Badan pengatur sepakbola Eropa, UEFA, telah memulai proses hukum pidana yang eksplosif terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino. Gugatan hukum itu berpusat pada proposal kontroversial yang kini sudah dibatalkan untuk menjual kepemilikan komersial yang signifikan di Piala Dunia dan kompetisi global besar lainnya kepada perusahaan investasi swasta.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara mengejutkan menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan presiden FIFA, tetapi ia tetap blak-blakan soal masa depan Gianni Infantino. Pejabat asal Slovenia itu menegaskan bahwa pemimpin sepak bola dunia saat ini harus mengundurkan diri atau bersiap menghadapi tantangan kepemimpinan sengit pada Kongres FIFA mendatang.
Gianni Infantino dikabarkan siap mendukung perluasan lebih lanjut Piala Dunia menjadi 64 tim saat ia berjuang mempertahankan cengkeramannya atas kekuasaan di FIFA. Eksekutif asal Swiss itu menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari konfederasi-konfederasi besar sepakbola setelah serangkaian proposal kontroversial membuat masa depannya dalam jangka panjang diragukan.
Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi ancaman paling signifikan terhadap kepemimpinannya sejauh ini setelah tiga konfederasi sepakbola paling berpengaruh di dunia melancarkan serangan bersama yang pedas. Dalam langkah yang mengguncang dunia sepakbola global, UEFA, CONCACAF, dan AFC secara resmi menuduh badan pengatur itu melakukan "penipuan" menyusul dampak dari rencana menjual hak komersial Piala Dunia.
UEFA menolak mundur dalam perseteruan panasnya dengan FIFA, meski Gianni Infantino telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Badan sepakbola Eropa itu menegaskan bahwa negara-negara anggotanya masih bisa memboikot Piala Dunia dan turnamen besar lainnya menyusul rencana privatisasi FIFA Forward Enterprises yang kontroversial.
Perang saudara di puncak sepakbola global tidak menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Inggris dan UEFA kembali menegaskan sikap mereka terkait potensi boikot Piala Dunia. Meski presiden FIFA Gianni Infantino telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas rencana komersial kontroversialnya, negara-negara Eropa tetap teguh dalam penolakan mereka terhadap kepemimpinannya.
Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf publik yang langka atas proposal kontroversial untuk menjual sebagian saham di Piala Dunia kepada investor swasta. Meski gelombang kritik besar memaksa pembatalan total proyek tersebut, petinggi yang tengah tertekan itu berhasil mempertahankan posisinya setelah pertemuan krisis di Maroko.
Gianni Infantino diperkirakan akan tetap menjabat sebagai presiden FIFA meski menghadapi penolakan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tekanan yang kian besar untuk mundur. Setelah pembicaraan krisis maraton dengan staf senior di Maroko pada Rabu, Infantino meyakini ia masih memiliki dukungan politik yang cukup di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia untuk melewati badai ini serta menahan desakan yang terus meningkat agar segera meninggalkan jabatannya.
Di bawah tekanan besar, presiden FIFA Gianni Infantino disebut-sebut telah menjanjikan Maroko hak untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030. Sosok yang tengah terdesak itu sangat menginginkan dukungan publik dari mereka di tengah kecaman keras dan seruan yang kian meningkat agar ia segera mundur setelah rencananya yang gagal untuk menjual saham di turnamen tersebut kepada investor swasta.
Luis Figo melancarkan serangan keras kepada presiden FIFA Gianni Infantino, menuntut ia segera mundur terkait rencana licik untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta. Legenda Portugal itu mengkritik keras sosok kontroversial tersebut dalam sebuah surat terbuka yang pedas, menyebut tindakannya sangat menipu dan menuduhnya merusak reputasi sepakbola secara keseluruhan.
Gianni Infantino mati-matian berjuang untuk menyelamatkan masa kepresidenannya setelah dilaporkan menggelar rapat krisis penting di Maroko untuk membahas pemberontakan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bos FIFA itu melihat otoritasnya runtuh setelah gagalnya rencana kontroversial untuk menjual saham di Piala Dunia kepada investor swasta.
Gianni Infantino menghadapi tuduhan mengejutkan soal pemerasan dari kepala Asosiasi Sepakbola Yordania, ketika cengkeramannya atas kursi presiden FIFA terus melemah. Klaim mengejutkan itu muncul hanya beberapa hari setelah administrator asal Swiss tersebut dipaksa mundur secara memalukan dari rencana menjual kepemilikan bernilai miliaran dolar dalam Piala Dunia.
UEFA dilaporkan melancarkan serangan hukum keras terhadap presiden FIFA Gianni Infantino, dengan memperingatkan sosok yang sedang tertekan itu agar tidak menghancurkan dokumen apa pun yang terkait dengan rencananya yang gagal untuk menjual saham di Piala Dunia. Badan sepak bola Eropa itu telah mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa mereka sedang mempertimbangkan gugatan hukum dan pengaduan regulasi menyusul runtuhnya skema kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE).
Gianni Infantino menghadapi ancaman paling signifikan terhadap kekuasaannya selama satu dekade sebagai presiden FIFA setelah upaya yang gagal dalam menjual saham komersial di Piala Dunia memicu reaksi keras global. Badan sepak bola Eropa, UEFA, kini dilaporkan bergerak cepat untuk mencari cara menyingkirkan pejabat Swiss itu dari kekuasaan setelah kebijakan tersebut ambruk.
Presiden FIFA Gianni Infantino telah membatalkan proposal kontroversialnya untuk menjual sebagian saham dalam operasi komersial Piala Dunia dan turnamen lainnya kepada investor swasta setelah gelombang penolakan keras secara global, ancaman boikot UEFA, dan pemberontakan terbuka dari para pejabat senior di dalam badan pengatur tersebut. Masa depannya sendiri kini dilaporkan berada dalam keraguan serius.
Ketua Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi dikabarkan menolak seruan dari UEFA untuk mengajukan pencalonan sebagai presiden FIFA. Meski gesekan antara badan pengatur sepak bola Eropa dan Gianni Infantino terus meningkat terkait proyek Piala Dunia yang kontroversial, Al-Khelaifi tidak ingin mengejar jabatan tertinggi di sepak bola dunia.
Sepakbola dunia berdiri di ambang perang saudara ketika FIFPRO Europe bergabung dalam pemberontakan yang kian membesar terhadap presiden FIFA Gianni Infantino. Serikat pemain itu secara resmi mengecam proposal radikal untuk menjual saham komersial di Piala Dunia kepada investor swasta, seraya memperingatkan bahwa hal itu bisa menghancurkan integritas olahraga ini.
Direktur olahraga Bayern Munich Max Eberl melancarkan serangan pedas terhadap presiden FIFA Gianni Infantino, dengan mengungkapkan rasa jijiknya terhadap usulan untuk melibatkan investor swasta di Piala Dunia. Petinggi Bayern yang vokal itu menyiratkan bahwa badan sepakbola global tersebut telah kehilangan arah, dengan memprioritaskan keuntungan komersial di atas integritas olahraga ini.
Presiden FIFA Gianni Infantino telah menawarkan insentif finansial besar kepada federasi-federasi anggota untuk menyetujui rencananya yang kontroversial menjual saham di Piala Dunia. Sebanyak 211 asosiasi menghadapi tenggat ketat pada 19 September untuk menerima proposal tersebut, yang sudah memicu reaksi keras dari badan-badan pengatur utama di Eropa.
Pernyataan tegas dari UEFA terkait kasus Balogun, yang sanksi larangan bermainnya telah dicabut oleh FIFA: "Kami tak percaya dengan keputusan yang begitu belum pernah terjadi sebelumnya, tak dapat dipahami, dan tak dapat dibenarkan ini."
Dunia sepak bola global diprediksi akan mengalami perubahan besar lagi seiring dengan langkah FIFA yang semakin mendekati penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub yang diperluas menjadi 48 tim. Kerja sama bersejarah dengan kelompok lobi European Football Clubs (EFC) ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak klub raksasa Liga Premier untuk bergabung dalam kompetisi yang menggiurkan tersebut.