Sensasi Barcelona dan Spanyol, Lamine Yamal, membuat pengakuan mengejutkan bahwa ia tidak puas dengan penampilan pribadinya selama Piala Dunia. Meski memainkan peran penting dalam kesuksesan Spanyol di panggung dunia, penyerang remaja itu merasa gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang ia pasang untuk dirinya sendiri.
Sensasi Barcelona Lamine Yamal secara resmi menyatakan diri dalam persaingan Ballon d'Or 2026, dengan menegaskan bahwa dirinya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik di planet ini. Superstar berusia 19 tahun itu meyakini bahwa saat ini hanya dia dan Kylian Mbappe yang berada di puncak permainan, setelah menjalani musim yang dipenuhi trofi bersama klub dan tim nasional.
Persaingan untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 mengalami perkembangan dramatis setelah adanya campur tangan publik dari pemerintah Maroko. Perdana Menteri Aziz Akhannouch secara resmi menegur ketua sepak bola negara itu karena membuat klaim prematur tentang laga puncak turnamen tersebut.
Pelatih kepala Spanyol Luis de la Fuente menyerukan agar seorang pemain Spanyol mengangkat Ballon d'Or tahun ini, sambil memprediksi sensasi remaja Lamine Yamal akan merebut penghargaan individu itu dalam waktu dekat. Berbicara menjelang laga Nations League bulan depan melawan Republik Ceko, pria 65 tahun itu juga menyinggung pensiun Marcos Llorente dari sepak bola internasional.
Lamine Yamal melontarkan pujian hangat kepada mantan manajer Barcelona, Xavi, setelah penunjukannya sebagai pelatih kepala Belanda. Winger berusia 19 tahun itu bercanda bahwa mantan mentornya bisa memenangi setiap pertandingan internasional bersama tim nasional Belanda, kecuali saat menghadapi Spanyol.
France Football secara resmi telah mengungkap daftar nominasi penghargaan Pelatih Terbaik Pria dan Wanita 2026, yang menyoroti para otak taktik yang mendefinisikan musim lalu. Nominasi untuk Trofi Johan Cruyff sangat didominasi talenta Spanyol, mencerminkan era keemasan bagi ekspor pelatih negara itu di liga-liga top Eropa.
Kylian Mbappe akhirnya angkat bicara soal tersingkirnya Prancis secara menyakitkan dari Piala Dunia 2026, dengan menolak menyebut kekalahan di semifinal dari Spanyol sebagai titik terendah dalam karier gemilangnya. Bintang Real Madrid itu tetap tegar meski mengalami kemunduran tersebut, dan menegaskan bahwa hasrat Prancis untuk meraih kejayaan di level internasional tetap sepenuhnya utuh.
Alvaro Morata menegaskan bahwa ia belum menutup pintu untuk karier internasionalnya setelah absen dalam kampanye kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Penyerang veteran itu mengakui bahwa persaingan ketat di lini serang membuat peluang untuk dipanggil kembali menjadi sulit, tetapi ia mengenang dengan hangat momen saat menyaksikan mantan rekan-rekan setimnya mengangkat trofi setelah menerima panggilan telepon yang terus terang dari Luis de la Fuente.