Morocco

Berita Morocco

World Cup 2026 Power Rankings

Peringkat Kekuatan WC26: Prancis Unggul Sementara Inggris & AS Terpuruk

Memang tak ada yang bisa menandingi Piala Dunia. Bahkan babak kualifikasi saja sudah mampu memicu antusiasme nasional yang tak bisa ditandingi oleh kompetisi klub. Itulah sebabnya kita menyaksikan pemandangan yang sungguh menggembirakan di seluruh penjuru dunia selama jeda internasional bulan Maret, saat enam tim terakhir yang lolos ke ajang sepak bola musim panas ini di Amerika Utara telah dipastikan.

Edouard Mendy

Mendy mengkritik keras CAF terkait kontroversi Piala Afrika Senegal

Kiper Senegal, Edouard Mendy, melontarkan kritik tajam terhadap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyusul keputusan kontroversial mereka untuk mencabut gelar Piala Afrika 2025 dari Lions of Teranga dan menyerahkannya kepada Maroko. Kiper berpengalaman ini meyakini bahwa kegagalan administratif sedang secara aktif merusak kemajuan besar yang telah dicapai oleh para pemain elit benua ini.

TOPSHOT-FBL-AFR-2025-MATCH 52-SEN-MAR

Senegal mengajukan banding ke CAS untuk membatalkan keputusan terkait gelar AFCON

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terhadap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF). Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini bertujuan untuk membatalkan keputusan kontroversial yang mencabut gelar AFCON dari Senegal dan menyerahkan gelar juara tersebut kepada Maroko.

TOPSHOT-FBL-AFR-2025-MATCH 52-SEN-MAR

Pejabat CAF mengecam pemberian gelar juara Piala Afrika kepada Maroko

Dampak dari final Piala Afrika telah mencapai titik didih setelah seorang pejabat senior di Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membelot dan mengecam badan pengurusnya sendiri. Augustin Senghor, anggota komite eksekutif dan mantan ketua Federasi Sepak Bola Senegal, berpendapat bahwa keputusan untuk membatalkan hasil pertandingan dan menyerahkan trofi kepada Maroko sudah terlalu berlebihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Brentford were founded in October 1889, in West London’s Hounslow area. Initially, the local sportsmen formed the club to provide a permanent football or rugby team for the town. As fate would have it, 13 votes split 8-5 in favour of association football gave birth to the Brentford Football Club.

Matthew Benham, a British businessman and lifelong supporter of Brentford, is the owner of the club.

Brentford’s home ground is the Gtech Community Stadium, located in Brentford, West London. It was completed and opened in September 2020, replacing the club’s old Griffin Park ground. The stadium is a multi-purpose venue, hosting both football and rugby matches.

The Gtech Community Stadium has a capacity of 17,250 seats.

Brentford are yet to win any major honours as a top-flight side.

Brentford haven't lifted an English top-flight title so far, with their best campaign being a fifth-place finish in the 1935-36 season.

Brentford legend Ken Coote is the club's all-time leading appearance maker with 559 appearances to his name, which came between 1949 and 1963.

With 163 goals in 282 games in all competitions, Jim Towers is Brentford's all-time top goalscorer. Towers spent seven seasons at the club between 1954 and 1961.

David Raya, Christian Eriksen, Ivan Toney, Ollie Watkins, Tony Craig, and Ken Coote are among the biggest names to have played for Brentford.

Steve Perryman, Thomas Frank, and Harry Curtis are some of the most famous managers to have been in charge of Brentford.

Their nickname was a happy accident. When a group of Borough Road College students cheered for Brentford players with the chant "Buck up, Bs," a journalist misheard it as "bees." This mistake eventually became the team's iconic nickname, The Bees.