Cengkeraman Gianni Infantino atas kursi presiden FIFA tampaknya mulai melemah ketika administrator Swiss-Italia itu beralih ke pemerintah Amerika Serikat untuk mencari penyelamat. Setelah rencana kontroversial untuk menjual hak komersial Piala Dunia runtuh, Infantino dilaporkan mencari intervensi politik tingkat tinggi demi mengamankan masa depan profesionalnya.
Cengkeraman Gianni Infantino atas kursi presiden FIFA tampaknya mulai melemah seiring Football Association bersiap secara resmi menarik dukungannya untuk pemilihan ulang dirinya. Langkah ini muncul setelah proposal yang dikecam luas untuk memprivatisasi kepemilikan saham di Piala Dunia, sebuah rencana yang memicu perang saudara di dalam sepakbola global.
UEFA dilaporkan melancarkan serangan hukum keras terhadap presiden FIFA Gianni Infantino, dengan memperingatkan sosok yang sedang tertekan itu agar tidak menghancurkan dokumen apa pun yang terkait dengan rencananya yang gagal untuk menjual saham di Piala Dunia. Badan sepak bola Eropa itu telah mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa mereka sedang mempertimbangkan gugatan hukum dan pengaduan regulasi menyusul runtuhnya skema kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE).
Presiden La Liga Javier Tebas melancarkan serangan pedas kepada petinggi Real Madrid Florentino Perez, dengan mempertanyakan kredibilitasnya untuk berbicara soal masa depan sepakbola. Ledakan komentar itu menyusul pernyataan resmi dari raksasa Spanyol tersebut mengenai putar balik terbaru FIFA soal privatisasi hak turnamen.
Masa bakti legendaris Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis berakhir dengan rasa terasing dan frustrasi, menurut pengungkapan baru terkait turnamen terakhirnya. Pelatih juara Piala Dunia itu dilaporkan merasa Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara mental sudah beralih kepada penerusnya bahkan sebelum ia menuntaskan tugasnya.
Gianni Infantino menghadapi ancaman paling signifikan terhadap kekuasaannya selama satu dekade sebagai presiden FIFA setelah upaya yang gagal dalam menjual saham komersial di Piala Dunia memicu reaksi keras global. Badan sepak bola Eropa, UEFA, kini dilaporkan bergerak cepat untuk mencari cara menyingkirkan pejabat Swiss itu dari kekuasaan setelah kebijakan tersebut ambruk.