Dunia sepakbola Spanyol tengah memanas usai dianulirnya gol Pau Cubarsi dalam laga semi-final Copa del Rey antara Barcelona dan Atletico Madrid. Manajer Tim Catalan Hansi Flick akhirnya buka suara terkait keputusannya mendatangi ruang ganti wasit Juan Martinez Munuera. Di tengah rasa frustrasi pendukung Blaugrana atas keputusan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit, Flick menunjukkan sikap berkelas dengan menekankan pentingnya komunikasi profesional daripada sekadar meluapkan amarah.
Rencana Lionel Scaloni untuk menghentikan Lamine Yamal dalam La Finalissima telah terungkap, sementara Spanyol bersiap menghadapi Argentina di Qatar. Juara Eropa akan berhadapan dengan pemenang Copa America di Qatar bulan depan dalam pertandingan pra-Piala Dunia, yang setara dengan Piala Interkontinental yang kini sudah tidak ada lagi. Pertandingan ini akan mempertemukan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, dengan Lionel Messi untuk pertama kalinya.
Para pemain Barcelona telah menyampaikan kekhawatiran mereka kepada manajer Hansi Flick terkait taktiknya setelah kekalahan telak 4-0 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hasil ini membuat Barcelona menghadapi tantangan berat menjelang leg kedua pertandingan di Camp Nou pada bulan Maret, dan para pemain meminta manajer untuk melakukan perubahan pada sistemnya.
Barcelona menelan kekalahan pahit 4-0 dari Atletico Madrid di leg pertama semi-final Copa del Rey. Hansi Flick yang biasanya tenang dilaporkan meledak di ruang ganti akibat performa tim yang dianggap "tanpa nyawa".
Direktur olahraga Barcelona Deco menyalahkan para pemain Blaugrana setelah mereka menelan kekalahan telak 4-0 dari Atletico Madrid di leg pertama semi-final Copa del Rey.
Barcelona mengajukan protes keras ke Komite Wasit (CTA) setelah insiden VAR delapan menit yang membatalkan gol Pau Cubarsi. Dalam duel yang berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan Atletico Madrid tersebut, laga sempat terhenti lama karena tinjauan VAR dari wasit, yang pada akhirnya menganulir gol Barca.
Bakat muda Barcelona, Lamine Yamal, menjadi bahan olok-olok Diego Simeone selama kekalahan telak Barcelona di Copa del Rey melawan Atletico Madrid. Tim asuhan Hansi Flick, yang saat ini memimpin klasemen Liga, tertinggal empat gol pada babak pertama dalam leg pertama pertandingan epik di Riyadh Air Metropolitano. Simeone dengan senang hati mengingatkan Yamal tentang skor tersebut.
Harapan Barcelona mempertahankan gelar Copa del Rey berada di ujung tanduk setelah kalah telak 4-0 pada leg pertama semifinal melawan Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/2) dini hari WIB. Hansi Flick mengakui timnya tampil buruk di awal laga, tapi laga juga diwarnai kontroversi pemeriksaan VAR berkepanjangan.
Barcelona dihancurkan 4-0 oleh Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey pada Kamis malam, saat tim asuhan Diego Simeone tampil dominan melawan tim Barcelona yang benar-benar buruk. Strategi garis pertahanan tinggi Hansi Flick terus-menerus dieksploitasi dengan kejam sepanjang pertandingan, yang membuat para pendukung Atletico di Metropolitano tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
Barcelona mengamankan tiket semifinal Copa del Rey usai menang 2-1 atas tim Segunda Division, Albacete, Rabu dini hari. Raksasa Catalunya harus menunggu hingga menit ke-39 sebelum Lamine Yamal membuka skor. Ronald Araujo menggandakan keunggulan, meski gol Javi Moreno membuat akhir laga terasa menegangkan.
Barcelona berhasil mengatasi tim Segunda Division yang keras kepala untuk memastikan satu tempat di perempat-final Copa del Rey sehari setelah kegagalan Real Madrid.
Alvaro Arbeloa memahami kepedihan fans Real Madrid setelah kekalahan dari Albacet, e tim yang sedang berjuang terhindar dari degradasi di Segunda Division.
Real Madrid tampil buruk saat mereka kalah dari Albacete yang bermain di divisi dua pada pertandingan Copa del Rey berkat rotasi berlebihan Alvaro Arbeloa.
Keputusan Alvaro Arbeloa untuk tidak menurunkan para pemain pilar dengan memilih skuad muda telah menjadi bumerang yang membuat Los Blancos tersingkir di Copa del Rey.
Mbappe mencetak dua gol dan mengkreasi satu gol lainnya saat Real Madrid menyingkirkan tim kasta ketiga Spanyol, Talavera, dengan skor 3-2 yang kurang meyakinkan untuk mencapai 16 besar Copa del Rey. Pemain berusia 26 tahun itu mengonversi penalti, memaksa tuan rumah melakukan gol bunuh diri, dan mencetak gol jarak jauh berbau keberuntungan. Namun, itu nyaris tak cukup karena tim underdog membuat akhir laga menjadi tegang dengan dua gol telat.