Dalam pertandingan penyisihan grup Piala Dunia antara Belanda dan Jepang, Rafael van der Vaart menjadi sorotan karena pernyataan yang kontroversial. Kini ia meminta maaf atas hal tersebut.
Mantan pemain timnas Belanda, Rafael van der Vaart, telah menyampaikan permintaan maaf resmi menyusul gelombang kecaman atas komentar-komentar yang menyinggung yang dilontarkannya selama Piala Dunia 2026. Gelandang yang pernah membela Tottenham dan Real Madrid itu sedang bertugas sebagai komentator untuk sebuah stasiun televisi Belanda ketika ia melontarkan pernyataan kontroversial mengenai penampilan para pemain Jepang setelah pertandingan yang berakhir imbang 2-2 melawan Oranje.
Daichi Kamada memuji pengaruh besar yang diberikan oleh mantan pelatihnya di Crystal Palace dan Eintracht Frankfurt, Oliver Glasner, setelah mencetak gol penyama kedudukan yang krusial di menit-menit akhir untuk Jepang saat melawan Belanda di Piala Dunia 2026. Gelandang tersebut mengapresiasi sang pelatih atas keberhasilannya dalam beradaptasi ke peran bertahan yang lebih dalam, yang telah menghidupkan kembali karier internasionalnya di Amerika Serikat.
Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aturan jeda minum wajib yang diberlakukan untuk Piala Dunia 2026. Saat berbicara setelah timnya bermain imbang 2-2 secara dramatis melawan Jepang, bek berpengalaman itu mempertanyakan perlunya jeda tersebut di lingkungan yang ber-AC.
Rafael van der Vaart melontarkan kritik pedas terhadap Virgil van Dijk, dengan membandingkan kapten timnas Belanda itu dengan pesawat komersial, menyusul penampilan pertahanan yang goyah saat melawan Jepang. Meskipun pemain Liverpool itu berhasil mencetak gol dalam laga yang berakhir imbang 2-2, Van der Vaart mengaku terkejut melihat kurangnya mobilitas sang bek selama pertandingan pembuka Belanda di Piala Dunia.