Dunia olahraga Maroko di kota Kenitra diguncang oleh insiden penyerangan serius yang menargetkan properti pribadi presiden klub sepak bola Kenitra "Al-Kak", Hakim Domo, setelah mobilnya dirusak secara sengaja oleh orang tak dikenal di depan rumahnya, sebuah insiden yang memicu gelombang kecaman luas di kalangan olahraga dan masyarakat.
Menurut "Radio Mars" Maroko, insiden ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan terjadi setelah serangkaian ancaman pembunuhan yang diterima ketua klub tersebut dalam beberapa hari terakhir, yang memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut merupakan pesan intimidasi yang jelas.
Baca juga: Kini Kita Tahu Mengapa Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia.. Permintaan Berbahaya kepada Para Pemain Sebelum Laga Melawan Bosnia!
Sebuah kalimat ancaman ditemukan tertulis di bodi mobil yang berbunyi: "Giliranmu akan datang," yang secara langsung mengacu pada niat untuk menargetkannya secara pribadi.
Insiden tersebut, yang fotonya dengan cepat menyebar di media sosial, menimbulkan kemarahan dan solidaritas luas terhadap Domo, di mana sejumlah pengguna platform digital dan aktivis masyarakat sipil di Kenitra mengutuk keras tindakan kriminal ini, menegaskan bahwa perselisihan olahraga atau administratif tidak dapat membenarkan penggunaan kekerasan atau merusak orang dan harta benda mereka.
Para pengamat mendesak pihak berwenang keamanan untuk segera membuka penyelidikan guna mengidentifikasi para pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum, dengan menekankan bahwa penegakan hukum adalah satu-satunya cara untuk mencegah praktik-praktik semacam ini yang mengancam kedamaian olahraga dan merusak citra sepak bola nasional.
Insiden ini kembali mengangkat perdebatan mengenai meningkatnya ketegangan di dalam klub-klub Maroko, serta pentingnya menanamkan budaya dialog dan tanggung jawab sebagai pengganti kekerasan dan ancaman, demi menjaga martabat olahraga dan semangat kompetisi yang jujur.
Baca juga: Mimpi Piala Dunia sirna?.. Neymar menghadapi skorsing terpanjang dalam kariernya
