Berita Terbaru

  1. Barcelona Semakin Krisis! Pedri Derita Cedera Serius

    Krisis cedera Barcelona semakin parah setelah Pedri mengalami robekan hamstring distal, yang membuatnya absen di pertandingan-pertandingan krusial termasuk laga Liga Champions melawan Chelsea. Dengan absennya Gavi, Raphinha dan Andreas Christensen, Hansi Flick menghadapi krisis lini tengah yang semakin parah dan mengancam akan menggagalkan musim Blaugrana sebelum akhir tahun.

  2. Nainggolan Serang Martinez, Menyesal Tak Bela Indonesia

    Nainggolan melancarkan serangan pedas ke pelatih Portugal Roberto Martinez, menuduh mantan bos Belgia itu menyia-nyiakan generasi emas negaranya dan mencapnya "pelatih buruk" dengan metode "omong kosong". Martinez pernah melatih Belgia dari 2016 sampai 2022, mengundurkan diri usai tersingkir di fase grup Piala Dunia Qatar.

  3. Kiper Inter Milan Terlibat Kecelakaan Maut, Tewaskan Seorang Pria

    Kiper Inter Milan Josep Martinez terlibat dalam kecelakaan tragis pada Selasa (28/10) pagi waktu setempat, yang menewaskan seorang pria berusia 81 tahun yang menggunakan kursi roda di dekat markas latihan klub. Insiden tersebut terjadi di Fenegro, wilayah Como, saat kiper asal Spanyol itu sedang dalam perjalanan menuju latihan. Meski tim medis segera tiba di lokasi, korban dinyatakan meninggal di tempat akibat benturan hebat.

  4. Bendtner: Conte Akan 'Keluarkan yang Terbaik' Dari Hojlund

    Nicklas Bendtner mendukung Rasmus Hojlund untuk bersinar di bawah Antonio Conte di Napoli. Ia memuji "mentalitas pembunuh dan hasrat menang tanpa henti" sang pelatih. Mantan penyerang Juventus ini yakin Conte dapat membuka potensi penuh rekan senegaranya itu saat Hojlund membangun kembali kepercayaan diri pascamasa sulit di Manchester United.

  5. Vini Jr. Murka Ditarik Keluar Di El Clasico, Kroos Beri Nasihat 'Penting'

    Kekecewaan Vinicius Junior karena digantikan dalam kemenangan 2-1 Real Madrid di El Clasico atas Barcelona ​​memicu reaksi yang agak tidak menyenangkan dari pemain Brasil tersebut, yang kemudian memicu kontroversi lebih lanjut setelah lagaa. Namun, Toni Kroos yakin "tak seorang pun bisa menghakimi atau membayangkan" emosi yang dirasakan sang penyerang saat itu, meskipun ia mendesak Vini Jr. untuk "menyimpan amarahnya lebih lama."