Article continues below
Article continues below
Article continues below
AFPArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Ketegangan menyelimuti internal Barcelona dalam beberapa hari terakhir menyusul dianulirnya gol Pau Cubarsi saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama semi-final Copa del Rey. Bek muda tersebut sempat mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 4-1 di awal babak kedua, memberikan secercah harapan bagi tim tamu untuk bangkit dari ketertinggalan.
Namun, kegembiraan tersebut sirna setelah intervensi VAR yang berlangsung selama delapan menit - durasi yang dinilai tidak wajar bagi banyak pihak. Setelah peninjauan yang melelahkan, wasit akhirnya memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut, sebuah keputusan yang memicu protes keras dari manajemen Barcelona hingga mereka melayangkan pengaduan resmi.
Manajer Barca Hansi Flick akhirnya memberikan klarifikasi mengenai situasi tersebut. Flick mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tinggal diam dan merasa perlu mendapatkan penjelasan langsung mengenai dasar pengambilan keputusan yang sangat memengaruhi momentum pertandingan tersebut.
Getty ImagesFlick menekankan bahwa kunjungannya ke ruang ganti wasit Juan Martinez Munuera setelah pertandingan bukan dilakukan dengan nada permusuhan. Pelatih asal Jerman tersebut memilih pendekatan diplomatis untuk memahami perspektif sang pengadil lapangan.
Ia menyatakan bahwa kekalahan Barcelona tidak seharusnya ditimpakan sepenuhnya kepada wasit, meskipun ada keputusan yang merugikan timnya. Bagi Flick, fokus utama tetap pada evaluasi internal tim, namun ia tetap merasa bahwa dialog antara pelatih dan wasit adalah bagian penting dari sportivitas yang sehat.
Lebih lanjut, Flick berharap insiden ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk berefleksi. Ia ingin melihat adanya peningkatan standar, tidak hanya dari sisi performa pemainnya di lapangan, tetapi juga dari sisi akurasi dan netralitas pengadilan pertandingan di masa mendatang demi integritas kompetisi.
Getty Images Sport"Terkadang ada hal-hal yang tidak kita sukai. Saya sudah berbicara dengan wasit di Madrid, tepatnya di ruang ganti, karena saya ingin dia menjelaskan kepada saya mengapa dia tidak mengizinkan gol tersebut. Komunikasi setelah pertandingan berjalan dengan baik, dan itu bukan kesalahan wasit yang menyebabkan kami kalah. Apa yang harus kami lakukan adalah meningkatkan kualitas permainan kami sendiri," ucap Flick dikutip dari Diario AS.
"Saya mengetuk pintu ruang ganti wasit dan kami berbicara. Hal itu seharusnya menjadi sesuatu yang normal karena di atas lapangan terdapat banyak ketegangan. Kami menjalani percakapan yang baik, dan detail dari pembicaraan tersebut akan tetap menjadi rahasia pribadi antara kami."
"Mungkin saja manajer dan wasit memiliki hubungan yang normal, meskipun biasanya Anda harus memberikan perhatian lebih dan lebih fokus pada tim Anda sendiri. Namun, setelah konferensi pers saat itu, saya merasa memiliki firasat bahwa saya harus berbicara dengan wasit. Jadi saya pergi ke sana, dan mereka membukakan pintu untuk saya."
"Saya telah mengatakannya sebelumnya bahwa saya tidak bisa mengubah hal-hal seperti itu. Kita semua adalah manusia dan kita melakukan kesalahan, sehingga kita harus belajar. Saya ingin melihat progres itu dari tim saya, dan juga dari para wasit. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, tetapi kita harus berkembang ke arah yang benar. Semua orang harus netral dan saya ingin melihat itu dari wasit."
AFPSetelah tumbang di tangan Atletico, Barca secara mengejutkan kembali menelan kekalahan ketika bertandang ke markas Girona, Selasa (17/2) dini hari WIB. Pada pertandingan tersebut, Tim Catalan kalah dengan skor 2-1, yang membuat posisi mereka di puncak digeser oleh Real Madrid yang kini unggul dua poin.
Blaugrana akan berupaya untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan ketika menghadapi Levante pada lanjutan La Liga, Minggu (22/2) malam WIB.