Tim nasional sepak bola Iran tidak akan bermarkas di Amerika Serikat pada musim panas mendatang. Hal itu diumumkan oleh Mehdi Taj, ketua Asosiasi Sepak Bola Iran.
Awalnya, rencana tersebut adalah mendirikan markas besar di Tucson, Amerika Serikat, namun kini telah diputuskan untuk pindah ke Tijuana di Meksiko.
Menurut Taj, ada beberapa alasan untuk hal ini. “Tijuana terletak dekat dengan Samudra Pasifik dan di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat. Waktu tempuh total antara lokasi kami dan stadion pertandingan di Los Angeles hanya 55 menit,” jelasnya.
Selain itu, hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan Iran juga berperan dalam keputusan ini. Di Meksiko, proses pengurusan visa untuk para pemain Iran juga lebih mudah; hingga saat ini, tidak ada satu pun anggota tim yang memiliki visa.
Permohonan untuk memindahkan markas ke Tijuana masih harus disetujui oleh FIFA. Meskipun Taj menyatakan bahwa persetujuan tersebut telah diberikan, konfirmasi resmi masih ditunggu.
Sebelumnya, FIFA menolak permintaan Iran untuk memainkan pertandingan grup di Meksiko. Akibatnya, tim tersebut tetap harus bertolak ke Los Angeles untuk menghadapi Belgia dan Selandia Baru. Pertandingan yang disebut sebagai ‘pertandingan kebanggaan’ antara Mesir dan Iran akan digelar di Seattle.
