Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Analysis

  1. Talisman Jude - bukan Kane - terbukti menjadi 'Messi'-nya Inggris

    Jude Bellingham punya alasan yang cukup masuk akal untuk mengakhiri wawancaranya dengan ITV sedikit lebih awal. Saat itu ia sedang berada di lapangan di New Jersey, sedang bercerita dengan antusias tentang peran penting Harry Kane bagi timnas Inggris, ketika tiba-tiba, dari salah satu ujung stadion, terdengar suara-suara yang semakin nyaring, menyanyikan lagu 'Hey Jude' secara serempak.

  2. Chelsea yang sedang mencari pengganti Kerr kini berada di titik kritis

    Merekrut seorang penyerang menjadi prioritas utama bagi Chelsea pada jendela transfer musim panas ini. Catarina Macario meninggalkan klub pada bulan Maret, sebelum Sam Kerr hengkang di akhir musim, sehingga The Blues kini hanya memiliki Mayra Ramirez—yang hanya bermain selama satu menit pada musim lalu—dan Aggie Beever-Jones, yang masa depannya belum diumumkan meskipun kontraknya akan segera berakhir. Namun, dengan tiga target utama Chelsea kini telah bergabung dengan klub lain, apa langkah selanjutnya bagi klub ini dalam pencarian mereka akan seorang penyerang tengah kelas atas?

  3. Kekuatan terbesar Inggris justru telah menjadi kelemahan mereka di Piala Dunia

    Baru tiga pertandingan berlalu di Piala Dunia 2026, Inggris kini harus bermain tanpa ketiga pemain andalan mereka di posisi bek kanan, sehingga posisi yang dulunya menjadi kekuatan utama bagi The Three Lions kini berubah menjadi masalah serius pada saat yang paling tidak tepat. Reece James, Tino Livramento, dan Jarell Quansah semuanya absen karena cedera, dan Thomas Tuchel kini menjadi sorotan tajam akibat beberapa keputusan pemilihan pemain yang aneh.

  4. Pemenang dan yang tersingkir pada babak penyisihan grup Piala Dunia

    Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 berakhir secara dramatis pada Sabtu, saat Austria mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 melawan Aljazair untuk lolos ke babak gugur sekaligus menyingkirkan Iran, yang semula dijadwalkan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga di turnamen tersebut. Di tempat lain, Lionel Messi masuk sebagai pemain pengganti dan membantu Argentina mempertahankan rekor kemenangan 100 persen mereka dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Dengan demikian, sang pemain bernomor punggung 10 ini memperpanjang rekor golnya di putaran final menjadi 19 gol.

  5. Inggris hanya akan memenangkan Piala Dunia jika tim-tim lain mengikuti jejak Jude

    Di East Rutherford, New Jersey, lagu 'Hey Jude' lah yang terdengar paling nyaring setelah peluit akhir dibunyikan. Para pemain Inggris berjalan lesu meninggalkan lapangan setelah meraih kemenangan 2-0 yang tidak terlalu spektakuler atas Panama, yang memastikan posisi teratas di Grup L pada Piala Dunia. Namun, Jude Bellingham masih berada di lapangan, berlari kecil menuju ujung lapangan untuk memenuhi kewajiban wawancara dengan media, dan para penggemar menyanyikan lagu untuk pria yang telah menjadi penentu kemenangan pada hari Sabtu itu.

  6. Sudah waktunya Tuchel menurunkan Saka dan Rashford sebagai starter!

    Thomas Tuchel jelas tidak ingin berada dalam situasi ini. Setelah laga pembuka turnamen Inggris, di mana The Three Lions cukup mudah mengalahkan Kroasia, diduga sang pelatih asal Jerman itu kini sudah mulai memikirkan rotasi pemain. Lawan terberatnya sudah terlewati, yang berarti kemenangan lain—atas Ghana—akan memastikan posisi puncak klasemen dengan satu pertandingan tersisa. Namun, ia justru harus tetap mengandalkan para pemain andalannya setelah hasil imbang yang sangat mengecewakan melawan The Black Stars.

  7. Mengapa persaingan Mbappé vs Haaland belum mencapai level Messi-Ronaldo

    Pertarungan antara Kylian Mbappé dan Erling Haaland sempat digadang-gadang sebagai rivalitas sepak bola besar berikutnya yang akan menggantikan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama dua dekade, namun saat kedua bintang asal Prancis dan Norwegia ini bersiap untuk saling berhadapan di Piala Dunia 2026, bisa dikatakan bahwa persaingan pribadi di antara mereka belum benar-benar memanas seperti yang diharapkan banyak orang.

  8. Bagaimana Undav, yang gagal bersinar di Brighton, menjadi pencetak gol andalan Jerman

    Masih tersisa lebih dari setengah jam pertandingan di Toronto, tetapi para pendukung Jerman merasa sudah cukup. Dengan tim mereka tertinggal 1-0 dari Pantai Gading, dan sangat kesulitan menembus pertahanan The Elephants, mereka mulai meneriakkan nama Deniz Undav. Di mata mereka, sudah jelas saatnya bagi pemain pengganti andalan Jerman itu turun ke lapangan — dan Julian Nagelsmann pun setuju. Pada menit ke-60 dalam pertandingan Grup E Piala Dunia yang menegangkan itu, sang pelatih memasukkan Undav, Nadiem Amiri, dan Jamie Leweling. Kurang dari delapan menit kemudian, Amiri melepaskan umpan silang indah dari sayap kanan yang disambar Undav dengan tendangan voli yang tegas ke gawang.

  9. Semua mata tertuju pada Neymar: Mantan bintang yang belum pulih sepenuhnya, atau penyelamat Selecao?!

    Dalam sebuah acara di Belo Horizonte pekan lalu, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva melontarkan lelucon yang menyinggung Neymar, yang ia gambarkan sebagai "pemain yang bekerja dari rumah". Tak heran, lelucon itu tidak diterima dengan baik. Keikutsertaan Neymar dalam skuad Selecao bukanlah hal yang bisa dianggap enteng di Brasil. Benar atau salahnya keputusan Carlo Ancelotti memanggil pemain yang sudah lewat masa jayanya dan belum pulih sepenuhnya telah menjadi bahan perdebatan sengit selama berbulan-bulan.