Direktur olahraga Bayern Munich Max Eberl melancarkan serangan pedas terhadap presiden FIFA Gianni Infantino, dengan mengungkapkan rasa jijiknya terhadap usulan untuk melibatkan investor swasta di Piala Dunia. Petinggi Bayern yang vokal itu menyiratkan bahwa badan sepakbola global tersebut telah kehilangan arah, dengan memprioritaskan keuntungan komersial di atas integritas olahraga ini.
Presiden FIFA Gianni Infantino membela rencana kontroversial untuk menjual saham minoritas di Piala Dunia setelah mendapat kecaman keras dari konfederasi regional. Infantino menegaskan proposal komersial senilai $20 miliar itu hanyalah sebuah "peluang" dan "bukan kewajiban" seiring dimulainya konsultasi.
Langkah Gianni Infantino untuk menjual saham dalam hak komersial FIFA merupakan bagian dari tren memprihatinkan yang mengikis jiwa olahraga profesional.
Direktur olahraga Bayern Munchen Max Eberl mengecam keras rencana yang diungkap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Presiden FIFA Gianni Infantino telah menawarkan insentif finansial besar kepada federasi-federasi anggota untuk menyetujui rencananya yang kontroversial menjual saham di Piala Dunia. Sebanyak 211 asosiasi menghadapi tenggat ketat pada 19 September untuk menerima proposal tersebut, yang sudah memicu reaksi keras dari badan-badan pengatur utama di Eropa.
Marc Cucurella membuktikan dirinya menepati janji dengan memperlihatkan penghormatan permanen kepada pelatih kepala Spanyol Luis de la Fuente setelah negaranya sukses di Piala Dunia 2026. Bek kiri Real Madrid itu membuat janji berani pada awal kiprah Spanyol di Amerika Utara dan kini membagikan hasil akhirnya kepada jutaan pengikutnya.
Inggris asuhan Thomas Tuchel datang ke Piala Dunia FIFA 2026 sebagai favorit juara, tetapi kemudian tersingkir di semifinal oleh Argentina yang akhirnya menjadi runner-up, dan cerita sebenarnya bukan soal nasib buruk, melainkan sebuah perjudian taktis.