Jurgen Klopp melontarkan kritik pedas terhadap pendekatan taktis timnas Jerman setelah kekalahan tak terduga 2-1 mereka di Piala Dunia melawan Ekuador. Mantan manajer Liverpool itu memperingatkan bahwa Die Mannschaft tidak akan bisa melaju dengan mudah di babak gugur kecuali mereka mengubah secara drastis gaya bermain dan mentalitas mereka saat ini.
Dalam turnamen-turnamen besar, seragam DFB tampaknya menjadi beban yang terlalu berat bagi Leroy Sané. Namun, saat melawan Ekuador, ia tidak hanya mencatatkan sejarah, tetapi juga mengakhiri masa pacekliknya yang menyedihkan.
Penyerang Jerman, Deniz Undav, telah melontarkan seruan semangat kepada rekan-rekan setimnya, dengan menegaskan bahwa mereka harus bermain lebih “garang” agar bisa bertahan di babak gugur Piala Dunia. Penilaian penyerang Stuttgart ini muncul setelah kekalahan mengecewakan 2-1 dari Ekuador, hasil yang memicu perbedaan pendapat antara para pemain dan pelatih Julian Nagelsmann.
Tim nasional Jerman telah memastikan diri sebagai juara grup bahkan sebelum kekalahan 1-2 di laga terakhir melawan Ekuador — kini tampaknya sudah pasti pula lawan mana yang akan dihadapi tim asuhan Julian Nagelsmann di babak 16 besar.
Setelah kekalahan telak dari Ekuador, perdebatan sengit pun berkecamuk di sekitar timnas Jerman. Apakah Joshua Kimmich sebaiknya kembali ke posisi tengah? Menurut Lothar Matthäus, hal itu tidak memiliki alternatif lain.
Ekuador memastikan tempat mereka di babak gugur Piala Dunia dengan cara yang spektakuler setelah meraih kemenangan comeback yang dramatis atas Jerman, juara Grup E, di New Jersey. Meskipun gagal mencetak gol dalam dua pertandingan pembuka mereka, tim asal Amerika Selatan ini menunjukkan ketangguhan luar biasa untuk mengatasi gol kontroversial di awal pertandingan dan memastikan tempat bersejarah tersebut.
Manuel Neuer telah menyampaikan pandangannya mengenai gol penentu kemenangan Ekuador 2-1 atas tim DFB, dan ia tidak menemukan adanya kesalahan dari kiper.
Tim nasional Jerman kalah 1:2 (1:1) secara pantas dalam pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia melawan Ekuador dan melaju ke babak 16 besar dalam kondisi terpuruk.
Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, mengomentari dua insiden kontroversial dalam pertandingan tersebut setelah Jerman kalah 1-2 dari Ekuador. Selain itu, ia juga langsung membantah spekulasi yang beredar mengenai kurangnya motivasi para pemainnya.
EAST RUTHERFORD, N.J. -- Jerman tampil sangat agresif dalam menyerang, namun sangat lemah dalam pertahanan pada laga terakhir babak penyisihan grup Piala Dunia yang mengecewakan ini, dan akhirnya kalah 2-1 dari Ekuador yang gigih. Tim asuhan Julian Nagelsmann memang mencetak gol cepat lewat Leroy Sane, tetapi kebobolan dua kali dan tak pernah mampu memberikan respons yang terorganisir. Mereka tetap memuncaki grup, namun melaju ke babak gugur dengan catatan yang kurang memuaskan.