacy, podcast dan seri fitur GOAL untuk menandai hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengeksplorasi kisah dan semangat di balik negara-negara yang mendefinisikan permainan sepak bola dunia. Pekan ini, kami berkunjung ke Meksiko, satu-satunya negara yang pernah menjadi tuan rumah tiga Piala Dunia. Dari kemenangan Pele pada 1970 hingga keajaiban Diego Maradona pada 1986, dan kini menuju perayaan yang akan digelar pada 2026, ini adalah kisah sebuah negara di mana sepak bola bukan hanya dimainkan, tetapi juga dijalani; sebuah tanah air yang dipenuhi gol, sejarah, dan gairah yang tak pernah padam.

  5. Bawa Mainoo ke pesawat! Tuchel tidak boleh mengulangi kesalahan Amorim.

    Jika Ruben Amorim tetap memimpin Manchester United, Kobbie Mainoo saat ini sedang bernegosiasi dengan klub-klub potensial tentang kemungkinan hengkangnya - jika dia belum pergi. Sebaliknya, gelandang lokal ini berkembang pesat di bawah asuhan Michael Carrick dan tampak sebagai bagian penting dari masa kini maupun masa depan United. Dengan setiap pertandingan yang dia mainkan, Mainoo membuat keputusan Amorim untuk mengabaikan bakatnya semakin terlihat konyol.

  6. Tukang Jagal Kembali! Dampak Besar Lisandro Buat Man Utd

    Michael Carrick mendapatkan sebagian besar pujian atas kebangkitan Manchester United sejak ia mengambil alih, tetapi ada faktor lain yang tak terbantahkan untuk dipertimbangkan ketika menganalisis peningkatan performa dan hasil di Old Trafford. Lisandro Martinez memang melakukan penampilan pertamanya yang telah lama ditunggu-tunggu setelah 301 hari absen karena cedera saat Ruben Amorim masih menjabat, tetapi dampak sebenarnya dari kembalinya baru terasa sekarang.

  7. Ronaldo Berulah, Benzema Pindah: Liga Saudi Di Ambang Krisis

    Tiga tahun lalu, Cristiano Ronaldo mengguncang dunia olahraga saat memutuskan bergabung dengan Al-Nassr. Enam bulan berselang, jejak sang pionir asal Portugal itu diikuti oleh deretan pemain papan atas lainnya; mulai dari Karim Benzema, Neymar, Roberto Firmino, Sadio Mane, hingga Aymeric Laporte resmi merapat ke Saudi Pro League. Meski beberapa dari megabintang ini jelas sudah melewati masa jayanya, fakta bahwa mereka bersedia pindah ke Timur Tengah terasa seperti sebuah fenomena besar.

  8. 10 Transfer 'Murah Tapi Mewah' Di Bulan Januari

    Bursa transfer Januari terkenal lebih sulit untuk dijalankan dibandingkan bursa transfer musim panas. Sulit untuk membujuk klub lain untuk melepas aset di tengah musim, terkadang bahkan lebih sulit untuk meyakinkan pemain bahwa mereka lebih baik pindah segera daripada menunggu hingga musim panas. Namun, itu bukan berarti transfer mustahil terjadi, atau klub tak bisa mendapatkan nilai terbaik dari setiap uang yang dikeluarkan.

  9. Jangan Khawatir, Arsenal - City Tidak Siap Untuk Bangkit & Merebut Gelar Seperti Biasanya

    Dengan Arsenal yang melaju kencang dalam perebutan gelar Liga Primer sejak awal sementara Manchester City tersandung, satu-satunya hal yang bisa diandalkan tim Pep Guardiola adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan musim dengan kuat. City memiliki sejarah luar biasa dalam mengejar rival mereka di saat-saat paling penting dengan melakukan apa yang menjadi ciri khas mereka, yaitu rentetan kemenangan tanpa henti. Tetapi satu bulan memasuki tahun 2026, hanya sedikit bukti bahwa hal itu akan terjadi kali ini.

  10. Profil Jeremy Jacquet: Kok Liverpool Mau Bayar £60 Juta Buat Bek Hijau?

    Bukan rahasia bahwa Liverpool butuh bek baru. Sebagus-bagusnya Virgil van Dijk, masa jaya sang kapten sudah lewat, pun masa depan Ibrahima Konate yang kontraknya akan segera habis masih tak jelas, dan sederet cedera membatasi opsi Arne Slot musim ini. Untungnya bala bantuan sudah 'OTW', tapi baru akan datang enam bulan lagi, setelah The Reds resmi memboyong sensasi Rennes Jeremy Jacquet untuk musim panas.

  11. Rapor Transfer Bursa Januari 2026: Man City Juaranya

    Januari dikenal sebagai waktu yang sulit bagi pembeli karena jarang ada klub yang mau melepas talenta terbaik mereka di tengah musim. Namun, selalu ada pengecualian. Beberapa klub terpaksa menjual pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan, sementara yang lain tidak punya pilihan selain melepas pemain bintang yang sudah tidak betah dan ngebet pindah ke klub yang lebih besar.

  12. Dari Sanksi Doping Ke Cedera: Upaya Comeback Pogba Di Monaco Berakhir Pahit

    Paul Pogba bisa saja bermain melawan mantan klubnya Juventus untuk pertama kalinya sejak berpisah dengan raksasa Italia tersebut di tengah bayang-bayang larangan doping pada tahun 2024. Itu pun jika ia fit, mengingat kembalinya yang sangat dinantikan di Monaco - setelah lebih dari dua tahun absen dari pertandingan kompetitif - terhambat oleh cedera ringan. Saat mantan klubnya datang ke kota, Pogba berada di persimpangan jalan lain.

  13. Cunha Sang 'Maverick' Bisa Jadi Cantona Era Modern Man Utd

    Saat Matheus Cunha merebut bola sebelum mencetak gol kemenangan sensasional untuk Manchester United di kandang Arsenal, hanya satu hal yang ada di pikirannya: "Saya harus mencetak gol." Menerima bola dengan membelakangi gawang, lebih dari 30 yard jauhnya, dan menghadapi pertahanan terbaik di liga, Cunha menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan untuk mengikuti jejak sang genius.

  14. Casemiro Buktikan Bahwa Ejekan Carragher Salah - Tapi Ini Waktu Yang Tepat Untuk Pergi

    Belum lama ini, tampaknya Casemiro akan meninggalkan Manchester United dengan memalukan, diusir dan meninggalkan sepakbola Eropa untuk selamanya, tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kesalahan transfer terburuk klub. Sebaliknya, ia akan pergi dengan kepala tegak, menunjukkan bahwa, bertentangan dengan penilaian brutal Jamie Carragher, sepakbola tidak pernah meninggalkannya.

  15. Enam Alasan Mengapa Man Utd AKAN Finis Empat Besar

    Meski harus menunggu tiga tahun untuk kembali mengalahkan Manchester City di Old Trafford, dan jauh lebih lama lagi untuk melakukannya dengan dominasi seperti itu, kemenangan telak Manchester United di derbi akhir pekan lalu sejatinya adalah bagian yang paling mudah. Tim mana pun, apalagi yang baru ditangani pelatih anyar yang sangat memahami sejarah gemilang klub, bisa terpacu saat menghadapi rival terbesar dan keluar sebagai pemenang.

  16. LEGACY: Spanyol Rindu Akan Iniesta, Tapi Ini Eranya Lamine Yamal

    Ini Legacy, seri feature dan podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami menyelami kisah-kisah dan warisan yang membentuk negara-negara sepakbola terbesar. Hari ini, sorotan tertuju pada pencarian Spanyol akan simbol baru—16 tahun setelah kejayaan di 2010. Dari magis Andres Iniesta di Johannesburg hingga kemunculan remaja pemberani yang kini menerangi Barcelona, inilah kisah Lamine Yamal, dan bagaimana satu talenta muda bisa membawa La Roja kembali ke puncak dunia.

  17. Tujuh Laga Tanpa Gol Dari Permainan Terbuka: Apa Yang Terjadi Pada Haaland?!

    Erling Haaland telah menaklukkan sebagian besar rekor Liga Champions, tetapi perjalanan Manchester City ke Bodo/Glimt mendatang memberinya kesempatan untuk memecahkan rekor baru dengan menjadi pemain Norwegia pertama yang mencetak gol melawan tim Norwegia dalam sejarah kompetisi ini. Meskipun Bodo berjarak 24 jam perjalanan dari kota kelahiran Haaland di Bryn dan jauh di Lingkar Arktik, ini tetap merupakan kepulangan bagi atlet paling terkenal di negara itu.

  18. LEGACY: Setan Prancis Yang Dirukiah & Lahirnya Sebuah Legenda

    Ini Legacy, seri feature dan podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami menyelami kisah-kisah dan warisan yang membentuk negara-negara sepakbola terbesar. Kali ini, kami menoleh ke Prancis 1998; dari patah hati di Seville dan luka di Bulgaria, sampai pada malam ketika Zinedine Zidane mengangkat trofi emas itu di Paris. Ini adalah kisah tentang bagaimana Prancis membebaskan diri dari setan yang membelenggu—dan menempa identitas juara yang hingga kini masih melekat di seragam Les Bleus.

  19. Enam Tugas Berat Yang Dihadapi Rosenior Di Chelsea

    Liam Rosenior selalu dipastikan akan menghadapi ujian berat ketika ditunjuk sebagai pengganti Enzo Maresca di Chelsea mengingat kurangnya pengalamannya di Liga Primer, apalagi di salah satu klub elite divisi tersebut. Tugas yang dihadapinya sangat berat karena ia tiba di kantornya di Cobham dengan banyak pekerjaan yang menumpuk. Musim The Blues terasa seperti berada di ujung tanduk saat sang manajer baru mengambil alih kendali.

  20. ICONS: Piala Dunia Yang Membakar Cinta Amerika Pada Sepakbola

    Dari lagu-lagu kebanggaan yang menggema di stadion hingga terik yang menyengat di tengah arena penuh sesak, musim panas 1994 menandai momen ketika sepakbola—atau soccer, sebagaimana orang Amerika menyebutnya—benar-benar menerobos benak masyarakat Amerika Serikat. Inilah Piala Dunia yang mengubah segalanya: titik temu gairah global dengan panggung hiburan khas Negeri Paman Sam, tempat dua budaya olahraga yang berbeda mulai menyatu.

  21. LEGACY: Bagaimana Juara Dunia Lima Kali Brasil Terjebak Krisis Identitas?

    Ini adalah Legacy, serial fitur dan podcast GOAL yang mengikuti perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami menyelami kisah dan warisan yang membentuk negara-negara sepakbola terhebat. Kali ini kita beralih ke Brasil, yang menghadapi krisis identitas saat mereka berusaha menghindari jeda terpanjang antara gelar global dalam sejarah negara tersebut. Dari keajaiban tahun 2002 hingga patah hati yang mengikutinya, ini adalah kisah tentang negara adidaya sepakbola yang masih mencari jati dirinya - dan bintang berikutnya untuk mengangkat beban bangsa.

  22. Tujuh Laga Tak Terkalahkan, Apa Iya Liverpool Sudah Bangkit?

    Liverpool menjamu Leeds United pada hari Kamis, kurang dari sebulan sejak pertemuan terakhir mereka di Elland Road. Banyak yang telah berubah dalam waktu singkat tersebut. Pada 6 Desember, seakan-akan musim Liverpool telah benar-benar hancur, dengan Mohamed Salah secara sensasional menuduh Arne Slot telah mengorbankannya dengan sekali lagi mencadangkannya dalam hasil imbang 3-3, di mana The Reds dua kali membuang keunggulan dengan pertahanan buruk dari Ibrahima Konate dan rekan-rekannya.