Getty Images SportSkandal VAR Di Laga Kontra Atletico Madrid, Barcelona Siapkan 'Gugatan' Ke RFEF & Komite Wasit
Kontroversi di Wanda Metropolitano
Pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid berubah menjadi perdebatan sengit setelah gol Pau Cubarsi dianulir oleh VAR di awal babak kedua. Insiden ini memicu kemarahan besar karena proses pengambilan keputusan memakan waktu hingga delapan menit. Saat itu, Barcelona sedang berupaya keras mengejar ketertinggalan defisit empat gol.
Komite Teknis Wasit (CTA) akhirnya merilis pernyataan resmi untuk menjelaskan kejadian tersebut. Menurut laporan Mundo Deportivo, penundaan yang luar biasa lama itu disebabkan oleh kegagalan teknis pada sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Padatnya jumlah pemain di dalam kotak penalti saat insiden terjadi membuat sistem gagal mengidentifikasi posisi pemain secara otomatis, memaksa petugas VAR bekerja secara manual.
Wasit VAR Pablo Gonzalez Fuertes terpaksa menarik garis offside secara konvensional menggunakan cuplikan gambar yang tersedia. CTA bersikeras bahwa keputusan akhir untuk menganulir gol tetap akurat, dengan argumen bahwa Robert Lewandowski sempat menyentuh bola yang kemudian membuat Cubarsi berada dalam posisi offside sebelum mencetak gol. Namun, penjelasan ini tidak cukup untuk meredam kekecewaan pihak tim tamu.
Getty Images SportBarca ajukan protes
Barcelona kini bersiap membawa masalah ini lebih jauh dengan mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF). Langkah ini diambil bukan hanya karena gol yang dianulir, tetapi sebagai akumulasi dari rasa frustrasi terhadap standar kepemimpinan wasit di La Liga. Bagi manajemen Blaugrana, insiden delapan menit tersebut adalah bukti nyata adanya inefisiensi dalam penggunaan teknologi mutakhir di lapangan hijau.
Selain masalah offside, Tim Catalan juga menyoroti inkonsistensi VAR dalam meninjau pelanggaran keras. Salah satu poin utama yang dipermasalahkan adalah keputusan untuk tidak memberikan kartu merah kepada Giuliano Simeone setelah melakukan tekel keras terhadap Alejandro Balde, Menurut RAC1. Fakta bahwa VAR bahkan tidak meminta wasit lapangan untuk meninjau ulang insiden tersebut di monitor pinggir lapangan dianggap sebagai kelalaian serius.
AFPHansi Flick murka
Hansi Flick tidak menahan diri saat memberikan keterangan pers pascapertandingan, meski ia mengakui bahwa Atletico Madrid memberikan "pelajaran berharga" bagi timnya di babak pertama. Namun, fokus utamanya segera beralih pada performa wasit yang ia nilai gagal menjaga integritas pertandingan. Flick menggambarkan situasi di lapangan sebagai sesuatu yang "kacau" dan sulit diterima untuk level kompetisi profesional setinggi La Liga.
"Kami dibiarkan menunggu tanpa ada kejelasan atau informasi mengenai apa yang sebenarnya sedang ditinjau," ujar Flick dikutip dari Football Espana.
Lebih lanjut, Flick menyatakan ketidakpuasannya terhadap standar pelanggaran yang diterapkan oleh wasit sepanjang pertandingan. Ia merujuk pada tekel Giuliano Simeone terhadap Balde sebagai contoh nyata di mana wasit gagal memberikan perlindungan kepada pemain.
"Dari kartu kuning, pelanggaran pertama terhadap Balde harusnya [kartu kuning], pertandingan akan berbeda andai wasit mengeluarkan kartu. Dengan tidak memberi kartu, dia seolah mengundang mereka untuk bermain seperti ini (bermain keras). Itu sangat kacau," imbuhnya.
AFPApa selanjutnya?
Pasca kekalahan pahit dan kontroversi wasit ini, Flick harus segera memulihkan mentalitas pasukannya untuk kembali ke jalur kemenangan. Sebelum kembali menghadapi Atletico di leg kedua pada awal bulan Maret, Tim Catalan akan lebih dulu melawan Girona, Levante dan Villarreal di La LIga.
Iklan



