FEATURES

  1. Ronaldo membutuhkan gelar Piala Dunia untuk menyamai status legendarisnya

    Air mata mulai mengalir di pipi Cristiano Ronaldo begitu peluit akhir pertandingan dibunyikan di Stadion Al Thumama, Doha, pada malam tanggal 10 Desember 2022. Penyerang tersebut begitu terpukul oleh kekalahan mengejutkan Portugal di perempat final Piala Dunia melawan Maroko hingga ia bahkan tak sanggup menyapa para pendukung timnya. Rasa sakitnya terlalu mendalam. Begitu mendalamnya, hingga ia baru bisa mengungkapkan kepedihannya dengan jelas keesokan harinya — dan itu pun hanya melalui sebuah postingan di media sosial.

  2. Ikon Kolombia, James Rodríguez, masih mampu menorehkan prestasi gemilang di Piala Dunia

    James Rodriguez mengatakan bahwa setiap kali ia menginjakkan kaki di lapangan sepak bola, ia bermain untuk "mereka yang mencintai sepak bola indah" — dan mereka benar-benar terpikat padanya selama Piala Dunia 2014 di Brasil. Pemain nomor 10 asal Kolombia yang dikaruniai ketampanan layaknya anggota boyband dan tendangan kaki kiri yang memukau ini tidak hanya meraih gelar Sepatu Emas — ia juga berhasil menaklukkan hati jutaan orang di seluruh dunia melalui penampilannya yang sensasional.

  3. Hat-trick ajaib Messi menyamai rekor gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia

    KANSAS CITY, Mo. -- Upaya Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia dimulai dengan penuh ketegangan sebelum Lionel Messi mengingatkan semua orang bahwa dia memang Lionel Messi. Pemain berusia 38 tahun itu mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 atas Aljazair di hadapan 69.045 penonton di Kansas City Stadium. Penampilan tiga gol Messi ini juga membuatnya menyamai rekor Miroslav Klose dengan 16 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia, meskipun Klose mencapai angka tersebut dalam jumlah pertandingan yang lebih sedikit.

  4. Selamat bergabung di pesta ini, Erling! Haaland mengantarkan Norwegia mengalahkan Irak

    Erling Haaland menjadi bintang utama yang tak mengejutkan saat Norwegia meraih kemenangan krusial 4-1 atas Irak dalam laga perdana mereka di Piala Dunia sejak 1998 pada hari Selasa. Dua gol yang dicetak penyerang Manchester City itu pada babak pertama terbukti menjadi penentu, membantu tim kuda hitam tersebut mengawali turnamen dengan kemenangan di Boston dalam grup yang dijuluki 'Grup Kematian'.

  5. Mbappe bangkit kembali dalam kebangkitan Prancis yang dipelopori Olise

    Mereka harus berjuang keras, namun Prancis yang dijagokan berhasil mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia dengan kemenangan setelah akhirnya mengalahkan Senegal 3-1 di Grup I. Setelah penampilan yang mengecewakan di babak pertama, Les Bleus tampil seperti tim yang berbeda, dengan Kylian Mbappé—yang sebelumnya tampil sangat buruk—mencetak dua gol di kedua sisi gol indah Bradley Barcola, sehingga ia pun menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya.

  6. Rentan cedera & kurang berpengalaman: Apakah lini pertahanan Inggris cukup tangguh?

    Ada banyak alasan kuat yang menunjukkan bahwa Inggris berpotensi menjuarai Piala Dunia 2026. Dengan Harry Kane, mereka memiliki striker yang mungkin merupakan yang terbaik di dunia sepak bola saat ini. Mereka juga memiliki gelandang terbaik di Liga Premier, Declan Rice, serta seorang ahli taktik yang sangat cerdik, Thomas Tuchel, yang akan membantu menyatukan para pemain depan paling berbakat di Eropa.

  7. Para pemain pendukung Haaland menjadikan Norwegia sebagai pesaing yang sesungguhnya

    Erling Haaland akan menjadi tumpuan harapan seluruh bangsa saat Norwegia kembali ke panggung terbesar sepak bola musim panas ini setelah absen selama 28 tahun, namun meski gol-golnya akan sangat penting bagi tim, penyerang andalan Manchester City ini tidak akan menanggung beban itu sendirian. Tim Skandinavia ini kembali ke Piala Dunia setelah membangun tim yang solid yang tidak hanya bergantung pada striker bintangnya, dan para pemain pendukung akan berusaha menunjukkan kemampuan mereka di Amerika Utara.

  8. Inggris, waspadalah - Modric yang berusia 40 tahun belum habis!

    Menjelang laga semifinal Inggris melawan Kroasia di Piala Dunia 2018 di Rusia, sering kali disinggung fakta bahwa tim asuhan Zlatko Dalic yang sudah menua itu harus melalui babak perpanjangan waktu dalam dua pertandingan sebelumnya. Di kalangan sebagian media Inggris, muncul anggapan bahwa kelelahan mungkin akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan di Stadion Luzhniki.

  9. Big Rom datang menyelamatkan! Lukaku membantu Belgia meraih hasil imbang melawan Mesir

    Romelu Lukaku masuk sebagai pemain pengganti dan membantu Belgia terhindar dari kekalahan dalam laga pembuka Piala Dunia mereka; striker berpengalaman itu memainkan peran kunci dalam gol bunuh diri yang dicetak Mohamed Hany, sehingga membawa Setan Merah meraih hasil imbang 1-1 melawan Mesir di Seattle. Tim asuhan Rudi Garcia memasuki laga pembuka Grup G dengan rekor tak terkalahkan di semua kompetisi sejak Maret tahun lalu, namun mereka tampak akan menelan kekalahan mengejutkan setelah gol luar biasa Emam Ashour pada menit ke-19 dari luar kotak penalti.

  10. Bahkan Yamal pun tak mampu menyelamatkan Spanyol dari hasil imbang mengejutkan melawan Cape Verde

    Cape Verde menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 sejauh ini dengan menahan imbang Spanyol 0-0 di Atalanta pada Senin. Tim debutan turnamen ini awalnya tak diunggulkan sama sekali melawan juara Eropa bertahan, namun kiper berusia 40 tahun, Vozinha, langsung menjadi idola di seluruh dunia sepak bola berkat serangkaian penyelamatan gemilangnya yang berhasil menahan serangan La Roja.