Krishan Davis

Krishan Davis

Assistant Editor

One of GOAL's Assistant Editors, based out of Footballco's London office. A lifelong football fan, I joined the company in 2022. You'll usually find me trying (and failing) to defend Chelsea as the only Blue on the editorial team. As well as editing for the website, I write features and cover Chelsea home and away.

Artikel oleh Krishan Davis
  1. Kekuatan terbesar Inggris justru telah menjadi kelemahan mereka di Piala Dunia

    Baru tiga pertandingan berlalu di Piala Dunia 2026, Inggris kini harus bermain tanpa ketiga pemain andalan mereka di posisi bek kanan, sehingga posisi yang dulunya menjadi kekuatan utama bagi The Three Lions kini berubah menjadi masalah serius pada saat yang paling tidak tepat. Reece James, Tino Livramento, dan Jarell Quansah semuanya absen karena cedera, dan Thomas Tuchel kini menjadi sorotan tajam akibat beberapa keputusan pemilihan pemain yang aneh.

  2. Anderson seharga £116 juta?! Contoh paling jelas dari 'pajak Inggris'

    Bagi sebagian penggemar sepak bola, musim panas adalah periode dalam kalender yang paling mereka nantikan — dan itu bukan hanya karena setiap empat tahun sekali diisi oleh Piala Dunia! Melainkan, karena berakhirnya musim hanya berarti satu hal: Saatnya bursa transfer! Bursa transfer 2026 kemungkinan besar akan kembali ramai, dengan beberapa nama besar yang diprediksi akan melakukan transfer bernilai fantastis sebelum batas waktu pada 1 September.

  3. Mengapa persaingan Mbappé vs Haaland belum mencapai level Messi-Ronaldo

    Pertarungan antara Kylian Mbappé dan Erling Haaland sempat digadang-gadang sebagai rivalitas sepak bola besar berikutnya yang akan menggantikan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama dua dekade, namun saat kedua bintang asal Prancis dan Norwegia ini bersiap untuk saling berhadapan di Piala Dunia 2026, bisa dikatakan bahwa persaingan pribadi di antara mereka belum benar-benar memanas seperti yang diharapkan banyak orang.

  4. Vini Jr membuat mereka menanggung akibatnya! Bintang utama Brasil itu membuat tim Skotlandia berada di ambang kekalahan

    Dua gol Vinicius Junior membuat Skotlandia berada di ambang tersingkir dari Piala Dunia, setelah Brasil tanpa ampun memanfaatkan kesalahan-kesalahan mereka di Miami pada Rabu. Sementara Selecao memastikan posisi teratas di Grup C, kekalahan 3-0 ini berarti tim Skotlandia kemungkinan besar tidak akan masuk dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik dalam upaya mereka lolos ke babak 32 besar.

  5. Portugal perlu agar Martinez tahu kapan harus mencoret Ronaldo yang sudah menua

    Turnamen besar lainnya, perdebatan sengit lainnya pun kembali berkecamuk seputar keputusan Portugal yang terus memanggil Cristiano Ronaldo. Penampilan yang kurang menonjol dari penyerang veteran tersebut dalam laga pembuka Piala Dunia negaranya melawan Republik Demokratik Kongo telah memicu kembali perdebatan yang kini muncul setiap dua tahun sekali mengenai apakah ia masih layak menjadi starter untuk Selecção di usia 41 tahun. Meskipun Anda tidak boleh berharap ada perubahan nyata selama Roberto Martinez masih memimpin, sang manajer harus tahu kapan harus mengambil tindakan.

  6. Kenapa Raya, yang merupakan pemain terbaik di EPL dan Eropa, tidak diturunkan sebagai starter untuk timnas Spanyol?!

    Spanyol mungkin memiliki salah satu skuad terkuat di Piala Dunia 2026, namun hal itu tak menghentikan perdebatan sengit seputar satu posisi tertentu. Meskipun memiliki kiper kelas dunia seperti David Raya dan Joan Garcia, pelatih kepala Luis de la Fuente tetap teguh mendukung Unai Simon. Data statistik yang tidak menguntungkan bagi kiper asal Athletic Club ini memang tak bisa diabaikan, namun jangan berharap ada perubahan dalam waktu dekat.

  7. McTominay & McGinn absen dalam kekalahan telak Skotlandia

    Skotlandia menelan kekalahan 1-0 yang berpotensi merugikan dari Maroko dalam pertandingan kedua mereka di Piala Dunia 2026 di Boston, yang berarti mereka harus meraih hasil positif dalam laga terakhir Grup C melawan Brasil agar masih memiliki peluang lolos ke babak 32 besar. Tim asuhan Steve Clarke sudah tertinggal dalam waktu dua menit, dan sejujurnya mereka tak pernah bisa bangkit kembali.

  1. Casemiro ditarik keluar, Endrick masuk, dan perubahan yang harus dilakukan Ancelotti untuk tim Brasil

    Ada sesuatu yang terlalu mudah ditebak dari penampilan Brasil dalam laga pembuka Piala Dunia mereka melawan Maroko. Setelah terus-menerus tampil tidak konsisten sejak Carlo Ancelotti ditunjuk setahun lalu, penampilan yang tidak terkoordinasi di New Jersey hanya membuahkan satu poin, karena Selecao terpaksa mengandalkan aksi ajaib dari Vinicius Jr untuk mencetak gol penyama kedudukan. Menatap ke depan, pelatih asal Italia itu memiliki banyak hal yang perlu dipikirkan.

  2. Selamat bergabung di pesta ini, Erling! Haaland mengantarkan Norwegia mengalahkan Irak

    Erling Haaland menjadi bintang utama yang tak mengejutkan saat Norwegia meraih kemenangan krusial 4-1 atas Irak dalam laga perdana mereka di Piala Dunia sejak 1998 pada hari Selasa. Dua gol yang dicetak penyerang Manchester City itu pada babak pertama terbukti menjadi penentu, membantu tim kuda hitam tersebut mengawali turnamen dengan kemenangan di Boston dalam grup yang dijuluki 'Grup Kematian'.

  3. Mbappe bangkit kembali dalam kebangkitan Prancis yang dipelopori Olise

    Mereka harus berjuang keras, namun Prancis yang dijagokan berhasil mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia dengan kemenangan setelah akhirnya mengalahkan Senegal 3-1 di Grup I. Setelah penampilan yang mengecewakan di babak pertama, Les Bleus tampil seperti tim yang berbeda, dengan Kylian Mbappé—yang sebelumnya tampil sangat buruk—mencetak dua gol di kedua sisi gol indah Bradley Barcola, sehingga ia pun menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya.

  4. Para pemain pendukung Haaland menjadikan Norwegia sebagai pesaing yang sesungguhnya

    Erling Haaland akan menjadi tumpuan harapan seluruh bangsa saat Norwegia kembali ke panggung terbesar sepak bola musim panas ini setelah absen selama 28 tahun, namun meski gol-golnya akan sangat penting bagi tim, penyerang andalan Manchester City ini tidak akan menanggung beban itu sendirian. Tim Skandinavia ini kembali ke Piala Dunia setelah membangun tim yang solid yang tidak hanya bergantung pada striker bintangnya, dan para pemain pendukung akan berusaha menunjukkan kemampuan mereka di Amerika Utara.

  5. Yamal bisa menjadi bintang di Piala Dunia - tapi apakah dia cukup bugar?

    Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi tonggak penting lainnya dalam perjalanan Lamine Yamal untuk menjadi bintang besar yang mewakili generasinya, namun ada ancaman nyata bahwa cedera bisa membuat turnamen tersebut kehilangan salah satu nama terbesarnya. Bocah ajaib asal Spanyol ini membuat semua orang terkesan di Euro 2024, dan dua tahun kemudian, pemain berusia 18 tahun ini tampaknya siap untuk kembali menjadi sorotan. Namun, sepertinya ia harus bersabar.

  6. Salah berusaha menebus kegagalan setelah mimpi buruk Piala Dunia 2018

    Mohamed Salah akan berusaha menebus waktu yang terbuang dan peluang-peluang yang terlewatkan musim panas ini. Pemain berusia 33 tahun itu kembali tampil di panggung Piala Dunia bersama Mesir untuk pertama kalinya sejak edisi 2018—turnamen yang berakhir dengan kegagalan telak bagi tim Firaun. Bintang Liverpool yang sebentar lagi akan hengkang ini bertekad agar kesalahan masa lalu tidak terulang, sambil berupaya menorehkan sejarah bersama negaranya.

  7. Ini akan terjadi! Mengapa Inggris PASTI akan memenangkan Piala Dunia

    Bagi Inggris, masa untuk sekadar bicara hampir berakhir. Tak lama lagi, yang terpenting hanyalah tugas di depan mata: Menjuarai Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan manajer Thomas Tuchel telah secara tegas menyatakan bahwa itulah satu-satunya tujuan mereka di Amerika Utara, dan seiring mendekatnya hari-hari menjelang dimulainya kampanye The Three Lions, tak ada alasan untuk meragukan bahwa mereka tak mampu mencapai tujuan akhir mereka.

  8. PERINGKAT: 20 Seragam Terbaik di Piala Dunia 2026

    Hanya tinggal beberapa jam lagi sebelum ajang olahraga terbesar di dunia dimulai, dengan Piala Dunia 2026 yang akan bergulir di Mexico City pada hari Kamis. Jika Anda belum terjangkit demam Piala Dunia yang sesungguhnya, apa cara yang lebih baik untuk memanaskan suasana selain dengan melihat-lihat seragam terbaik yang akan dipamerkan di Amerika Utara musim panas ini.

  9. Kane siap memikul hampir seluruh harapan Inggris di Piala Dunia

    Harry Kane takkan pernah mendapat kesempatan yang lebih baik dari ini. Kapten Timnas Inggris ini tiba di Piala Dunia yang kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir baginya dalam performa terbaik sepanjang kariernya, dan ia akan menjadi tumpuan harapan seluruh bangsa di Amerika Utara. Setelah mengalami kekecewaan bersama dan pribadi pada tahun 2018 dan 2022, turnamen ini harus menjadi ajang di mana ia memanfaatkan momentumnya.

  10. Piala Dunia datang pada waktu yang tepat bagi Mbappé, sang "anak tiri" Madrid

    Aneh rasanya tidak ada banyak sorotan seputar Kylian Mbappé menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, tapi hal itu mungkin bisa dijelaskan oleh musim klubnya bersama Real Madrid yang secara umum kurang berkesan. Ia pasti merasa sangat lega bisa menjauh dari atmosfer panas di Bernabeu setelah menjadi sosok yang tidak disukai menjelang akhir musim, dan kini mengalihkan fokusnya untuk menorehkan sejarah bersama Prancis di Amerika Utara.