Dunia sedang menuju Piala Dunia dengan dua kecepatan ekonomi: yang pertama mencakup federasi-federasi yang tidak akan membayar pajak ke Amerika Serikat, sedangkan yang kedua mencakup sisanya yang akan menanggung beban keuangan tambahan.
Seperti halnya FIFA yang menikmati pembebasan pajak sejak Piala Dunia 1994, hanya 18 dari 48 negara yang akan menerima hadiah penuh tanpa potongan pajak, berkat perjanjian bilateral dengan Washington.
Menurut "The Guardian", negara-negara ini sebagian besar mencakup tim-tim Eropa seperti Inggris dan Prancis, ditambah tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko), dan di luar Eropa ada Australia, Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan.
Tim-tim kecil menanggung beban
Sebaliknya, federasi-federasi kecil seperti Curaçao dan Cape Verde, yang berpartisipasi untuk pertama kalinya di Piala Dunia, akan dipaksa membayar pajak Amerika Serikat.
Hal yang sama berlaku bagi raksasa Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina, yang tidak memiliki perjanjian pajak dengan Amerika Serikat, yang berarti sebagian dari hadiah mereka akan masuk ke kas Amerika Serikat.