Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
MbappeGetty Images

Diterjemahkan oleh

Mbappe: Saya yang Terbaik di Dunia, Cetak Gol Lebih Banyak daripada Raphinha dan Dembele

Kylian Mbappe, bintang Real Madrid, tampil dalam konferensi pers menjelang pertandingan menghadapi Inter di Liga Champions Eropa, untuk membicarakan persiapan tim jelang laga yang dinantikan tersebut, di samping sejumlah topik yang berkaitan dengan dirinya secara pribadi, terutama peluangnya meraih penghargaan Ballon d'Or, hubungannya dengan rekan setimnya Vinicius Junior, serta bekerja di bawah arahan pelatih asal Portugal Jose Mourinho.

Mbappe menjalani edisi ketiganya di Liga Champions Eropa bersama seragam Real Madrid, dengan keinginan besar untuk membawa tim meraih gelar yang belum berhasil ia menangkan hingga saat ini sepanjang kariernya.

  • Bernabeu jadi motivasi tambahan

    Mbappe berbicara soal laga menghadapi Inter dan kondisinya menjelang pertandingan: "Kami sangat senang bisa kembali menjalani pertandingan di Liga Champions. Kami bermain dengan semangat dan tekad, dan Stadion Santiago Bernabeu menjadi motivasi tambahan.

    Ia menambahkan: "Ini akan menjadi laga yang sulit, tetapi ini Liga Champions, dan karena itu kami sangat senang bisa memainkannya".

  • Iklan
  • Hubungan dengan Vinicius

    Bintang asal Prancis itu turut membahas hubungannya dengan sang rekan setim, Vinicius Junior, serta segala hal yang beredar mengenai sejauh mana keharmonisan di antara keduanya. Ia mengatakan: "Saya tidak tahu, itu pendapat jutaan orang. Real Madrid adalah klub terbesar, dan saya tidak bisa mengendalikan apa yang dikatakan. Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih trofi. Kami tidak bisa mengendalikan pendapat orang, dan kami selalu berusaha untuk berkembang."

  • Bekerja dengan Mourinho

    Mengenai bekerja dengan Jose Mourinho, Mbappe menjelaskan: "Saya melihat gambaran yang lebih besar untuk mendapatkan versi terbaik dari ke-11 pemain. Saya tahu orang-orang suka fokus pada hal-hal ini, karena itulah yang laku dijual, tetapi saya berpikir dengan mentalitas tim dan bagaimana kami bisa berkembang."

    Ia melanjutkan: "Mourinho adalah sosok yang tahu bagaimana cara menang, dan bagaimana menularkan mentalitas ini kepada orang-orang di sekitarnya, serta memberi motivasi kepada seluruh klub dan kelompoknya, dan yang terpenting adalah memenangkan pertandingan."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Perbandingan dengan Dembele dan Raphinha

    Mengenai kritik terkait kontribusi defensif, dan ketika ditanya apakah ia dan Vinicius Junior harus melakukan pressing lebih banyak, terutama karena pemain seperti Ousmane Dembele dan Raphinha melakukan pressing lebih daripada mereka berdua, Mbappe menjawab dengan nada satir sebelum memberikan jawaban seriusnya.

    Ia berkata: "Kalau saya ingin menjawab dengan bodoh, saya akan bilang bahwa saya mencetak gol lebih banyak daripada dua pemain yang kamu sebutkan, jadi mereka harus mencetak lebih banyak gol agar bisa seperti saya."

    Ia menambahkan: "Setiap pemain memiliki karakteristik yang berbeda."

    Bintang asal Prancis itu menjelaskan: "Tapi saya cerdas, jadi saya jawab bahwa saya harus berkembang. Namun saya tidak suka perbandingan, karena saya melakukan banyak hal yang tidak dilakukan orang lain."

    Mbappe melanjutkan pembicaraannya soal aspek defensif: "Kita semua harus berkembang, dan itu hal yang wajar bagi pemain mana pun. Setiap orang berbeda, dan kita harus melakukan berbagai hal dengan cerdas. Saya tidak suka perbandingan, karena itu diskusi yang tak akan pernah selesai. Kita semua perlu berkembang dalam aspek ini, begitu pula saat menguasai bola. Inilah hakikat kehidupan di dalam tim di level tertinggi."

    Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum "Kooora"

  • Ballon d'Or

    Mengenai kelayakannya untuk memenangi Ballon d'Or, Mbappe berkata: "Ketika kamu bermain untuk Real Madrid, orang-orang mengaitkanmu dengan penghargaan ini. Banyak orang yang berbicara denganku tentang Ballon d'Or, dan itu adalah hal yang positif. Aku telah menciptakan sejarah pada musim panas ini, tapi kita lihat saja nanti. Ini adalah tahun yang bagus untuk meraihnya, dan pada akhirnya orang-oranglah yang harus memilih."

    Ketika ditanya apakah ia merasa dirinya adalah pemain terbaik di dunia, bintang asal Prancis itu menjawab dengan penuh percaya diri: "Aku selalu merasa demikian, tapi ini adalah hal yang sangat personal. Setiap orang punya pendapatnya masing-masing, ada yang akan bilang iya dan ada yang akan bilang tidak. Ini adalah sebuah perdebatan, dan tidak semua orang harus berpikir sepertiku. Tahun ini mungkin menjadi tahun yang bagus untuk memenangi Ballon d'Or, tapi para jurnalislah yang memberikan suara, dan merekalah yang akan memilih."

  • 40 gol dengan gelar atau 60 gol tanpa trofi? Mbappe menjawab Mourinho

    Mourinho sebelumnya menegaskan bahwa ia lebih senang melihat Mbappe mencetak 40 gol disertai dengan meraih gelar, ketimbang mencetak 60 gol tanpa meraih trofi. Menanggapi hal itu, sang penyerang Prancis berkata: "Saya bahkan lebih memilih yang lebih sedikit dari itu, bahkan 30 gol. Saya tidak akan mengatakan bahwa ini adalah perdebatan orang-orang yang tidak bermain sepak bola, tetapi ini jelas perdebatan yang tidak masuk akal."

    Ia menambahkan: "Jika saya mencetak 40 gol dan kami bersaing di Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey, apakah saya harus berhenti mencetak gol karena jika saya mencetak lebih banyak kami tidak akan menang? Tentu saja saya ingin memenangkan gelar, tetapi ini bukan pilihan antara keduanya. Anda harus melakukan keduanya: mencetak gol dan memenangkan gelar."

  • Kekalahan di Piala Dunia masih membekas, tetapi ambisi terus berkobar

    Mbappe berbicara tentang kekalahan dari Spanyol di Piala Dunia, dan apakah hal itu menambah keinginannya untuk meraih gelar Liga Champions, dengan mengatakan: "Itu dua hal yang berbeda. Tentu saja tidak memenangi Piala Dunia adalah momen yang sulit. Saya rasa itu adalah pengalaman positif bagi kami untuk menciptakan ikatan dengan negara ini dan energi yang ada di sekitar timnas."

    Ia melanjutkan: "Kami pernah memenangi Piala Dunia satu kali, dan kami tidak bisa selalu menang sekeras apa pun kami menginginkannya. Setelah setiap kekalahan, Anda selalu memiliki motivasi yang lebih besar untuk menang."

  • Kebutuhan untuk berkembang

    Mengenai perkembangan yang ia capai di sisi taktik, Mbappe menjelaskan: "Saya punya dua posisi berbeda bersama timnas dan di sini. Saya harus melangkah maju satu langkah. Di sana saya adalah kapten, sedangkan di sini bukan."

    Ia menambahkan: "Sebagai pemain, saya ingin berkembang, baik dalam membaca pertandingan maupun mengetahui kapan harus menyerang dan kapan harus menguasai permainan, begitu juga dalam mengelola emosi. Saya telah melalui berbagai pengalaman dan sudut pandang bersama banyak pelatih, dan itu sangat membantu saya. Ada banyak pertandingan di dalam satu pertandingan."

  • Gelar juara Paris tidak penting bagiku

    Di akhir perbincangannya, Mbappe ditanya mengenai hubungan antara keberhasilan Paris Saint-Germain meraih gelar Liga Champions Eropa setelah kepergiannya dari klub, dan apakah ia menganggap hal itu berkaitan dengan hengkangnya dari tim.

    Ia menjawab: "Saya tidak bisa mengubah hal itu. Saya tidak bisa berbicara secara umum. Hal itu tidak terlalu penting bagi saya. Saya tidak tahu segalanya tentang sepak bola, tetapi saya tahu lebih banyak daripada kebanyakan orang. Saya tenang."

    Mbappe menutup pernyataannya dengan mengatakan: "Kadang-kadang segala sesuatu bukanlah analisis, melainkan sekadar hal-hal yang laku dijual, dan pembicaraan tentang saya sangat laku."

  • Baca juga:

    Kegagalan Real Madrid di Andalusia: Sandungan Kuda Pacu atau Awal dari Kejatuhan?