Dua raksasa Spanyol itu baru saja menjalani laga penuh gejolak di LaLiga. Baik pemuncak klasemen FC Barcelona (5-2 atas Betis) maupun rival bebuyutannya, Real Madrid (4-1 atas Sevilla FC), meraih kemenangan telak pada akhir pekan. Namun, seusai pertandingan, dugaan perlakuan istimewa terhadap masing-masing tim menjadi sorotan pemberitaan.
Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah 4-1 dari Real Madrid. Ia menuding wasit telah “merampas” kesempatan timnya untuk bertanding secara adil. Garcia Plaza menegaskan Arda Guler seharusnya diusir akibat insiden tanpa bola pada awal babak pertama. Ia juga meyakini mungkin ada konspirasi untuk memastikan Real Madrid tetap dalam kondisi terbaik menjelang duel El Clasico.
Real Madrid menampilkan salah satu performa paling dominan mereka musim ini saat melibas Sevilla 4-1, tetapi sorotan utama tertuju kepada sensasi remaja Yan Diomande. Pemain timnas Pantai Gading itu menjalani malam bersejarah di Bernabeu dengan memecahkan rekor milik Jude Bellingham, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia sepakbola.