Cesc Fabregas menegaskan bahwa ia sudah menatap masa depan setelah membawa Como lolos ke Liga Champions—sebuah pencapaian bersejarah—di akhir musim Serie A yang luar biasa. Sementara kota tersebut merayakan prestasi yang tampak mustahil hanya beberapa tahun lalu, pelatih asal Spanyol itu kini fokus pada upaya yang diperlukan untuk bersaing dengan klub-klub elit Eropa.
Cesc Fabregas telah menegaskan niatnya untuk tetap bersama Como setelah klub tersebut mencatatkan prestasi bersejarah dengan lolos ke Liga Champions. Gelandang yang pernah membela Arsenal dan Chelsea ini telah menorehkan kemajuan pesat dalam karier kepelatihannya, serta berhasil mengubah tim asal Italia tersebut menjadi pesaing tangguh dalam waktu singkat.
Cesc Fabregas melontarkan pujian kepada para pemainnya di Como, menyebut mereka sebagai kelompok pemain terbaik yang pernah ia latih, setelah klub tersebut berhasil meraih tiket ke Liga Champions secara bersejarah. Gelandang yang pernah membela Arsenal dan Chelsea ini membawa timnya finis di empat besar Serie A, menandai perjalanan luar biasa dari divisi kedua menuju kompetisi elit Eropa hanya dalam waktu dua tahun.
Akhir pekan ini, situasi bola mati menjadi penentu utama, yang menentukan apakah sebuah tim akan berlaga di Liga Champions atau justru gagal lolos ke turnamen klub paling bergengsi tersebut.
Cesc Fabregas telah menorehkan namanya dalam sejarah Como setelah membawa klub tersebut meraih tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada hari terakhir Serie A yang penuh drama. Sementara klub asal tepi danau itu merayakan petualangan Eropa yang belum pernah terjadi sebelumnya, Jamie Vardy dan Cremonese harus terpaksa terdegradasi setelah menelan kekalahan telak 4-1.
Kembalinya Cesc Fabregas ke Chelsea menjadi bahan spekulasi setelah penampilannya yang mengesankan sebagai pelatih kepala di Como, namun sang juara Piala Dunia itu mungkin membutuhkan klub perantara di Liga Premier sebelum bergabung dengan Stamford Bridge, dan Clinton Morrison mengatakan kepada GOAL bahwa “Crystal Palace bisa menjadi pilihan itu”. The Eagles, sama seperti The Blues, akan mencari manajer baru pada musim panas ini.
Penurunan performa Dele Alli tetap menjadi salah satu misteri paling membingungkan dalam sepak bola Inggris modern. Dulu ia merupakan bintang utama lini tengah Tottenham dan pemain inti andalan Timnas Inggris, namun kini pemain berusia 30 tahun itu harus berjuang sendirian sebagai pemain bebas transfer setelah dilepas oleh Como asuhan Cesc Fabregas.
Mantan bek Chelsea, William Gallas, telah memperingatkan klub agar tidak menunjuk Xabi Alonso, dan mendesak mereka untuk merekrut Cesc Fabregas sebagai gantinya. Di tengah perjuangan berat The Blues untuk lolos ke kompetisi Eropa, yang sangat bergantung pada hasil final Piala FA mendatang, mantan gelandang mereka itu baru saja membawa Como lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, sekaligus membuktikan potensi manajerialnya yang luar biasa di Italia.
Cesc Fabregas telah membawa Como meraih prestasi bersejarah, yakni memastikan tiket ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub tersebut setelah menang 1-0 atas Hellas Verona. Pencapaian ini terjadi tepat dua tahun setelah mereka promosi ke Serie A. Dengan reputasinya sebagai manajer yang terus meningkat pesat, kesuksesan Fabregas di Italia terus memicu spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya ia ke klub lamanya, Chelsea.
Chelsea telah diperingatkan agar tidak menunjuk Cesc Fabregas sebagai manajer berikutnya, karena mantan bintang The Blues itu dianggap masih membutuhkan lebih banyak pengalaman, mengingat timnya saat ini, Como, cenderung “hancur berantakan” dalam pertandingan-pertandingan besar. Tony Dorigo telah menjelaskan kepada GOAL mengapa opsi alternatif akan lebih baik untuk Stamford Bridge saat ini, sehingga memungkinkan seorang juara Piala Dunia yang sudah dikenal untuk kembali ke London Barat di masa mendatang.
Cesc Fabregas mengakui bahwa kembali ke Liga Premier menjadi bagian penting dari rencana masa depannya, seiring dengan terus meningkatnya reputasinya sebagai manajer di Como. Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea ini telah membawa klub Italia tersebut ke ambang kualifikasi kompetisi Eropa, sehingga memicu spekulasi tentang kemungkinan ia akan menduduki posisi manajerial di klub-klub papan atas Inggris.
Gelandang Como, Nico Paz, dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan setelah mengalami cedera kepala yang mengkhawatirkan saat timnya menang 2-0 atas Genoa dalam laga Serie A. Pemain timnas Argentina itu mengalami benturan kepala pada babak pertama dan mengeluhkan gangguan penglihatan yang cukup parah, sehingga manajer Cesc Fabregas memutuskan untuk menggantikannya sebagai tindakan pencegahan.
Real Madrid dilaporkan telah memberi tahu Como mengenai keputusan mereka untuk mengaktifkan klausul pembelian kembali Nico Paz, sehingga pemain internasional Argentina itu menjadi rekrutan resmi pertama mereka untuk musim 2026-27. Gelandang serang muda ini telah menjalani musim debut yang sensasional di Italia, yang mendorong klub raksasa Spanyol tersebut untuk bertindak cepat guna memastikan kembalinya dia ke Santiago Bernabeu.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, telah mengonfirmasi bahwa Cesc Fabregas "bebas untuk pindah" ke Chelsea jika ia ingin mengambil alih kendali di Stamford Bridge. Setelah pemecatan Liam Rosenior, The Blues telah menunjuk mantan bintang gelandang mereka itu sebagai target utama. Meskipun ia memiliki saham di klub Italia tersebut, jalan kini terbuka lebar bagi Fabregas untuk kembali ke London Barat.
Menyusul pemecatan Liam Rosenior yang sudah sangat bisa diprediksi, pencarian Chelsea akan pelatih kepala baru bisa—dan mungkin seharusnya—berakhir pada pilihan antara dua pelatih asal Spanyol. Andoni Iraola dan Cesc Fabregas adalah dua kandidat terkuat untuk posisi tersebut — hasil dari kinerja gemilang yang mereka tunjukkan di Bournemouth dan Como, yang masing-masing tampil melebihi ekspektasi. Namun, saat pemilik The Blues menghadapi keputusan krusial dalam masa kepemimpinan mereka yang penuh gejolak, siapa yang akan menjadi pilihan yang tepat?
Nico Paz membantah keras kabar yang mengaitkannya dengan kepindahan sensasional ke Inter dan membahas kemungkinan kembalinya ke Real Madrid. Gelandang serang asal Argentina itu menegaskan bahwa fokusnya tetap sepenuhnya tertuju pada Como saat mereka bersiap menghadapi laga piala bersejarah di San Siro.
Cesc Fabregas menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen penuh terhadap proyek jangka panjangnya di Como, meskipun namanya dikaitkan dengan Chelsea dan tim nasional Italia. Manajer berusia 38 tahun itu menekankan kebahagiaan keluarganya di klub Serie A tersebut serta keinginannya untuk terlibat secara aktif dalam sesi latihan sehari-hari sebagai alasan utama ia memutuskan untuk tetap bertahan.
Cesc Fabregas mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa terhadap tim Como-nya setelah mereka memaksa Inter, pemuncak klasemen Serie A, berjuang habis-habisan dalam laga seru yang menghasilkan tujuh gol di Stadio Sinigaglia. Meskipun harus menelan kekalahan tipis, pemain asal Spanyol itu tetap fokus pada perkembangan jangka panjang timnya, bukan pada persaingan yang semakin ketat untuk memperebutkan tiket Liga Champions musim ini.
FC Arsenal sedang mengalami penurunan performa menjelang akhir musim. Jika musim ini benar-benar berakhir tanpa gelar bagi pemuncak klasemen Liga Premier, hal itu bisa membuat pelatih Mikel Arteta (44) kehilangan jabatannya.