Manajer Barcelona, Hansi Flick, turut mendukung pesan anti-rasisme yang kuat dari Lamine Yamal menyusul nyanyian-nyanyian Islamofobia yang "tak dapat ditoleransi" yang menodai pertandingan persahabatan Spanyol melawan Mesir baru-baru ini. Pemain sayap berusia 18 tahun itu, yang beragama Islam, mengungkapkan rasa jijiknya setelah para penonton di Stadion RCDE melontarkan nyanyian-nyanyian menghina terhadap agamanya, yang memicu penyelidikan resmi oleh kepolisian lokal Catalunya.
Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengecam nyanyian anti-Muslim yang "tak dapat ditoleransi" yang merusak pertandingan imbang tanpa gol antara Spanyol dan Mesir di Stadion RCDE. Pemain berusia 18 tahun yang beragama Islam itu menyebut para pelaku sebagai "orang-orang yang tidak berpengetahuan" dan "rasis" setelah kepolisian setempat membuka penyelidikan resmi.