Hanya tinggal hitungan jam lagi sebelum dimulainya putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan ke-48 tim telah tiba di Amerika Utara, didorong oleh impian meraih kejayaan. Semua tim favorit di babak kualifikasi berhasil lolos, termasuk Spanyol, Brasil, Inggris, Prancis, dan juara bertahan Argentina.
Piala Dunia tak pernah kekurangan momen-momen ikonik sepanjang sejarahnya yang hampir mencapai 100 tahun. Setiap empat tahun sekali, miliaran penggemar berkumpul untuk menyaksikan turnamen yang telah menghadirkan lebih banyak drama, kekecewaan, dan kegembiraan daripada acara olahraga manapun dalam sejarah. Sebagai panggung terbesar sepak bola, Piala Dunia selalu menjadi wadah lahirnya para legenda, namun turnamen ini juga menjadi saksi runtuhnya reputasi dan kejatuhan begitu banyak tokoh terkenal.
Mantan manajer Liverpool dan Real Madrid, Rafa Benitez, muncul sebagai kandidat tak terduga untuk posisi pelatih timnas Italia yang kosong setelah menyatakan keinginannya yang kuat untuk memimpin Azzurri. Pelatih asal Spanyol tersebut, yang saat ini berstatus tanpa klub, secara terbuka menunjukkan ketertarikannya untuk mengambil alih timnas Italia yang sedang berupaya bangkit kembali setelah mengalami masa-masa sulit di kancah internasional.
Pelatih sementara Italia, Silvio Baldini, melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan sepak bola nasional sambil memperingatkan federasi agar tidak mengejar target manajerial yang tidak realistis. Pelatih berpengalaman itu mengungkapkan kekecewaan mendalam atas masalah-masalah sistemik menjelang laga persahabatan tim nasional yang akan datang, seraya menyerukan agar pimpinan lokal melakukan perombakan total.
Antonio Conte secara resmi mengonfirmasi keputusannya untuk hengkang dari Napoli, yang menandai berakhirnya masa jabatannya yang penuh gejolak selama dua tahun di Stadio Diego Armando Maradona. Pelatih asal Italia itu mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mundur telah diambil sebulan yang lalu, dengan mengutip suasana yang tegang dan kurangnya keharmonisan internal sebagai alasan utama kepergiannya.
Douglas Costa telah menjelaskan perbedaan terbesar antara Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti setelah bekerja di bawah asuhan kedua manajer tersebut di Bayern Munich. Mantan pemain timnas Brasil itu juga menyarankan peran tak terduga di level internasional bagi manajer Manchester City tersebut.
Manajer Napoli, Antonio Conte, dilaporkan siap mengakhiri kontraknya di Stadio Diego Armando Maradona atas kesepakatan bersama pada akhir musim ini. Pelatih yang pernah menangani Chelsea dan Juventus itu dikabarkan berencana untuk kembali menangani tim nasional Italia setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Di dunia di mana transfer pemain sepak bola mendominasi berita utama, Gianluigi Donnarumma memutuskan untuk menggunakan istilah yang sama dalam kehidupan pribadinya. Kiper Manchester City ini mengumumkan bahwa ia kini resmi tidak lagi "di pasar" setelah menikahi kekasih lamanya, Alessia Elefante. Pemain timnas Italia itu membagikan kabar tersebut melalui media sosial, menggunakan perumpamaan sepak bola yang cerdas untuk menggambarkan komitmen seumur hidupnya.
Rumor mengenai kemungkinan Italia—yang empat kali menjadi juara namun tersingkir di babak playoff—untuk ikut serta dalam Piala Dunia menggantikan Iran yang telah lolos, kembali mengemuka.
Ikon Italia, Gianluigi Buffon, angkat bicara mengenai momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia, sambil bercanda mengaku bertanggung jawab atas tindakan nekat Zinedine Zidane pada final 2006. Kiper legendaris itu meyakini bahwa penampilannya yang gemilang di bawah mistar gawang telah membuat ikon Prancis itu kehilangan kendali sebelum ia melakukan tendangan kepala yang mengejutkan terhadap Marco Materazzi.
Leonardo Bonucci menyebut Pep Guardiola sebagai kandidat ideal untuk memimpin perubahan besar dalam tim nasional Italia. Bek legendaris tersebut meyakini bahwa pelatih Manchester City itu adalah satu-satunya orang yang mampu memodernisasi Gli Azzurri setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Carlo Ancelotti mendesak Italia untuk kembali mengedepankan identitas pertahanan yang pernah menjadikan negara itu sebagai tim paling ditakuti di dunia sepak bola. Pelatih Brasil itu berpendapat bahwa obsesi terhadap tren taktik modern telah membuat Azzurri menjadi rentan dan tidak memenuhi standar elit, yang berujung pada kegagalan ketiga berturut-turut untuk lolos ke Piala Dunia.
Cesc Fabregas menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen penuh terhadap proyek jangka panjangnya di Como, meskipun namanya dikaitkan dengan Chelsea dan tim nasional Italia. Manajer berusia 38 tahun itu menekankan kebahagiaan keluarganya di klub Serie A tersebut serta keinginannya untuk terlibat secara aktif dalam sesi latihan sehari-hari sebagai alasan utama ia memutuskan untuk tetap bertahan.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, telah memperingatkan Antonio Conte bahwa ia akan "membunuh buah hatinya" jika ia meninggalkan klub untuk mengambil alih tim nasional Italia. Pemilik klub yang blak-blakan itu menyatakan keyakinannya bahwa sang pelatih akan melanjutkan proyek yang telah ia bangun di Napoli, alih-alih pergi pada tahap yang krusial.
Pelatih kepala Napoli, Antonio Conte, telah melontarkan peringatan keras kepada media, dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa ia telah menyatakan kesediaannya untuk mengambil alih posisi pelatih tim nasional Italia yang kosong. Mantan manajer Chelsea itu mengungkapkan rasa frustrasi yang mendalam atas spekulasi yang beredar belakangan ini, menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen penuh terhadap kontraknya di klub saat ini, dan menuntut peliputan yang akurat agar ia dapat tetap fokus.
Italia gagal lolos ke ajang bergengsi yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, namun kabarnya mereka masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk memastikan tiket mereka, meskipun FIFA tetap yakin bahwa tidak diperlukan skenario darurat
Kapten timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa skuad timnas menuntut bonus finansial yang besar menjelang kekalahan telak mereka dalam babak play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina. Kiper yang tampak emosional itu menegaskan bahwa para pemain tidak pernah mengutamakan uang daripada kebanggaan mengenakan seragam Azzurri selama kampanye kualifikasi yang mengecewakan tersebut.
Gabriele Gravina mungkin akan segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), namun ia menolak untuk pergi begitu saja setelah kegagalan Italia dalam kualifikasi Piala Dunia kali ini. Setelah mengundurkan diri pekan lalu, sang ketua yang akan mengakhiri masa jabatannya itu telah menerbitkan sebuah manifesto setebal 11 halaman yang tajam, yang merinci "kekurangan struktural" yang telah membuat tim Azzurri terpuruk.