Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt

Donny Afroni

Editor

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

  • Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

  • Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

  • Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.

Artikel oleh Donny Afroni
  1. Vardy bersikeras bahwa dia 'takkan pernah meminta maaf' kepada Coleen Rooney terkait skandal ‘Wagatha’

    Rebekah Vardy kembali memanaskan perseteruannya yang sudah berlangsung lama dengan Coleen Rooney, dengan menyatakan bahwa "neraka akan membeku" sebelum ia meminta maaf atas skandal bocornya informasi ke media yang terkenal itu. Meskipun hakim Pengadilan Tinggi memutuskan bahwa ia kalah dalam kasus pencemaran nama baik 'Wagatha Christie' yang menjadi sorotan publik, istri dari legenda Leicester City, Jamie Vardy, tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah.

  2. De Zerbi secara blak-blakan mengungkapkan berapa banyak pemain Spurs yang 'cukup bagus untuk dipertahankan'

    Roberto De Zerbi tak membuang waktu untuk langsung melakukan evaluasi tajam terhadap musim yang berantakan bagi Tottenham, meski timnya berhasil bertahan di Liga Premier pada laga terakhir. Pelatih asal Italia itu memberikan penilaian pedas terhadap skuadnya saat ini, dengan menyatakan bahwa hanya segelintir pemain yang benar-benar berada di level yang dibutuhkan klub.

  3. Mengapa Kane terus menunda perpanjangan kontrak dengan Bayern

    Harry Kane tidak menganggap ada urgensi mendesak terkait perpanjangan kontrak di Bayern Munich, meskipun ia baru saja menuntaskan musim yang luar biasa secara individu. Kapten timnas Inggris itu baru saja mencatatkan tahun yang memecahkan rekor di Bavaria, namun para penggemar mungkin harus menunggu hingga setelah Piala Dunia untuk mengetahui kepastian mengenai masa depannya dalam jangka panjang.

  4. Scolari mengungkapkan alasan mengapa ia lebih memilih Ronaldo yang 'jenius' daripada Messi

    Luiz Felipe Scolari berbicara terbuka mengenai persaingan abadi antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, sekaligus mengungkap detail-detail yang sebelumnya tidak diketahui mengenai hubungannya dengan kapten timnas Portugal tersebut. Mantan pelatih timnas itu menjelaskan alasan-alasan emosional dan profesional di balik pilihannya dalam pemungutan suara untuk gelar pemain terbaik dunia.

  1. "Barcelona tidak punya uang" - Isu transfer Kane dianggap remeh

    Presiden kehormatan Bayern Munich, Uli Hoeness, melontarkan sindiran pedas kepada Barcelona menyusul kabar ketertarikan mereka terhadap Harry Kane. Berbicara setelah kapten timnas Inggris itu mengantarkan tim Bavaria itu meraih gelar DFB-Pokal, Hoeness menampik kemungkinan transfer tersebut dengan menyindir kesulitan keuangan yang dialami klub asal Catalunya itu.

  2. Saka punya buktinya! Bintang Arsenal membalas kritik yang menyebutnya 'penakut'

    Bukayo Saka melontarkan pesan tegas kepada para pengkritik yang meragukan ketangguhan mental Arsenal, dengan menyatakan bahwa mereka yang menyebut klub itu sebagai "bottlers" kini mulai "bersembunyi". Usai kemenangan yang telah lama dinanti-nantikan The Gunners dalam perebutan gelar Liga Premier, pemain internasional Inggris itu menegaskan bahwa skuadnya berhak membalas para pengkritik mereka.