Icons

  1. ICONS: Piala Dunia Yang Membakar Cinta Amerika Pada Sepakbola

    Dari lagu-lagu kebanggaan yang menggema di stadion hingga terik yang menyengat di tengah arena penuh sesak, musim panas 1994 menandai momen ketika sepakbola—atau soccer, sebagaimana orang Amerika menyebutnya—benar-benar menerobos benak masyarakat Amerika Serikat. Inilah Piala Dunia yang mengubah segalanya: titik temu gairah global dengan panggung hiburan khas Negeri Paman Sam, tempat dua budaya olahraga yang berbeda mulai menyatu.

  2. ICONS: Beckenbauer & Piala Dunia 1990

    Bahkan hingga hari ini, masih ada momen selama perayaan kemenangan Piala Dunia ketika setiap acara yang telah diatur dengan cermat tiba-tiba menjadi anarkis dan tidak lagi sesuai skrip: Gennaro Gattuso, tiba-tiba melangkah melintasi lapangan Olympic Stadium di Berlin dengan celana dalamnya setelah kemenangan Italia pada tahun 2006, setelah memberikan semua pakaiannya yang tersisa kepada para tifosi di tribun; Iker Casillas mencium pacarnya saat itu, jurnalis TV Sara Carbonero, selama wawancara yang seharusnya profesional setelah kemenangan Spanyol pada tahun 2010; Momen memalukan ketika koki Turki Salt Bae tiba-tiba merasa seperti pemain Argentina di Qatar pada tahun 2022 dan merebut trofi dari tangan pemain seperti Lionel Messi dan kawan-kawan.

  3. ICONS: Kisah Gemilang Di Balik Jersey Argentina Untuk Piala Dunia 1986

    Berbicara tentang kiprah gemilang Argentina di Piala Dunia 1986, ada kisah-kisah yang terus diceritakan; Gol Tangan Tuhan, Gol Terbaik Abad Ini, dan Diego Maradona mengangkat trofi di Azteca. Kisah-kisah itu begitu melekat dalam ingatan masyarakat Argentina, serta para penggemar dari seluruh dunia, sehingga terasa seperti adegan dari film yang sudah terlalu sering kita tonton.