Daftar

  1. "Saya Bukan Messi, Tapi Saya Juga Bukan Pembelian Terburuk Madrid" - Mastantuono

    Franco Mastantuono membalas kritik setelah mencetak gol dalam kemenangan telak Real Madrid 6-1 atas Monaco di Liga Champions, menegaskan bahwa ia bukanlah "Lionel Messi baru" atau "rekrutan terburuk" dalam sejarah klub. Remaja Argentina itu mengungkapkan awal yang sulit di Spanyol setelah kemenangan tersebut, mengungkapkan bahwa ia "tidak melupakan" kata-kata kasar yang dilontarkan kepadanya sambil memberikan pembelaan yang penuh semangat untuk Jude Bellingham.

  2. "Saya Juga Manusia!" - Vini Jr. Tanggapi Cemoohan Fans Usai Tampil Gemilang Di UCL

    Vinicius Junior memberikan pernyataan emosional kepada para penggemar Real Madrid setelah tampil gemilang dalam kemenangan telak 6-1 atas Monaco di Liga Champions, mengakui bahwa cemoohan baru-baru ini di Santiago Bernabeu telah menyakitinya. Pemain asal Brasil ini, yang menegaskan "Saya juga manusia," juga membahas spekulasi seputar masa depannya dan pergantian manajer baru-baru ini, mengklaim bahwa ia tetap tenang tentang perpanjangan kontrak.

  3. Hall of Fame: Bagaimana Platini menjadi 'Sang Raja'?

    Michel Platini tak diragukan lagi adalah salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Pengatur serangan, pemberi assist, pencetak gol: Platini adalah pemain komplet, mampu meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dunia sepakbola antara akhir tahun 1970-an dan pertengahan 1980-an. Ia adalah pemain nomor 10 yang sempurna, mewujudkan esensi sejati dari nomor punggung tersebut baik dulu maupun sekarang.

  4. LEGACY: Spanyol Rindu Akan Iniesta, Tapi Ini Eranya Lamine Yamal

    Ini Legacy, seri feature dan podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami menyelami kisah-kisah dan warisan yang membentuk negara-negara sepakbola terbesar. Hari ini, sorotan tertuju pada pencarian Spanyol akan simbol baru—16 tahun setelah kejayaan di 2010. Dari magis Andres Iniesta di Johannesburg hingga kemunculan remaja pemberani yang kini menerangi Barcelona, inilah kisah Lamine Yamal, dan bagaimana satu talenta muda bisa membawa La Roja kembali ke puncak dunia.

  5. "Jangan Lebay, Dia Bukan Pembunuh, 'Kan?" - Diaz Dibela Luis Enrique Usai Panenka Gagal

    Bos Paris Saint-Germain Luis Enrique pasang badan bagi Brahim Diaz menyusul kegagalan penalti bintang Real Madrid tersebut di final Piala Afrika. Enrique menegaskan Diaz "bukan pembunuh bayaran atau orang jahat" hanya karena nekat melakukan teknik Panenka di penghujung laga, sementara Sergio Ramos turut memberikan suntikan semangat agar Diaz tidak terpuruk usai Maroko kalah dengan tragis di tangan Senegal.

  6. Cari Penerus Amorim, Man United Dekati Pelatih Bundesliga Ini

    Manchester United dilaporkan telah menghubungi bos Borussia Dortmund Niko Kovac saat mereka menjajaki calon pengganti jangka panjang di kursi pelatih. Pria berusia 54 tahun itu, yang terkenal menolak Tottenham Hotspur beberapa tahun lalu, diyakini berada di urutan teratas daftar incaran Setan Merah. Dengan hubungan dekat dengan eksekutif United Christopher Vivell, manajer Bundesliga itu dikabarkan terbuka untuk pindah ke Liga Primer di masa depan.

  7. Tujuh Laga Tanpa Gol Dari Permainan Terbuka: Apa Yang Terjadi Pada Haaland?!

    Erling Haaland telah menaklukkan sebagian besar rekor Liga Champions, tetapi perjalanan Manchester City ke Bodo/Glimt mendatang memberinya kesempatan untuk memecahkan rekor baru dengan menjadi pemain Norwegia pertama yang mencetak gol melawan tim Norwegia dalam sejarah kompetisi ini. Meskipun Bodo berjarak 24 jam perjalanan dari kota kelahiran Haaland di Bryn dan jauh di Lingkar Arktik, ini tetap merupakan kepulangan bagi atlet paling terkenal di negara itu.

  8. "Bukan Sosok Spesial!" - Carragher Yakin Man Utd Tak Akan Juara EPL Bersama Carrick

    Jamie Carragher memberikan penilaian brutal tentang peluang Michael Carrick untuk mendapatkan pekerjaan permanen di Manchester United, mengklaim bahwa manajer interim itu tidak memiliki kualitas "istimewa" yang dibutuhkan untuk memenangkan Liga Primer. Meskipun baru-baru ini menang dalam derby melawan City, legenda Liverpool itu tidak memasukkan Carrick dalam daftar empat kandidat finalnya, dan malah menyarankan manajer lain untuk mengambil alih kendali di Old Trafford musim panas ini.

  9. "Dia Seperti Tuhan" - Mane Jadi 'Pahlawan Terbesar' Senegal

    Herve Renard memuji Sadio Mane atas aksi heroiknya selama final Piala Afrika melawan Maroko. Mantan bintang Liverpool itu dianggap telah menyelamatkan pertandingan dari penghentian setelah menolak meninggalkan lapangan dan meyakinkan rekan-rekan setimnya untuk kembali, dengan Renard menyatakan bahwa tidak ada pemain lain yang "mendekati" statusnya di negara Afrika Barat tersebut.

  10. Profil Jeremy Jacquet: Kok Mau Chelsea Bayar £60 Juta Untuknya?

    Chelsea berburu sosok bek tengah baru untuk menjadi poros utama lini belakang. Kebutuhan ini memang sudah coba dipenuhi sejak Antonio Rudiger hengkang gratis ke Real Madrid pada 2022, juga ketika Thiago Silva kembali ke Fluminense dua tahun kemudian. Namun, para penggantinya tak pernah benar-benar sepadan untuk menutup celah yang mereka tinggalkan. Kini, nama yang diproyeksikan mengisinya adalah Jeremy Jacquet.

  11. Gelar Juara Afrika Senegal DICABUT?! FIFA Rilis Pernyataan

    FIFA merilis pernyataan menyusul klaim mengejutkan bahwa Senegal kini terancam didiskualifikasi dan gelar juara Piala Afrika mereka dicabut akibat dugaan pelanggaran regulasi di final. Sadio Mane cs menang dramatis 1-0 atas Maroko di partai puncak, Senin (19/1) dini hari WIB. Gol indah Pape Gueye di babak perpanjangan waktu memastikan gelar Piala Afrika kedua Senegal dalam empat tahun, namun kemenangan tersebut diwarnai kontroversi.

  12. Kata-Kata Pertama Brahim Diaz Usai Gagal Penalti Di Final Piala Afrika

    Bintang Real Madrid Brahim Diaz berkata "jiwa saya sakit" setelah gagal mengeksekusi penalti krusial saat Maroko kalah dari Senegal di final Piala Afrika 2025. Diaz menjadi pusat drama di menit-menit akhir partai puncak tersebut, ketika tendangan Panenka-nya dengan mudah diamankan Edouard Mendy. Di tengah refleksi atas kekalahan 1-0 itu, PSSI-nya Maroko dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul aksi walk-off Senegal sebelum penalti dieksekusi.