Menjelang momen pengumuman daftar pendek kandidat penghargaan Ballon d'Or, yang dijadwalkan diumumkan pada hari Selasa, Harry Kane mendapati dirinya berada di jantung persaingan memperebutkan penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola, setelah memuncaki daftar kandidat menurut prediksi perusahaan-perusahaan taruhan, berbekal musim luar biasa yang membuatnya tampil sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam mencetak gol.
Namun jalan menuju Ballon d'Or tidak diaspal oleh gol semata. Sepanjang sejarah penghargaan ini sejak pertama kali digelar pada tahun 1956, pengalaman membuktikan bahwa kilau individu, sebesar apa pun, mungkin tidak cukup ketika berkaitan dengan penentuan suara para jurnalis, karena turnamen-turnamen besar dan gelar-gelar kolektif kerap memainkan peran yang menentukan dalam mengungkap identitas sang pemenang.
Dengan semakin dekatnya pengumuman daftar kandidat, akan dimulai persaingan baru menuju penghargaan tersebut, di mana sebuah dewan juri internasional yang terdiri dari sejumlah jurnalis spesialis pilihan akan menangani proses pemungutan suara, dengan satu perwakilan dari setiap negara yang tim nasionalnya menempati posisi dalam 100 besar tim nasional pria terbaik di dunia.
Di sinilah muncul pertanyaan yang mengemuka dengan kuat: "Mampukah Kane mematahkan kaidah historis dan menjadi salah satu pengecualian langka dalam catatan Ballon d'Or, meski ia belum pernah menempati posisi lebih baik dari peringkat kesepuluh dalam persaingan penghargaan ini?"
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"






