Pelatih kepala baru Kroasia, Slaven Bilic, telah menjadikan Luka Modric sebagai prioritas utamanya dalam jabatan barunya ini, sekaligus mengungkapkan rencananya untuk berbicara dengan gelandang senior tersebut mengenai masa depannya di tim nasional, dalam upaya meyakinkan kapten AC Milan itu agar terus membela negaranya.
Luka Modric dilaporkan siap memperpanjang masa tinggalnya di San Siro dengan menandatangani kontrak baru berdurasi satu tahun bersama AC Milan. Gelandang veteran tersebut dengan cepat mempertimbangkan berbagai pilihannya setelah Kroasia tersingkir lebih awal secara mengecewakan dari Piala Dunia 2026 beberapa hari yang lalu.
Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) secara resmi mengumumkan kembalinya Slaven Bilic sebagai pelatih kepala tim nasional senior. Mantan manajer West Ham United dan West Bromwich Albion ini mengakhiri masa istirahat selama dua tahun dari bangku kepelatihan untuk menggantikan Zlatko Dalic, yang mengundurkan diri setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.
Kroasia telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA menyusul tersingkirnya mereka secara dramatis dari Piala Dunia oleh Portugal. Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) menyoroti apa yang mereka anggap sebagai "penyalahgunaan teknologi" pada momen krusial dalam pertandingan yang menyebabkan mereka tersingkir dari turnamen tersebut.
Kontroversi VAR yang luar biasa membayangi kemenangan dramatis Portugal 2-1 atas Kroasia di babak gugur Piala Dunia, yang memicu tuduhan korupsi yang keras dari Zlatan Ibrahimovic. Mantan striker yang kini berprofesi sebagai pakar media itu dengan keras mengecam keputusan yang menganulir gol penyama kedudukan Kroasia di masa tambahan waktu, dengan menyiratkan bahwa badan pengatur telah mengatur hasil pertandingan tersebut.
Zlatan Ibrahimovic mempertanyakan peran Cristiano Ronaldo di tim nasional Portugal, dengan menyatakan bahwa penyerang veteran itu dipilih karena faktor nostalgia, bukan karena prestasinya. Mantan penyerang Swedia itu yakin bahwa Goncalo Ramos telah membuktikan bahwa Portugal harus melangkah maju setelah mencetak gol penentu kemenangan melawan Kroasia.
Luka Modric mengkritik VAR setelah Kroasia tersingkir dari Piala Dunia oleh Portugal, dengan menegaskan bahwa timnya diperlakukan tidak adil akibat keputusan penalti yang kontroversial dan gol penyama kedudukan yang dianulir. Kapten Kroasia itu mempertanyakan konsistensi wasit dan menyiratkan bahwa negara-negara besar mendapat keputusan yang lebih menguntungkan.
FIFA telah menjelaskan mengapa gol penyama kedudukan dramatis Kroasia pada masa tambahan waktu melawan Portugal dianulir setelah VAR turun tangan. Teknologi Bola Terhubung mendeteksi sentuhan sekecil apa pun dari Igor Matanovic dalam proses serangan tersebut, sehingga wasit dapat memastikan adanya pelanggaran offside dan membuat Portugal lolos sementara Kroasia tersingkir.