Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Portugal v Croatia: Round Of 32 - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Luka Modric mengambil keputusan terkait masa depannya di AC Milan setelah Kroasia tersingkir dari Piala Dunia

  • Faktor Amorim menjadi kunci dalam pembicaraan kontrak

    MenurutSky Sport Italia, upaya pendekatan yang gigih dan intensif dari jajaran petinggi AC Milan akhirnya membuahkan hasil. Dewan direksi, bersama pelatih kepala baru Ruben Amorim, telah bekerja tanpa lelah untuk meyakinkan sang pemain veteran bahwa ia tetap menjadi bagian penting dari proyek di Lombardy. Amorim, yang baru-baru ini mengambil alih kendali tim, secara terbuka menyatakan keinginannya agar pemain asal Kroasia itu memimpin transisi lini tengahnya.

    Modric tidak pernah menyembunyikan rasa sayangnya kepada Rossoneri, karena ia tumbuh besar sebagai pendukung klub tersebut pada era rekan senegaranya, Zvonimir Boban. Meskipun kontraknya sebelumnya secara resmi telah berakhir pada 30 Juni, ikatan emosionalnya dengan klub serta kesempatan untuk bekerja di bawah rezim taktis baru Amorim tampaknya menjadi faktor penentu dalam keputusannya untuk tetap bertahan setidaknya selama satu musim lagi.

  • Iklan
  • FBL-ITA-SERIEA-AC MILAN-CAGLIARIAFP

    Tur ke Australia akan segera digelar

    Meskipun pemenang Ballon d’Or tersebut saat ini sedang beristirahat dan mengisi ulang tenaganya selama liburan, ia diperkirakan akan memberikan persetujuan akhir atas proposal tersebut dalam beberapa hari ke depan. Waktu penandatanganan kesepakatan ini akan memungkinkannya untuk segera bergabung dengan rekan-rekan setimnya dalam persiapan pramusim yang sangat dinanti-nantikan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ia akan ikut serta dalam tur klub ke Australia.

    Tur ke Australia dijadwalkan dimulai pada 26 Juli, yang menjadi platform sempurna bagi Modric untuk beradaptasi dengan skuad di bawah staf kepelatihan baru. Kehadiran sosok berpengalaman seperti dirinya dalam tur ini dipandang sebagai dorongan besar bagi tujuan komersial dan olahraga Milan di luar negeri, seiring persiapan mereka menghadapi musim Serie A 2026-27 yang menantang. Klub ini bertekad untuk menebus kekecewaan musim lalu, di mana mereka finis di peringkat kelima dan harus puas dengan tiket ke Liga Europa.

  • Umur panjang yang tak tertandingi di usia 40 tahun

    Meskipun ia akan merayakan ulang tahun ke-41 pada bulan September mendatang, Modric tetap menjadi sosok yang luar biasa secara fisik di lini tengah. Statistiknya dari musim lalu menunjukkan bahwa ia jauh dari sekadar pemain cadangan. Musim lalu, ia mencatatkan 37 penampilan untuk Milan, menunjukkan tingkat ketahanan yang tak sesuai dengan usianya.

    Dalam pertandingan-pertandingan tersebut, ia menyumbang dua gol dan tiga assist, dengan total waktu bermain 2.864 menit di lapangan. Angka-angka ini kemungkinan akan lebih tinggi lagi seandainya ia tidak absen sebentar pada bulan Mei akibat patah tulang pipi. Kemampuannya dalam mengendalikan tempo pertandingan tetap berada di level elit, sehingga perpanjangan kontrak selama satu tahun ini merupakan langkah logis bagi klub yang mencari kepemimpinan dari pemain sekelasnya, yang bergabung dengan Milan sebagai pemain bebas transfer pada Juli 2025 setelah 13 tahun karier legendarisnya di Real Madrid, di mana ia meraih berbagai gelar, terutama enam kali menjuarai Liga Champions.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • SS Lazio v AC Milan - Serie AGetty Images Sport

    Menyembuhkan luka-luka Piala Dunia dan kebangkitan Milan

    Modric kini berupaya memulihkan diri dari kekecewaan di Piala Dunia setelah Kroasia tersingkir di babak 32 besar akibat kekalahan 2-1 dari Portugal — sebuah kontras yang mencolok dibandingkan prestasi bersejarahnya dalam mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018 dan meraih peringkat ketiga pada 2022. Menjelang musim baru, fokus utama gelandang veteran ini adalah memanfaatkan pengalamannya untuk mengembalikan kejayaan AC Milan dan membawa Rossoneri kembali ke puncak.