Piala Dunia 2026 kembali dilanda kontroversi diplomatik setelah terungkap bahwa tim nasional Iran akan diwajibkan mematuhi aturan ketat terkait kedatangan dan keberangkatan pada hari yang sama untuk pertandingan-pertandingan mereka di Amerika Serikat. Menyusul serangkaian klaim terkait keamanan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, tim tersebut telah diberitahu bahwa mereka hanya boleh menginjakkan kaki di wilayah Amerika Serikat pada hari-hari ketika mereka dijadwalkan bertanding.
FIFA telah mengumumkan perubahan signifikan dalam protokol yang mewajibkan setiap anggota skuad untuk ikut serta dalam upacara lagu kebangsaan sebelum pertandingan pada Piala Dunia mendatang. Berbeda dengan kebiasaan olahraga tradisional, badan pengatur sepak bola dunia tersebut telah mewajibkan agar baik pemain inti maupun cadangan berkumpul bersama di lapangan sebelum kick-off.
Piala Dunia tak pernah kekurangan momen-momen ikonik sepanjang sejarahnya yang hampir mencapai 100 tahun. Setiap empat tahun sekali, miliaran penggemar berkumpul untuk menyaksikan turnamen yang telah menghadirkan lebih banyak drama, kekecewaan, dan kegembiraan daripada acara olahraga manapun dalam sejarah. Sebagai panggung terbesar sepak bola, Piala Dunia selalu menjadi wadah lahirnya para legenda, namun turnamen ini juga menjadi saksi runtuhnya reputasi dan kejatuhan begitu banyak tokoh terkenal.
FIFA telah mengonfirmasi jadwal penting dan peraturan skuad untuk Piala Dunia 2026. Negara-negara peserta wajib menyerahkan daftar pemain final mereka paling lambat pada 1 Juni, dengan aturan ketat yang berlaku terkait cedera, penggantian pemain, dan pemilihan penjaga gawang.
Lanskap Piala Dunia 2026 sedang berubah seiring dengan merembesnya ketegangan geopolitik ke dunia olahraga. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah secara resmi mengonfirmasi bahwa tim nasional Iran akan memindahkan markas operasinya dari Amerika Serikat ke Meksiko menjelang turnamen tersebut.
Iran telah berhasil meyakinkan FIFA untuk memindahkan markas pelatihan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini diambil karena ketegangan regional dan pertimbangan logistik keamanan mendorong Federasi Sepak Bola Iran untuk mencari alternatif atas rencana awal mereka di Arizona.