Amorim tentu saja ingin mengelola kembalinya Martinez dengan hati-hati setelah sekian lama absen karena cedera lutut parah yang membuat sang bek sempat mempertimbangkan untuk berhenti bermain sepakbola. Pelatih asal Portugal itu memberi kesempatan bermain secara bertahap kepada bek tengahnya, yang membuatnya tampil selama delapan menit di Crystal Palace, dua menit melawan West Ham, dan 21 menit melawan Bournemouth dan Wolves, sebelum masuk di babak kedua saat kekalahan di Aston Villa.
Martinez telah menjadi starter di setiap pertandingan sejak saat itu, dan rekor United adalah tiga hasil imbang dan empat kemenangan, tiga kemenangan terakhir diraih di bawah asuhan Carrick. Kembalinya mantan gelandang United itu ke bangku pelatih tidak diragukan lagi telah membantu Martinez karena memungkinkan pemain Argentina itu bermain di lini belakang dengan formasi empat bek, seperti yang telah ia lakukan hampir sepanjang kariernya, sementara ia juga diuntungkan oleh kehadiran rekan setim yang konsisten, Harry Maguire, yang memiliki kemampuan yang berbeda sehingga mereka saling melengkapi dengan sempurna.
Meskipun dijuluki 'Tukang Jagal' karena kecenderungannya yang agresif, Martinez selalu menonjol karena kemampuan teknisnya daripada sifatnya yang suka berkelahi, meskipun itu tetap menjadi daya tariknya. Sebaliknya, Maguire telah menugaskan dirinya sendiri untuk menjadi benteng pertahanan sementara Martinez diizinkan untuk melakukan apa yang terbaik baginya, yaitu mendistribusikan bola dengan tujuan agar United berjalan dengan baik.








