Ulasan lengkap menjelang pertandingan Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026. Kami membahas taktik, kabar tim, dan berbagai hal lainnya menjelang laga babak 32 besar ini di Toronto.
Pelatih kepala Portugal, Roberto Martinez, memuji Cristiano Ronaldo dan Luka Modric sebagai ikon global yang telah melampaui batasan-batasan sorotan publik. Dalam pernyataannya menjelang pertandingan babak gugur Piala Dunia yang sangat krusial, Martinez menegaskan bahwa kedua kapten legendaris tersebut menjadi teladan terbaik bagi generasi pesepakbola berikutnya.
Mantan kiper Jerman, Oliver Kahn, memberikan pujian yang sangat tinggi terhadap persaingan bersejarah antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ikon Bayern Munich ini meyakini bahwa kedua superstar tersebut telah menetapkan standar konsistensi yang unik, yang takkan pernah terulang lagi dalam dunia sepak bola, seiring kedua legenda tersebut melanjutkan pertarungan bersejarah mereka di Piala Dunia.
Mantan penyerang Chris Sutton melontarkan kritik tajam terhadap pelatih Portugal Roberto Martinez menjelang pertandingan babak gugur Piala Dunia melawan Kroasia, dengan menyebut ketergantungannya yang terus-menerus pada Cristiano Ronaldo sebagai hal yang benar-benar memalukan. Sutton berpendapat bahwa Martinez justru menghambat potensi skuad berbakatnya dengan terus memanjakan Ronaldo dan menolak untuk menggantikannya, meskipun pengaruhnya di lapangan semakin menurun.
Ikon sepak bola Inggris, John Barnes, menyatakan bahwa sikap Cristiano Ronaldo berpotensi menggagalkan Portugal di babak gugur Piala Dunia, dan ia menggambarkan situasi tersebut sebagai bencana yang tak terhindarkan. Sebaliknya, Barnes memuji Lionel Messi, dengan menyoroti bagaimana sifat rendah hati kapten Argentina itu mampu mempersatukan rekan-rekan setimnya, berbeda dengan Ronaldo yang justru menimbulkan ketegangan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya.
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, memimpin upacara penghormatan yang penuh haru di lapangan latihan untuk asisten pelatih Ricardo Carvalho menyusul meninggalnya ayah Carvalho, Manuel Ribeiro de Carvalho, secara mendadak. Skuad Selecção yang sangat kompak itu membentuk lingkaran haru di markas mereka di Florida untuk memberikan dukungan kepada mantan bek Chelsea tersebut sebelum ia meninggalkan kamp persiapan Piala Dunia.