Persaingan untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 mengalami perkembangan dramatis setelah adanya campur tangan publik dari pemerintah Maroko. Perdana Menteri Aziz Akhannouch secara resmi menegur ketua sepak bola negara itu karena membuat klaim prematur tentang laga puncak turnamen tersebut.