Meski sang pelatih secara umum dalam suasana hati positif setelah City kembali ke jalur kemenangan usai kekalahan menyakitkan dari Manchester United dan Bodo/Glimt, sikapnya berubah drastis ketika ditanya soal keputusan wasit Farai Hallam. Hallam memutuskan untuk tidak memberikan penalti kepada timnya karena handball setelah disarankan oleh VAR untuk meninjau ulang kejadian tersebut.
Sementara pelatih Wolves Rob Edwards memuji wasit karena menunjukkan "karakter dan kekuatan yang baik untuk tetap pada keputusannya di lapangan", Guardiola justru menyiratkan bahwa Hallam mencoba mencari nama untuk dirinya sendiri. Ia menyebut insiden itu sebagai contoh terbaru dari keputusan yang merugikan City.
"Saya ingin sekali memiliki pemain untuk melawan hal itu, terlepas dari apa yang telah mereka [wasit] lakukan selama sembilan tahun, enam gelar Liga Primer yang telah kami raih," ujar Guardiola. Itu adalah contoh terbaru dari upaya bos City tersebut untuk menciptakan mentalitas "kami lawan dunia" demi membangkitkan semangat pemainnya di beberapa bulan terakhir musim ini, yang diyakini beberapa orang mungkin menjadi musim terakhirnya.
Namun, penggambarannya tentang City sebagai tim underdog pemberani yang berjuang melawan sistem yang ingin menjatuhkan mereka, tidak bisa membodohi siapa pun.





.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)
.jpeg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

