Piala Dunia 2026 sudah di ambang pintu. Selama seminggu ke depan, waktunya untuk bicara akan berakhir, dan para tim harus membuktikan kemampuan mereka melalui penampilan di lapangan di Amerika Utara. Semua jalan, baik melalui Amerika Serikat, Meksiko, maupun Kanada, akan bermuara di New Jersey pada 19 Juli, dan menuju pertandingan sepak bola terbesar di dunia: final Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi turnamen bersejarah, yang tak pernah terjadi sebelumnya. Dengan jumlah peserta yang diperluas menjadi 48 tim untuk pertama kalinya dan diselenggarakan di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—turnamen ini diprediksi akan menjadi ajang terbesar dalam sejarah kompetisi yang telah berlangsung hampir 100 tahun.
Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Setelah bertahun-tahun penuh antisipasi, babak kualifikasi yang mendebarkan, serta berbagai berita baik—dan buruk—seputar ajang puncak FIFA ini, para pemain dan pelatih dari seluruh dunia kini tengah menyelesaikan persiapan terakhir mereka setelah berdatangan ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk turnamen sepak bola internasional terbesar yang pernah diselenggarakan.
Setelah bertahun-tahun dinantikan, Piala Dunia 2026 kini hampir tiba. Para pemain terbaik dunia telah berkumpul di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan impian mengangkat trofi paling bergengsi dalam dunia sepak bola, menjelang dimulainya pertandingan di Mexico City.
Pemain sayap Barcelona, Raphinha, menyatakan keyakinan yang sangat besar terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dan dirinya sendiri untuk membawa Brasil meraih gelar juara Piala Dunia keenam mereka musim panas ini. Berbicara dari markas latihan tim nasional menjelang turnamen 2026, penyerang tersebut menyoroti perpaduan krusial antara pemain muda dan berpengalaman yang diperlukan untuk meraih kesuksesan, saat mereka berupaya mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2002.
Legenda Real Madrid, Roberto Carlos, yakin bahwa Lionel Messi masih mampu tampil dengan baik di Piala Dunia berikutnya setelah turnamen 2026. Dalam wawancara menjelang ajang bergengsi tersebut, bek kiri legendaris itu juga menyoroti peran krusial Neymar di bawah asuhan Carlo Ancelotti, sementara sang penyerang tengah berupaya keras untuk kembali ke kondisi prima demi tim nasional Brasil setelah mengalami serangkaian cedera belakangan ini.
Brasil mendapat kabar menggembirakan terkait kondisi kebugaran Neymar setelah sang penyerang menjalani pemeriksaan MRI yang telah dijadwalkan. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa bintang Santos tersebut mengalami kemajuan sesuai harapan dalam proses pemulihannya dari cedera betis, meskipun tim Selecao diperkirakan akan tetap bersikap hati-hati terkait kembalinya Neymar saat mereka memulai kampanye Piala Dunia.
Sudah sangat dekat, seolah-olah kita bisa merasakannya. Piala Dunia 2026 kini tinggal dua hari lagi, dengan para pemain terbaik dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk menyambut musim panas sepak bola yang menjanjikan. Sementara beberapa tim hanya memimpikan lolos dari babak penyisihan grup, tim-tim lain tahu bahwa apa pun selain perayaan trofi pada akhir Juli akan dianggap sebagai kegagalan. Kita pun siap menyaksikan lima setengah minggu penuh drama, dipenuhi dengan kegembiraan dan kekecewaan dalam porsi yang sama.
Neymar melakukan segala upaya untuk memastikan dirinya dalam kondisi prima menjelang Piala Dunia 2026 bersama Brasil, termasuk dengan menggunakan peralatan canggih berteknologi mutakhir. Bintang timnas Brasil itu, yang sedang menjalani rehabilitasi intensif untuk cedera betis kronis di New Jersey, terlihat tampil dengan potongan rambut baru.
Hanya tinggal hitungan hari lagi, dan demam Piala Dunia kini melanda seluruh dunia seiring kedatangan tim-tim dari 48 negara ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk turnamen terbesar yang pernah diselenggarakan FIFA. Para manajer sedang menyusun rencana akhir menjelang babak penyisihan grup, namun bagi sebagian dari mereka, masih ada keputusan besar yang harus diambil.
Persiapan terakhir Brasil menjelang Piala Dunia diguncang oleh kabar cedera serius yang menimpa bek sayap Roma, Wesley. Bek tersebut terpaksa ditarik keluar lebih awal saat Selecao menang 2-1 dalam laga persahabatan melawan Mesir, dan ia meninggalkan lapangan dalam kondisi yang tampak kesakitan menjelang turnamen tersebut. Situasi ini membuat manajer Carlo Ancelotti merasa cemas mengenai kondisi Wesley.