Chelsea menghapus sebuah unggahan di media sosial yang merayakan gol Enzo Fernandez untuk Argentina setelah unggahan tersebut memicu reaksi keras dari para pendukung saat Inggris kalah di semifinal Piala Dunia. Gol penyama kedudukan yang dicetak gelandang tersebut membantu Argentina membalikkan keadaan dan mengalahkan Three Lions dengan skor 2-1, sehingga memicu kritik luas terhadap unggahan klub tersebut di media sosial.
Jude Bellingham terlihat memukul Valentin Barco dari Argentina setelah Inggris tersingkir secara menyakitkan di semifinal Piala Dunia, namun rekaman baru yang beredar menunjukkan bahwa bintang Real Madrid itu sebenarnya telah dipancing secara berlebihan. Meskipun siaran TV awal menangkap reaksi fisik sang gelandang, video yang direkam oleh penonton dari tribun kini mengungkap pertukaran kata-kata panas yang memicu insiden tersebut di Atlanta.
Cristian Romero mungkin menikmati keberhasilan Argentina melaju ke final melawan Inggris sedikit lebih dari rekan-rekan setimnya. Setelah kemenangan itu, ia menegur seorang pakar TV tertentu.
Lionel Messi dan rekan-rekan setimnya dari Argentina terlihat memeriksa botol air minum milik Jordan Pickford setelah kemenangan dramatis mereka atas Inggris di semifinal Piala Dunia. Botol tersebut, yang dipenuhi catatan mengenai adu penalti, kemudian beredar di antara para pemain setelah Argentina berhasil melakukan comeback di menit-menit akhir untuk memastikan tempat mereka di final.
Cristian Romero melancarkan serangan pedas terhadap Gary Neville setelah Argentina menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026, dengan menyebut komentar sang pakar sebelum pertandingan itu sebagai "bodoh." Bek Tottenham itu dan rekan setimnya, Lisandro Martinez, berhasil membalas di Atlanta, memastikan tempat di final melawan Spanyol sekaligus membungkam para kritikus terkeras mereka.
Lionel Scaloni tampak kesulitan menahan emosinya setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 dan memastikan tempat mereka di final Piala Dunia. Pelatih kepala itu memuji karakter, kekompakan, dan ketangguhan para pemainnya, serta menegaskan bahwa kesuksesan mereka dibangun atas dasar persaudaraan, bukan kesombongan, saat mereka bersiap menghadapi Spanyol.
Harry Kane menolak mengonfirmasi apakah ia telah memainkan pertandingan Piala Dunia terakhirnya setelah Inggris tersingkir secara menyakitkan di babak semifinal oleh Lionel Messi dan Argentina. Kapten The Three Lions itu tampak lesu di Atlanta saat tim asuhan Thomas Tuchel kehilangan keunggulan mereka di menit-menit akhir dan akhirnya harus menyerah kepada juara bertahan.
Semuanya berjalan sangat, sangat lancar selama sekitar 80 menit. Inggris bertarung sengit melawan Argentina, dan unggul 1-0 atas sang juara bertahan—keunggulan yang bisa dibilang pantas mereka dapatkan. Final Piala Dunia pertama sejak 1966 tampak sudah di depan mata bagi The Three Lions. Namun kemudian, sebagian besar karena keputusan manajer Thomas Tuchel, kesempatan itu sirna begitu saja.
Jude Bellingham tampak sangat terpukul di Atlanta saat impian Inggris untuk meraih kejayaan di Piala Dunia pupus akibat kebangkitan Argentina di menit-menit akhir. Bintang Real Madrid itu, yang telah menjadi tumpuan harapan seluruh bangsa sepanjang turnamen, pun bertanya-tanya apa lagi yang bisa dilakukannya setelah Three Lions tersingkir di babak sebelum final.
Lionel Messi mengakui bahwa Argentina tidak boleh kalah dari Inggris di semifinal Piala Dunia, karena ia yakin kekalahan tersebut akan memicu kritik yang tidak adil meskipun timnya baru saja meraih kesuksesan. Kapten tersebut juga memuji ketangguhan timnya setelah mereka berhasil bangkit dan memastikan tempat di final untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Bek asal Argentina tersebut, bersama rekan setimnya Lisandro Martinez, membalas pernyataan mantan pemain tim nasional Inggris yang kini menjadi komentator
Tokoh-tokoh legendaris Inggris, Gary Lineker dan Wayne Rooney, memimpin reaksi keras terhadap Thomas Tuchel setelah Three Lions tersingkir secara mengejutkan di semifinal Piala Dunia oleh Argentina. Keputusan manajer asal Jerman itu untuk bermain sangat defensif justru berbalik menjadi bumerang yang spektakuler, karena gol-gol di menit-menit akhir dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mengubah keunggulan 1-0 menjadi kekalahan 2-1 yang memilukan.