Malam Barcelona di ibu kota Spanyol semakin memburuk setelah intervensi VAR yang kontroversial mengaburkan malam yang tak terlupakan bagi tim Hansi Flick. Tim Blaugrana, yang saat ini memimpin klasemen Liga, sudah terpuruk akibat serangan gencar di babak pertama di Riyadh Air Metropolitano ketika Pau Cubarsi seolah-olah mencetak gol balasan. Namun, tinjauan delapan menit yang melelahkan akhirnya menganulir gol tersebut, membuat para bintang dan staf Barcelona marah besar terhadap keputusan wasit.
Leg pertama semifinal Copa del Rey menjadi mimpi buruk bagi tim tamu, yang tertinggal empat gol pada babak pertama dalam penampilan yang mengerikan. Sementara tim Diego Simeone tampil dominan, topik pembicaraan setelah peluit akhir adalah kegagalan teknologi offside semi-otomatis, yang memaksa petugas VAR menggambar garis secara manual sementara pertandingan terhenti total selama hampir sepuluh menit.
'Ini skandal!' – Frenkie de Jong meluapkan kemarahan
Gelandang Belanda Frenkie de Jong tidak menahan diri saat ditanya tentang gol yang dianulir di zona campuran. Pemain tengah itu tak percaya bahwa teknologi yang seharusnya mempercepat pertandingan justru menyebabkan penundaan yang panjang dan membingungkan. "Dalam foto offside, Anda bahkan tidak bisa melihat kontak dengan bola saat Fermin menendang," kata De Jong kepada wartawan. "Kemudian, gambar lain muncul di mana jelas bahwa bek berada satu meter di belakang Lewandowski. Ini sangat aneh, ini skandal."
Kekecewaan itu juga diungkapkan oleh Eric Garcia, yang mengalami malam yang sulit melawan mantan rivalnya. Bek Barcelona itu menjadi bagian dari barisan belakang yang secara rutin dan kejam diekspos sepanjang pertandingan. Garcia menyebut penundaan itu "memalukan," mempertanyakan mengapa sistem semi-otomatis gagal saat paling dibutuhkan, meninggalkan para pemain dalam ketidakpastian selama periode kritis upaya comeback mereka.
Flick bingung karena kurangnya komunikasi
Hansi Flick, yang mungkin mengalami kekalahan paling memalukan dalam kariernya, juga sangat kritis terhadap proses wasit. Pelatih kepala Jerman itu terlihat berdiskusi dengan antusias tentang keputusan tersebut dengan wasit keempat di pinggir lapangan. "Bagi saya, menunggu begitu lama untuk menyelesaikan situasi seperti ini sungguh gila. Tujuh menit, bayangkan itu... Ketika saya melihat ulang tayangan ulang, jelas tidak ada offside," kata Flick dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Bos tersebut juga mengeluhkan "ketidakhadiran komunikasi sama sekali" dari tim wasit selama jeda yang panjang. Sementara timnya kesulitan menghadapi Atletico Madrid yang tampil inspiratif, Flick merasa gol tersebut setidaknya bisa menjadi landasan untuk perlawanan di leg kedua. Namun, komite wasit kemudian mengakui sistem mengalami "kesalahan model" akibat kepadatan pemain di kotak penalti, memaksa intervensi manual yang tidak diterima oleh Barca.
Simeone mengejek Yamal saat Barca runtuh
Sementara Barca marah pada wasit, Diego Simeone sibuk menikmati setiap detik dominasi timnya. Pelatih asal Argentina itu terlihat bersemangat di pinggir lapangan, terutama setelah Ademola Lookman mencetak gol ketiga. Dalam momen yang cepat viral, Simeone tertangkap kamera mengejek wonderkid Barca, Lamine Yamal, dengan mengangkat tiga jari untuk mengingatkan remaja itu tentang skor saat ia melewati area teknis.
Pelecehan itu tidak berhenti di situ, karena Julian Alvarez—seorang pemain yang dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Barcelona sebagai pengganti jangka panjang Robert Lewandowski—mencetak gol keempat sebelum babak pertama berakhir. Intensitas Atletico terlalu kuat bagi tim Barcelona yang kehilangan pemain seperti Raphinha dan Gavi, tetapi "Kebahagiaan untuk rakyat" yang dibicarakan Simeone setelah pertandingan sangat terganggu oleh kontroversi VAR yang merusak ritme pertandingan.
Masa depan menjadi sorotan di tengah kekacauan di Metropolitano.
Dampak dari kekalahan ini melampaui sekadar skor pertandingan, dengan striker senior Robert Lewandowski saat ini menghadapi momen krusial dalam kariernya. Pemain asal Polandia itu menjadi pusat perhatian dalam keputusan offside yang tidak menguntungkan Barcelona, dan dengan kontraknya yang akan berakhir, beberapa klub—ironisnya termasuk Atletico Madrid—dikabarkan sedang mengincar tanda tangannya. Lewandowski dilaporkan menunggu hasil pemilihan presiden klub pada Maret sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Untuk saat ini, Flick dan timnya harus menemukan cara untuk bangkit kembali sebelum leg kedua di Camp Nou pada 4 Maret. Dengan Eric Garcia yang akan absen setelah kartu merah di akhir pertandingan dan dampak psikologis dari "skandal" VAR yang masih segar, tugas berat ini tampak lebih menantang dari sebelumnya. Barcelona mungkin masih memimpin di La Liga, tetapi malam ini di Madrid membuktikan bahwa ketika teknologi gagal dan pertahanan runtuh, bahkan tim teratas pun bisa terjatuh kembali ke bumi.




